Showing posts with label cerita dewasa ngentot. Show all posts
Showing posts with label cerita dewasa ngentot. Show all posts
Monday, 21 January 2013
Friday, 4 January 2013
cerita sex ngentot terbaru 2013 dengan ibu kost
cerita sex ngentot dengan ibu kost
Sebagai seorang mahasiswa yang ngekost, godaan untuk tidak ngentot sangat susah, ada saja jalan untuk melakukan permainan seks di kost-kost an, sudah banyak cerita seks anak kost dengan teman nya, namun kali ini cerita berbeda diceritakan oleh seorang mahasiswa perguruan tinggi yang memiliki ibu kost yang bohay, dia beruntung bisa bercinta dengan ibu kost, karena bisa menjadi anak kost kesayangan pemilik kost. Berikut cerita lengkapnya.
aku adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang,sebut saja namaku jono. aku belum lama kuliah di sini, kira2 masih 1/2 tahun, trus aku bingung cari tempat kost.
selama berhari2 aku keliling daerah disekitar kampusku.
Rumah demi rumah aku masuki, hanya untuk mencari tempat kost.
Setalah lama aku mencarinya, aku berhenti sejenak, untuk melepas lelah sekaligus memulihkan energi. Aku beli minum di warung nasi Bu Marnie,
kuminum segelas es teh dan kunyalakan rokok yang tinggal 2 batang, lalu tiba2 mataku terperanjak saat aku melihat wanita sexy dengan memakai rok mini yang kalau dia duduk, celana dalamnya hampir kelihatan.
Mataku tak henti2nya melihatnya, tanpa berfikir panjang lalu aku hampiri saja.
Lalu aku bertanya
“Permisi Mbak, Tau tempat kos yang murah ga disini?”
Lalu dia menjawab”O adek mau kost ya?”
aku menganggukan kepala, itu tanda iya
“Kost di tempat saya aja”pintanya
“di rumahku ga banyak kamar kok, lagian dulu rumahku juga tempat kost kok”
Tanpa berfikir panjang aku langsung menjawab”iya mbak kita lihat dulu tempatnya ya”
aku bayar minuman dan langsung meluncur ketempat mbak tersebut yang namanya Wina.
Dia berjalan di depanku, dan aku mengikutinya,sungguh indah sesuatu yang tertutupi oleh rok mini itu.
Ternyata rumahnya tidak jauh dari warung yang tadi.
“Silahkan masuk dek, oh iya namanya siapa?”
“Jono mbak”jawabku dengan sopan dan lugu
“jangan panggil saya mbak, panggil saja wina”
“oooo………….”
“saya nih masih muda kok,saya tinggal sendiri disini,ibuku telah meninggal sejak aku SMP” sambil menunjukan foto ibunya
“trus bapalnya dimana mbak?” tanyaku dengan serius
“bapaku menikah lagi”dengan nada rendah
“ooo iya….. ini kamarmu dik jono”sambil membukakan pintu kamarnya
saat itu terlihat begitu besar dada wina, benar2 besar, kira2 36 lah ukurannya
aku langsung setuju saja, tanpa melihat kamarnya lebih lama.
Tak terasa sudah sore, aku pun bergegas pulang ke tempat kost kakaku.
Keesokan harinya, tepatnya hari minggu, aku langsung membawa perabotanku ketempat kosku yang baru. Mbak Wina menyambutku dengan ramah, sekarang dia mengenakan celana pendek yang sangat pendek.
Entah kenapa dia senang memakai pakaian yang mini.
Tak kusadari saat aku sibuk dengan menata kamarku, ternya ta mbak Wina membuatkanku air minum.
Dalam hatiku bertanya”Keapa dia baik sekali ya?”
Akhirnya aku selesai menata kamarku, Sedangkan Mbak Wina lagi asik nonton TV sambil tiduran di sofa.
Setelah itu aku mandi.Ternyata kamarmandinya jadi satu dengan kamarmandi Mbak Wina,.
Di kamarmandi aku melihat Beberapa Bra yang digantung, wah aku jadi berfikir yang tidak2.
Ketika aku keluar dari kamarmandi, Mbak wina Sudah tertidur di depan TV.
Tak ku sia2kan kesempatan ini. Aku hampiri dia, lalu aku memandangi seluruh tubuh indah mbak Wina.
Aku masih mengenakan Handuk untuk menutupi Penisku. Jadi kelihatn menonjol kalau sedang menegang.
Sungguh mulus kulit Wanita ini, Dadanya yang montok dan sintal, apa lagi bibirnya yang seksi, kecil tapi agak tebal membuat kejantananku bangkit.
Tak begitu lama tiba2 mbak Wina Bangun dari tidurnya, Aku bingung sekali, aduh gimana nih……
Trus aku ngomong ” Mbak Kalau tidur dikamar aja”
“Iya dek Kamu dah selesai mandinya?”tanyanya dengan mata agak terpejam.
“udah mbak”
“wah badanmu kekarjuga yah”
“alah mbak nih bisa aja”sahutku dengan malu
“Dek kalau mau bikin kopi, ambil sendiri dapur ya”sambil berjalan menuju kamarnya.
Pintu kamarnya tertutup rapat, akuga bisa ngintip.
Saat malam tiba.
Aku sedang sibuk dengan komputerku, sedang mbak Wina Nonton TV di Sova seperti yang tadi.
Tak begitu lama, dia masuk kekamarku.
“Dek lagi ngapain?”
“Nih lagi Buat animasi” Aku kuliah di fakultas Desain Grafis
“Wah bagus ya” Cletuknya
Obrolan2 ringan kami lakukan
lalu yang bikin aku kaget adalah saat dia bertanya “Dek di komputermu ada Filem gituan ga?”
Aku langsung kaget
“ya jelas ada dong mbak, Kalau komputer ga ada Filem Gituannya namanya komputer ga sehat”Gurau ku
“HaHAHA, coba mana, lihat dunk”
Langsung aja aku tunjukin filem barat.
Aku agak degdegan juga sih,
setelah sekitar 5 menit kami nonton bersama, Mbak Wina mulai ada gejala2 aneh.
mula2 dia bingung menata duduknya, trus lama kelamaan dia mulai menaruh tangannya di atas dadanya yang montok itu.
“Mak kenapa?” Tanyaku sedikit basa basi.
“Eh enggak, nih filem nya bagus ya” Jawabnya agak menutupi keterangsangannya
“Mbak dah sering nonton beginian ya?”tanyaku agak malu2
“Ga juga sih, paling2 kalau lagi pingin aja”jawabnya dengan tenang
“Mbak Ga pingin gituan?”tanyaku sambil tetap melihat adegan filem yang semakin panas itu
Dia tak menjawab,kelihatannya dia masih keenakan dengan filem itu.
Tak lama kemudian, Tak tau mengapa duduk kami menjadi semakin dekat, dan kemudian
tanggannya ternyata sudah ada di atas pangkuanku, tepat di aras pusakaku yang sudah menegak dari tadi.
Tanpa sempat berfikir, tangan Mbak Wina semakin menggila.Mula – mula dia hanya mengelus2 dengan pelan tapi leme kelamaan dia membuka resletingku.
Akupun tak mencegahnya.
Tak lama kemudian, celanaku sudah jauh berada di sudut kamarku, dan dia sidah mulai mengocok pusakaku, dan juga sesekali dia menghisap dan mengulumnya
Aku tak tahan merasa geli dan enak beracampur menjadi satu, sehingga aku tak sempat lagi menyaksikan filem itu.
aku pun mengimbanginya dengan meremas2 dengan mesra dada yang indah itu.
“oh enak mbak”
“kamu suka ga De’?”
“suka banget mbak”Dengan tanganku bergerila di sekitar dadanya, tak menunggu perintah aku langsung melucuti kaos ketat beserta Branya.
Wah ternyata kulitnya bener2 mulus, dadanya juga montok apalagi dipucuknya terdapat puting yang indah dan siap untuk di permainkan.
Mulut dan lidahku mulai beraksi, kujilat, kukulum semua bagian dada Mbak Wina dengan nikmat, dan tanganku mulai mencoba masuk kedalam celana pendeknya yang super mini itu.
ternyata didalam celana itu ada sebuah gundukan daging yang sudah basah.
“Ah dek, enak dek” rintihnya perlahan
Aku mulai membuka resletingnya, dan kubuka Celana dalamnya.
Wah benar2 indah sesuatu yang tersembunyi disini.
“Mbak ini bener2 menggairahkan”Rayuku, sambil aku menentuhnya dengan lembut di bagian lipatan paha itu
tak lama, aku langsung menciumi daerah sekitar paha itu, lalu aku menetap di daerah lipatan itu.
Benar – benar wangi, aroma khas wanita.
“Aaaaaaaaaaaaaah dek, enak banget ahhhaahhh”rintihnya saat kujilati dan kuhisap2 memek yang sudah basah itu
“Iya dek lanjutkan dek, terus ahhh ought”
“Masukin aja dek ”
Mendengar kata itu, aku langsung bergegas.Pusakaku yang sudah siap untuk menghujangnya aku persiapkan.
dia terlentang dengan pasrah. aku masukan pusakaku yang ga terlalu besarsih, tapi lebih panjang jika dibandingkan dengan milik orang asli indonesia.
“Kok seret ya mbak?”tanyaku
berkali2 aku coba memasukan, sangat sulit.
“iya nih jarang dipake kok”guraunya.
akhirnya aku bisa memasukannya
“ahh ayo dek mainkan”desahnya membuatku semakin bernafsu.
aku mulai melakukan gerakan kluar masuk.
Lama kelamaan terasa ritme yang tetap, dan dia mengimbangi irama yang aku mainkan.
Suara yang khas dari tepukan paha kami membuat irama yang sungguh indah.
Semakin lama irama menjadi semakin cepat
“ooouuuuuhhh aaaahh iya dek itu enak dek”rintihnya lagi
“ahhhh dekkkkkkkkkkk aku hampir nih”
“iya mbak kluarkan aja”
“iya dek, nih”
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH“rintihnya seiring dengan kurasakannya cairan hangat di dalam mem*k itu.
akhirnya kami ganti posisi dengan gaya DoGy
“ayo dek, maenkan lagi”
“Iya mbak”
aku sudah mulai panas, irama semakin keras dan dia jadi semakin sering mengeluarkan cairan hangat itu.
“ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh enak dek, lagi dunk”Setiap dia mulai klimaks, selalu ngomong kayak gitu.
Akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari pusaka ini,seolah tak mau ditahan.
“aaaahhhh Mbak aku hampir kluar nih”
“Kluarin didalam aja dik, aku juga hampir nih ahhh”
“Kita bareng2 aja ya mbak”pintaku.
“Iya ddiiieekk,ahhh”
“hampirmbak”
“Ah ahhh UHHH aHHHHHHHHHHHHHAAAAAHHH”cairan yang panas keluar dari pusaka ku seiring dengan sesuatu yang panas juga kluar di dalam mem*k nikmat itu
Kemidian kami terkulai tak berdaya di atas ranjangku, pusakaku masih menancap di mem*k indah itu.
Dan filem dikomputerku tetap menyala hingga pagi hari.
Selanjutnya kami semakin sering melakukannya, kadang di sofa, di kamar mandi, bahkan di dapur juga pernah dan yang aneh lagi, di kebun belakang juga pernah.walau sudah banyak yang kost disini.
saat sepi kami manfaatkan waktu itu.
sampai disini ceritanya, dan cerita bercinta dengan ibu kost mungkin saya lanjutkan nanti, cerita seks ini berlanjut pada permainan seks kami dengan gaya gangbang, saya dan teman kuliah saya melkakukan entot bareng dengan ibu kost, ibu kost sampe kualahan menghadapi kami berdua, dan minta ampuun, namun tetap keenakan menikmati permainan seks kami.
Sekian.
Sebagai seorang mahasiswa yang ngekost, godaan untuk tidak ngentot sangat susah, ada saja jalan untuk melakukan permainan seks di kost-kost an, sudah banyak cerita seks anak kost dengan teman nya, namun kali ini cerita berbeda diceritakan oleh seorang mahasiswa perguruan tinggi yang memiliki ibu kost yang bohay, dia beruntung bisa bercinta dengan ibu kost, karena bisa menjadi anak kost kesayangan pemilik kost. Berikut cerita lengkapnya.aku adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang,sebut saja namaku jono. aku belum lama kuliah di sini, kira2 masih 1/2 tahun, trus aku bingung cari tempat kost.
selama berhari2 aku keliling daerah disekitar kampusku.
Rumah demi rumah aku masuki, hanya untuk mencari tempat kost.
Setalah lama aku mencarinya, aku berhenti sejenak, untuk melepas lelah sekaligus memulihkan energi. Aku beli minum di warung nasi Bu Marnie,
kuminum segelas es teh dan kunyalakan rokok yang tinggal 2 batang, lalu tiba2 mataku terperanjak saat aku melihat wanita sexy dengan memakai rok mini yang kalau dia duduk, celana dalamnya hampir kelihatan.
Mataku tak henti2nya melihatnya, tanpa berfikir panjang lalu aku hampiri saja.
Lalu aku bertanya
“Permisi Mbak, Tau tempat kos yang murah ga disini?”
Lalu dia menjawab”O adek mau kost ya?”
aku menganggukan kepala, itu tanda iya
“Kost di tempat saya aja”pintanya
“di rumahku ga banyak kamar kok, lagian dulu rumahku juga tempat kost kok”
Tanpa berfikir panjang aku langsung menjawab”iya mbak kita lihat dulu tempatnya ya”
aku bayar minuman dan langsung meluncur ketempat mbak tersebut yang namanya Wina.
Dia berjalan di depanku, dan aku mengikutinya,sungguh indah sesuatu yang tertutupi oleh rok mini itu.
Ternyata rumahnya tidak jauh dari warung yang tadi.
“Silahkan masuk dek, oh iya namanya siapa?”
“Jono mbak”jawabku dengan sopan dan lugu
“jangan panggil saya mbak, panggil saja wina”
“oooo………….”
“saya nih masih muda kok,saya tinggal sendiri disini,ibuku telah meninggal sejak aku SMP” sambil menunjukan foto ibunya
“trus bapalnya dimana mbak?” tanyaku dengan serius
“bapaku menikah lagi”dengan nada rendah
“ooo iya….. ini kamarmu dik jono”sambil membukakan pintu kamarnya
saat itu terlihat begitu besar dada wina, benar2 besar, kira2 36 lah ukurannya
aku langsung setuju saja, tanpa melihat kamarnya lebih lama.
Tak terasa sudah sore, aku pun bergegas pulang ke tempat kost kakaku.
Keesokan harinya, tepatnya hari minggu, aku langsung membawa perabotanku ketempat kosku yang baru. Mbak Wina menyambutku dengan ramah, sekarang dia mengenakan celana pendek yang sangat pendek.
Entah kenapa dia senang memakai pakaian yang mini.
Tak kusadari saat aku sibuk dengan menata kamarku, ternya ta mbak Wina membuatkanku air minum.
Dalam hatiku bertanya”Keapa dia baik sekali ya?”
Akhirnya aku selesai menata kamarku, Sedangkan Mbak Wina lagi asik nonton TV sambil tiduran di sofa.
Setelah itu aku mandi.Ternyata kamarmandinya jadi satu dengan kamarmandi Mbak Wina,.
Di kamarmandi aku melihat Beberapa Bra yang digantung, wah aku jadi berfikir yang tidak2.
Ketika aku keluar dari kamarmandi, Mbak wina Sudah tertidur di depan TV.
Tak ku sia2kan kesempatan ini. Aku hampiri dia, lalu aku memandangi seluruh tubuh indah mbak Wina.
Aku masih mengenakan Handuk untuk menutupi Penisku. Jadi kelihatn menonjol kalau sedang menegang.
Sungguh mulus kulit Wanita ini, Dadanya yang montok dan sintal, apa lagi bibirnya yang seksi, kecil tapi agak tebal membuat kejantananku bangkit.
Tak begitu lama tiba2 mbak Wina Bangun dari tidurnya, Aku bingung sekali, aduh gimana nih……
Trus aku ngomong ” Mbak Kalau tidur dikamar aja”
“Iya dek Kamu dah selesai mandinya?”tanyanya dengan mata agak terpejam.
“udah mbak”
“wah badanmu kekarjuga yah”
“alah mbak nih bisa aja”sahutku dengan malu
“Dek kalau mau bikin kopi, ambil sendiri dapur ya”sambil berjalan menuju kamarnya.
Pintu kamarnya tertutup rapat, akuga bisa ngintip.
Saat malam tiba.
Aku sedang sibuk dengan komputerku, sedang mbak Wina Nonton TV di Sova seperti yang tadi.
Tak begitu lama, dia masuk kekamarku.
“Dek lagi ngapain?”
“Nih lagi Buat animasi” Aku kuliah di fakultas Desain Grafis
“Wah bagus ya” Cletuknya
Obrolan2 ringan kami lakukan
lalu yang bikin aku kaget adalah saat dia bertanya “Dek di komputermu ada Filem gituan ga?”
Aku langsung kaget
“ya jelas ada dong mbak, Kalau komputer ga ada Filem Gituannya namanya komputer ga sehat”Gurau ku
“HaHAHA, coba mana, lihat dunk”
Langsung aja aku tunjukin filem barat.
Aku agak degdegan juga sih,
setelah sekitar 5 menit kami nonton bersama, Mbak Wina mulai ada gejala2 aneh.
mula2 dia bingung menata duduknya, trus lama kelamaan dia mulai menaruh tangannya di atas dadanya yang montok itu.
“Mak kenapa?” Tanyaku sedikit basa basi.
“Eh enggak, nih filem nya bagus ya” Jawabnya agak menutupi keterangsangannya
“Mbak dah sering nonton beginian ya?”tanyaku agak malu2
“Ga juga sih, paling2 kalau lagi pingin aja”jawabnya dengan tenang
“Mbak Ga pingin gituan?”tanyaku sambil tetap melihat adegan filem yang semakin panas itu
Dia tak menjawab,kelihatannya dia masih keenakan dengan filem itu.
Tak lama kemudian, Tak tau mengapa duduk kami menjadi semakin dekat, dan kemudian
tanggannya ternyata sudah ada di atas pangkuanku, tepat di aras pusakaku yang sudah menegak dari tadi.
Tanpa sempat berfikir, tangan Mbak Wina semakin menggila.Mula – mula dia hanya mengelus2 dengan pelan tapi leme kelamaan dia membuka resletingku.
Akupun tak mencegahnya.
Tak lama kemudian, celanaku sudah jauh berada di sudut kamarku, dan dia sidah mulai mengocok pusakaku, dan juga sesekali dia menghisap dan mengulumnya
Aku tak tahan merasa geli dan enak beracampur menjadi satu, sehingga aku tak sempat lagi menyaksikan filem itu.
aku pun mengimbanginya dengan meremas2 dengan mesra dada yang indah itu.
“oh enak mbak”
“kamu suka ga De’?”
“suka banget mbak”Dengan tanganku bergerila di sekitar dadanya, tak menunggu perintah aku langsung melucuti kaos ketat beserta Branya.
Wah ternyata kulitnya bener2 mulus, dadanya juga montok apalagi dipucuknya terdapat puting yang indah dan siap untuk di permainkan.
Mulut dan lidahku mulai beraksi, kujilat, kukulum semua bagian dada Mbak Wina dengan nikmat, dan tanganku mulai mencoba masuk kedalam celana pendeknya yang super mini itu.
ternyata didalam celana itu ada sebuah gundukan daging yang sudah basah.
“Ah dek, enak dek” rintihnya perlahan
Aku mulai membuka resletingnya, dan kubuka Celana dalamnya.
Wah benar2 indah sesuatu yang tersembunyi disini.
“Mbak ini bener2 menggairahkan”Rayuku, sambil aku menentuhnya dengan lembut di bagian lipatan paha itu
tak lama, aku langsung menciumi daerah sekitar paha itu, lalu aku menetap di daerah lipatan itu.
Benar – benar wangi, aroma khas wanita.
“Aaaaaaaaaaaaaah dek, enak banget ahhhaahhh”rintihnya saat kujilati dan kuhisap2 memek yang sudah basah itu
“Iya dek lanjutkan dek, terus ahhh ought”
“Masukin aja dek ”
Mendengar kata itu, aku langsung bergegas.Pusakaku yang sudah siap untuk menghujangnya aku persiapkan.
dia terlentang dengan pasrah. aku masukan pusakaku yang ga terlalu besarsih, tapi lebih panjang jika dibandingkan dengan milik orang asli indonesia.
“Kok seret ya mbak?”tanyaku
berkali2 aku coba memasukan, sangat sulit.
“iya nih jarang dipake kok”guraunya.
akhirnya aku bisa memasukannya
“ahh ayo dek mainkan”desahnya membuatku semakin bernafsu.
aku mulai melakukan gerakan kluar masuk.
Lama kelamaan terasa ritme yang tetap, dan dia mengimbangi irama yang aku mainkan.
Suara yang khas dari tepukan paha kami membuat irama yang sungguh indah.
Semakin lama irama menjadi semakin cepat
“ooouuuuuhhh aaaahh iya dek itu enak dek”rintihnya lagi
“ahhhh dekkkkkkkkkkk aku hampir nih”
“iya mbak kluarkan aja”
“iya dek, nih”
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH“rintihnya seiring dengan kurasakannya cairan hangat di dalam mem*k itu.
akhirnya kami ganti posisi dengan gaya DoGy
“ayo dek, maenkan lagi”
“Iya mbak”
aku sudah mulai panas, irama semakin keras dan dia jadi semakin sering mengeluarkan cairan hangat itu.
“ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh enak dek, lagi dunk”Setiap dia mulai klimaks, selalu ngomong kayak gitu.
Akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari pusaka ini,seolah tak mau ditahan.
“aaaahhhh Mbak aku hampir kluar nih”
“Kluarin didalam aja dik, aku juga hampir nih ahhh”
“Kita bareng2 aja ya mbak”pintaku.
“Iya ddiiieekk,ahhh”
“hampirmbak”
“Ah ahhh UHHH aHHHHHHHHHHHHHAAAAAHHH”cairan yang panas keluar dari pusaka ku seiring dengan sesuatu yang panas juga kluar di dalam mem*k nikmat itu
Kemidian kami terkulai tak berdaya di atas ranjangku, pusakaku masih menancap di mem*k indah itu.
Dan filem dikomputerku tetap menyala hingga pagi hari.
Selanjutnya kami semakin sering melakukannya, kadang di sofa, di kamar mandi, bahkan di dapur juga pernah dan yang aneh lagi, di kebun belakang juga pernah.walau sudah banyak yang kost disini.
saat sepi kami manfaatkan waktu itu.
sampai disini ceritanya, dan cerita bercinta dengan ibu kost mungkin saya lanjutkan nanti, cerita seks ini berlanjut pada permainan seks kami dengan gaya gangbang, saya dan teman kuliah saya melkakukan entot bareng dengan ibu kost, ibu kost sampe kualahan menghadapi kami berdua, dan minta ampuun, namun tetap keenakan menikmati permainan seks kami.
Sekian.
Cerita 18+ ngentot Vina, Murid SMA yang Suka Seks
Cerita 18+: Vina, Murid SMA yang Suka Seks

Cerita 18+: Vina, Murid SMA yang Suka Seks
Pengalaman ini terjadi ketika aku kelas 3 SMA, aku memang berasal dari keturunan yang sangat disiplin dalam segala sesuatu. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara dan semuanya perempuan, namun kata orang sih aku yang paling cantik dan menurut orang-orang wajahku agak miripMikha Tembayong.Papa dan Mama cenderung orangnya keras dalam mendidik anak-anaknya bahkan boleh dibilang Papa itu orangnya tidak pernah menunjukkan pujian kepada anak-anaknya, jadi alhasil sampai saat ini aku tidak pernah merasakan belaian kasih sayang seorang ayah layaknya.
Saking kerasnya didikan orang tua kami, mereka menyekolahkan semua anaknya di sekolahfavorit termasuk aku dan tidak mengijinkan anak-anaknya untuk pacaran sebelum lulus SMA dan waktu itu aku terpaksa menurut walaupun dalam hati kecilku aku berontak karena di sekolahbanyak sekali cowok keren yang cukup menarik perhatianku dan cukup banyak pula cowok yang mendekatiku lantaran wajahku yang lumayan. Namun semuanya terpaksa aku tolak dan hasratkupun aku pendam dalam-dalam demi menyenangkan kedua orang tuaku.

Terus terang saat aku sendiri aku sering membayangkan bisa merasakan nikmatnya berciuman dan juga ingin merasakan ada tangan yang membelai rambutku, menjilati sekujur tubuhku (seperti yang aku lihat di blue film ketika aku SMP), juga ingin merasakan ada penis ukuran besar memasuki vaginaku, sehingga akupun sering bermasturbasi di kamarku.
Suatu hari di sekolah (entah kapan persisnya), saat di kelasku ada pelajaran Tata Negara yang menurutku cukup membosankan, namun aku suka pelajaran itu karena Bapak Gunawan yang mengajar kunilai cukup simpatik dan tampan walaupun usianya pantas menjadi bapakku. Beliau usianya mendekati 45 tahun, selalu bercukur, agak gemuk dan aku suka memperhatikan rambut di dadanya yang agak tersembul saat dia mengajar. Saat itu aku memperhatikan penampilannya agak lain dari biasanya, beliau saat itu mengenakan pakaian batik berwarna biru gelap dipadu dengan celana panjang berwarna agak hitam. Aku sangat terpesona sehingga aku membayangkan dapat bercinta dengannya, dan tak kusadari vaginaku telah basah.
"Vina!", tegurnya melihatku tidak konsentrasi.
"Eh.. i.. iya Pak", sahutku sekenanya.
"Tolong perhatikan", timpalnya.
"Baik Pak" jawabku.
Sialan makiku dalam hati apes banget aku apalagi ditambah dengan ledakan tawa seisi kelas yang membuatku sangat kesal. Akhirnya kuikuti terus pelajaran dengan hati tidak menentu.
Seusai sekolah, aku langsung berlari menuju mobilku yang kubawa sendiri dan kuparkir dekat halaman sekolah, aku berniat langsung pulang mengerjakan PR-ku yang seabreg. Namun sesuatu menghambat niatku saat aku melihat Bpk. Gunawan sedang menunggu kendaraan umum di dekat sekolah, langsung kuhampiri dia dan kubuka kaca jendela mobilku.
"Pak!", tegurku.
"Eh, Vina", sahutnya.
"Pulang ke arah mana, Pak?", tanyaku.
"Kebayoran Baru", jawabnya.
"Wah, searah dong", timpalku.
"Ikut sekalian Pak", kataku sambil membuka pintu mobil dari dalam.
"Enggak merepotkan?", tanyanya.
"Tidak apa-apa", jawabku.
"Baiklah", jawabnya seraya naik ke mobilku.
Sepanjang perjalanan kami banyak berbicara tentang banyak hal, dan ternyata beliau cukup menyenangkan, ternyata beliau memperhatikanku cukup lama ini kuperhatikan lewat ekor mataku sesekali, dan tiba-tiba dia menyentuh tanganku.
"Maaf", katanya.
"Tidak apa-apa kok Pak", sahutku, aku senang juga dalam hati.
Lalu secara tidak sengaja kulirik dia dan astaga!, ternyata celana bagian depannya ada tonjolan.
Ketika sampai di rumahnya, dia menawarkan masuk dan langsung kusetujui. Rumahnya cukup sederhana namun rapi, sesudah aku masuk beliau bercerita tentang dirinya lebih banyak bahwa dia sampai saat ini masih belum menikah, mendengar ceritanya aku semakin simpatik dan semakin membayangkan bisa bercinta dengannya. Akhirnya kami saling berpandangan tanpa berkata apapun, dan tangan beliau secara spontan membelai rambutku, lalu perlahan dia menciumku, "Oooh nikmat rasanya", dan segera kubalas ciumannya dengan hangat. Ternyata beliau bisa membaca situasi dan langsung tangannya menggerayangi sekujur tubuhku sehingga membuatku menggelinjang kenikmatan.
Selang beberapa lama, dia menuntunku masuk kamarnya dan aku menurut saja, ketika kami masuk ke kamar dia langsung mengunci pintunya dan memulai kembali aksinya, dengan napasnya yang memburu dia menciumiku dan tentu saja kubalas kembali dengan tak kalah memburunya. Perlahan-lahan dia melepaskan baju seragam sekolahku, dan rokku. Praktis kini hanya behaku dan celana dalamku yang tinggal.
"Kamu cantik sekali, Vin", katanya, aku hanya tersenyum mendengarnya karena aku ingin dia berbuat lebih dari itu, dan diapun ternyata memahaminya, dengan cepat dia melucuti beha dan celana dalamku sehingga aku telanjang bulat di depannya. Lalu gantian dia yang melepaskan seluruh bajunya. Saat semua bajunya terlepas, aku agak sedikit memiawik melihat penisnya yang telah tegang dan besarnya sekitar 24 cm dengan diameter kira-kira 4 cm, namun aku juga kagum melihatnya. Tanpa basa-basi dia langsung menidurkanku di tempat tidur dan membuka kakiku lebar-lebar sehingga kewanitaanku dapat terlihat jelas olehnya, kemudian dengan tidak membuang waktu lagi dia mulai membenamkan kepalanya disana dan mulai mempermainkan lidahnya sehingga aku menjerit-jerit kecil menahan kenikmatan. "Ehm.. ahh.. ahh..", hanya itu yang bisa kuucapkan, sampai beberapa waktu lamanya aku merasakan puncak kenikmatan dan menjerit-jerit, "Oh.. ahh.. aaah.. Pak.. ohh.. nikmat.. ooooh.." Dan spontan aku menjambak rambutnya tanpa mempedulikan lagi status antara kami.
Lalu dia bangkit dan secara cepat penisnya sudah ada di depan mukaku, aku paham maksudnya langsung kujilati penisnya perlahan-lahan kumainkan dengan lidahku dan aku dapat mendengar rintihannya menahan nikmat. Lalu kumasukkan penisnya ke dalam mulutku, sudah kuduga aku tak dapat melahap seluruhnya, hanya setengahnya yang masuk ke mulutku. Kulakukan gerakan maju mundur dengan kepalaku membuatnya semakin merintih kenikmatan. Harus kuakui aku juga menikmati permainan ini apalagi saat kurasakan penisnya berdenyut dalam mulutku, rasanya tak ingin kuakhiri permainan ini.

Tiba-tiba dia menarikku ke atas dan langsung dia menidurkanku kembali, kakiku kembali dibuka lebar-lebar dan dia mempermaikan klitku dengan penisnya yang membuatku semakin tak karuan sehingga tak berapa lama aku kembali mencapai puncak kenikmatan dan cairan kewanitaanku membasahi penisnya. Lalu tiba-tiba dengan satu gerakan cepat dia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, aku langsung menjerit karena vaginaku masih sempit dan aku masih perawan, sehingga kurasakan agak sedikit perih. Namun rupanya beliau telah tahu keadaanku sehingga dia diam sebentar agar aku dapat menguasai diri.
Setelah aku dapat menguasai diri beliau langsung menggerakkan pinggulnya perlahan-lahan dan makin lama makin cepat sehingga tubuhku terguncang-guncang. Setelah kira-kira 2 jam kami berpacu dalam birahi, aku merasakan orgasme kurang lebih sebanyak 5 kali sampai terakhir kurasakan beliau ingin mencapai puncak dia mengejang dan menjerit tertahan lalu kurasakan cairan hangat menyemprot dinding vaginaku.
Setelah semuanya selesai, aku pun berpamitan dengannya dan berjanji untuk melakukannya kembali malam minggu nanti.

Cerita 18+: Vina, Murid SMA yang Suka Seks
Pengalaman ini terjadi ketika aku kelas 3 SMA, aku memang berasal dari keturunan yang sangat disiplin dalam segala sesuatu. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara dan semuanya perempuan, namun kata orang sih aku yang paling cantik dan menurut orang-orang wajahku agak miripMikha Tembayong.Papa dan Mama cenderung orangnya keras dalam mendidik anak-anaknya bahkan boleh dibilang Papa itu orangnya tidak pernah menunjukkan pujian kepada anak-anaknya, jadi alhasil sampai saat ini aku tidak pernah merasakan belaian kasih sayang seorang ayah layaknya.
Saking kerasnya didikan orang tua kami, mereka menyekolahkan semua anaknya di sekolahfavorit termasuk aku dan tidak mengijinkan anak-anaknya untuk pacaran sebelum lulus SMA dan waktu itu aku terpaksa menurut walaupun dalam hati kecilku aku berontak karena di sekolahbanyak sekali cowok keren yang cukup menarik perhatianku dan cukup banyak pula cowok yang mendekatiku lantaran wajahku yang lumayan. Namun semuanya terpaksa aku tolak dan hasratkupun aku pendam dalam-dalam demi menyenangkan kedua orang tuaku.

Terus terang saat aku sendiri aku sering membayangkan bisa merasakan nikmatnya berciuman dan juga ingin merasakan ada tangan yang membelai rambutku, menjilati sekujur tubuhku (seperti yang aku lihat di blue film ketika aku SMP), juga ingin merasakan ada penis ukuran besar memasuki vaginaku, sehingga akupun sering bermasturbasi di kamarku.
Suatu hari di sekolah (entah kapan persisnya), saat di kelasku ada pelajaran Tata Negara yang menurutku cukup membosankan, namun aku suka pelajaran itu karena Bapak Gunawan yang mengajar kunilai cukup simpatik dan tampan walaupun usianya pantas menjadi bapakku. Beliau usianya mendekati 45 tahun, selalu bercukur, agak gemuk dan aku suka memperhatikan rambut di dadanya yang agak tersembul saat dia mengajar. Saat itu aku memperhatikan penampilannya agak lain dari biasanya, beliau saat itu mengenakan pakaian batik berwarna biru gelap dipadu dengan celana panjang berwarna agak hitam. Aku sangat terpesona sehingga aku membayangkan dapat bercinta dengannya, dan tak kusadari vaginaku telah basah.
"Vina!", tegurnya melihatku tidak konsentrasi.
"Eh.. i.. iya Pak", sahutku sekenanya.
"Tolong perhatikan", timpalnya.
"Baik Pak" jawabku.
Sialan makiku dalam hati apes banget aku apalagi ditambah dengan ledakan tawa seisi kelas yang membuatku sangat kesal. Akhirnya kuikuti terus pelajaran dengan hati tidak menentu.
Seusai sekolah, aku langsung berlari menuju mobilku yang kubawa sendiri dan kuparkir dekat halaman sekolah, aku berniat langsung pulang mengerjakan PR-ku yang seabreg. Namun sesuatu menghambat niatku saat aku melihat Bpk. Gunawan sedang menunggu kendaraan umum di dekat sekolah, langsung kuhampiri dia dan kubuka kaca jendela mobilku.
"Pak!", tegurku.
"Eh, Vina", sahutnya.
"Pulang ke arah mana, Pak?", tanyaku.
"Kebayoran Baru", jawabnya.
"Wah, searah dong", timpalku.
"Ikut sekalian Pak", kataku sambil membuka pintu mobil dari dalam.
"Enggak merepotkan?", tanyanya.
"Tidak apa-apa", jawabku.
"Baiklah", jawabnya seraya naik ke mobilku.
Sepanjang perjalanan kami banyak berbicara tentang banyak hal, dan ternyata beliau cukup menyenangkan, ternyata beliau memperhatikanku cukup lama ini kuperhatikan lewat ekor mataku sesekali, dan tiba-tiba dia menyentuh tanganku.
"Maaf", katanya.
"Tidak apa-apa kok Pak", sahutku, aku senang juga dalam hati.
Lalu secara tidak sengaja kulirik dia dan astaga!, ternyata celana bagian depannya ada tonjolan.
Ketika sampai di rumahnya, dia menawarkan masuk dan langsung kusetujui. Rumahnya cukup sederhana namun rapi, sesudah aku masuk beliau bercerita tentang dirinya lebih banyak bahwa dia sampai saat ini masih belum menikah, mendengar ceritanya aku semakin simpatik dan semakin membayangkan bisa bercinta dengannya. Akhirnya kami saling berpandangan tanpa berkata apapun, dan tangan beliau secara spontan membelai rambutku, lalu perlahan dia menciumku, "Oooh nikmat rasanya", dan segera kubalas ciumannya dengan hangat. Ternyata beliau bisa membaca situasi dan langsung tangannya menggerayangi sekujur tubuhku sehingga membuatku menggelinjang kenikmatan.
Selang beberapa lama, dia menuntunku masuk kamarnya dan aku menurut saja, ketika kami masuk ke kamar dia langsung mengunci pintunya dan memulai kembali aksinya, dengan napasnya yang memburu dia menciumiku dan tentu saja kubalas kembali dengan tak kalah memburunya. Perlahan-lahan dia melepaskan baju seragam sekolahku, dan rokku. Praktis kini hanya behaku dan celana dalamku yang tinggal.
"Kamu cantik sekali, Vin", katanya, aku hanya tersenyum mendengarnya karena aku ingin dia berbuat lebih dari itu, dan diapun ternyata memahaminya, dengan cepat dia melucuti beha dan celana dalamku sehingga aku telanjang bulat di depannya. Lalu gantian dia yang melepaskan seluruh bajunya. Saat semua bajunya terlepas, aku agak sedikit memiawik melihat penisnya yang telah tegang dan besarnya sekitar 24 cm dengan diameter kira-kira 4 cm, namun aku juga kagum melihatnya. Tanpa basa-basi dia langsung menidurkanku di tempat tidur dan membuka kakiku lebar-lebar sehingga kewanitaanku dapat terlihat jelas olehnya, kemudian dengan tidak membuang waktu lagi dia mulai membenamkan kepalanya disana dan mulai mempermainkan lidahnya sehingga aku menjerit-jerit kecil menahan kenikmatan. "Ehm.. ahh.. ahh..", hanya itu yang bisa kuucapkan, sampai beberapa waktu lamanya aku merasakan puncak kenikmatan dan menjerit-jerit, "Oh.. ahh.. aaah.. Pak.. ohh.. nikmat.. ooooh.." Dan spontan aku menjambak rambutnya tanpa mempedulikan lagi status antara kami.
Lalu dia bangkit dan secara cepat penisnya sudah ada di depan mukaku, aku paham maksudnya langsung kujilati penisnya perlahan-lahan kumainkan dengan lidahku dan aku dapat mendengar rintihannya menahan nikmat. Lalu kumasukkan penisnya ke dalam mulutku, sudah kuduga aku tak dapat melahap seluruhnya, hanya setengahnya yang masuk ke mulutku. Kulakukan gerakan maju mundur dengan kepalaku membuatnya semakin merintih kenikmatan. Harus kuakui aku juga menikmati permainan ini apalagi saat kurasakan penisnya berdenyut dalam mulutku, rasanya tak ingin kuakhiri permainan ini.

Tiba-tiba dia menarikku ke atas dan langsung dia menidurkanku kembali, kakiku kembali dibuka lebar-lebar dan dia mempermaikan klitku dengan penisnya yang membuatku semakin tak karuan sehingga tak berapa lama aku kembali mencapai puncak kenikmatan dan cairan kewanitaanku membasahi penisnya. Lalu tiba-tiba dengan satu gerakan cepat dia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, aku langsung menjerit karena vaginaku masih sempit dan aku masih perawan, sehingga kurasakan agak sedikit perih. Namun rupanya beliau telah tahu keadaanku sehingga dia diam sebentar agar aku dapat menguasai diri.
Setelah aku dapat menguasai diri beliau langsung menggerakkan pinggulnya perlahan-lahan dan makin lama makin cepat sehingga tubuhku terguncang-guncang. Setelah kira-kira 2 jam kami berpacu dalam birahi, aku merasakan orgasme kurang lebih sebanyak 5 kali sampai terakhir kurasakan beliau ingin mencapai puncak dia mengejang dan menjerit tertahan lalu kurasakan cairan hangat menyemprot dinding vaginaku.
Setelah semuanya selesai, aku pun berpamitan dengannya dan berjanji untuk melakukannya kembali malam minggu nanti.
Cerita dewasa ngentot 2013 Nikmatnya Memerawani Kekasihku
Nikmatnya Memerawani Kekasihku

Cerita Ngentot Bergambar - Nikmatnya Memerawani Kekasihku
Cerita ini merupakan pengalaman pribadi aku sendiri. Sebelum itu aku perkenalkan diri aku dulu, nama aku Beny, umur 17 tahun, tinggi 180 dengan berat 60kg aku sekolah di sebuah sekolah swasta yang terkenal di jakarta.
Aku mempunyai seorang pacar namanya Leni, tingginya 170 dengan berat 61kg berumur 24 tahun. Yaitu 7 tahun lebi tua dari pada aku. Seringkali teman aku menyebut aku sebagai simpanan tante-tante. Tapi aku senang-senang saja dengan perkataan teman-teman ku. Memang dari dulu aku lebih suka wanita yang lebih tua dari aku. Dan lebih dewasa tentang pelajaran sex tentunya.
Selama aku pacaran, aku belum pernah bertemu dengan Leni karena dia tinggal dikota Surabaya. Awalnya kami berkenalan dari sebuah game online yang mungkin sampai saat ini para wanita menyukainya gamenya. Kami berkenalan dari situ dan hingga menjadi pacaran.
Setiap hari kami pun selalu berkomunikasi melalu telepon. Pada suatu waktu dia menelepon aku pada pukul 22.00 aku pun asik bercerita apa adanya dengan dia. Dan boleh anda ketahui bahwa Leni memliki sifat hypersexsual tetapi dia masi perawan dan tidak pernah bermasturbasi. Dia tidak mau menghilangkan keperawanannya dengan bermasturbasi. Dan dy juga memiliki prinsip Virgin buat suami.sama dengan aku, aku juga masih perjaka tetapi aku selalu melakukan onani setiap hari.
Aku sering bercerita tentang pengalaman seks aku dengan melakukan onani. Dan ketika kami berbicara tentang seks, dengan tanpa malu aku bertanya:
"Yank, kamu sebenarnya mau gak sich kalo keperawanan kamu itu buat aku??"
"Ya, aku sih mau, tapi aku juga harus jaga prinsip aku. Aku maunya service kamu aja sampe kamu puas", ujarnya.
"kamu emang ga mau aku puasin juga yach??", tanyaku
"Mau lah yank. Mau banget malah. Tapi jangan di masukin ke memekku yah", ujarnya dengan bicara tanpa malu.
Setelah beberapa lama memendam rasa ingin berhubungan dengan pacarku, akhirnya ketika libur sekolah 2007 kemarin aku meminta ijin kepada orang tuaku untuk berjalan-jalan ke Surabaya bersama teman-temanku. Dan kedua orang tuaku mengijinkan aku untuk pergi ke Surabaya untuk beberapa hari.

Singkat cerita, sebenarnya aku pergi ke Surabaya sendiri. Tidak di temani satu orangpun. Dari membeli tiket pesawat, transportasi dll. Ketika aku sampai di sana. Pacarku langsung menjemputku. Baru pertama kali ini aku melihat dia. Dia begitu cantik, sexy, dan kulitnya cokelat matang dan mulus sekali. Aku melihat bagian tubuhnya dari atas sampai bawah tidak ada satu bagian tubuhnya yang terlewatkan untukku perhatikan. Buah dada nya yang ukurannya cukup besar.
Dia memakai rok mini sebatas paha dan kaos T-shirt yang ketat dan tidak berlengan. Batang kemaluan aku pun di buat tegang ketika melihat keindahan tubuhnya. kapan lagi gue bisa ngerasain cewe kaya gini batinku
Kemudian aku pun di antar dia ke sebuah hotel dekat tempat kostnya di Surabaya.
Ketika sampai di hotel. Dia pun memesankan satu kamar buat aku dan dia untuk melakukan hubungan sexsual. Dan kami pun masuk ke kamar hotel.
"Len, cantik banget kamu Say", godaku.
"ach masa? Kamu juga gagah dan ganteng yank", ujarnya dengan suara genit
"Serius len, aku biasa Cuma liat kamu di foto tapi sekarang bisa langsung liat kamu secara langsung. Aku kagum sekali punya pacar kaya kamu", ujarku
"Huw, dasar kamu!!", sambil tertawa canda
Setelah duduk-duduk aku pun sudah tidak sabar ingin merasakan ciuman hangatnya. Ketika duduk di sofa aku pun langsung menciumnya dengan penuh nafsu. Dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut. Dan lidah aku menjilat-jilat bibir dia. Ini baru pertama kalinya aku merasakan ciuman yang sangat menebarkan hatiku. Sehingga puncak nafsuku naik.dan aku pun memeluknya dengan erat sambil menciumi lehernya.
"Say, kapan nich di servicenya?", tanyaku.
"Sante aja atuh, lagian kan kita belum makanujarnya."
Kemudian kami pun memesan makanan terlebih dahulu dan setelah makan kami pun masuk ke kamar untuk menuntaskan nafsu aku.
Setelah masuk kamar dan kunci kamar aku kunci. Aku pun langsung merebahkan dia ketempat tidur dan tanpa malu-malu aku lumat bibir manisnya itu dengan bibirku. Dan dia juga menghambar lumatanku. Sehingga kami pun bercinta dengan romantis.
"say, hebat banget kamu cium akunya", Goda Leni dengan tertawa centil.
"yah,iyah lah say. Kapan nich aku di service??", ujarku
"Tanpa menjawab dia pun menciumi bibirku dan perlahan-lahan membuka celanaku dan bajuku, dan dalam sekejap aku pun telanjang bulat di depannya dengan batang kemaluan 17cm yang sudah menegang.
"kamu udah ahli ya say",Kataku.
"Hihihih. Abisnya kontol kamu besar dan bikin aku gemes say", ujarnya.
Kemudian di kocoklah batang kemaluanku yang menegang dengan perlahan dan ragu.
Maklum dia dan aku sama-sama belum pernah bersetubuh sebelumnnya. Sehingga kami pun melakukan apa adanya dengan naluri kenafsuan.
Nikmat sekali kocokannya, tidak pernah terbayang seumur hidupku bila dikocok batang kemaluanku oleh wanita yang cantik dan sexy tersebut. Setelah itu dia pun menciumi kepala penisku yang berbentuk seperti helm dan mulai mengulumnya.
"Mmhh...", ujarku.Merasa kenikmatan.
Sambil mengulum batang kemaluanku, dia pun memegang selangkanganku dan menjilatin buah pler ku yang membuat aku merasa terangsang.
"Aahh.. enak banget Say... terus... mmpphhh", ujarku.ketika merasakan kenikmatan.
Selama 10 menit dia mengulum dan mengocoki batangku dengan berbagai cara. Aku pun mencapai orgasme dan mengeluarkan spermaku kemulutnnya
"Crot... crot... crot...", keluarlah air maniku di mulut pacarku. Leni pun pertama-tama enggan untuk menelan spermaku. Tetapi ku paksa untuk menelannya. Karena aku yakin sperma dapat membuat seseorang wanita awet muda.
Setelah aku mencapai orgasme. Aku pun menciumi dia sambil berbaring di tempat tidur
Say, sini sekarang gantian kamu aku puasin ujarku.sambil meremas-remas buah dada yang sudah mengencang tetapi masih ditutupi kaos.
"Ahh... sini puasin aku, tapi janji yah jangan di masukin atau mencolok memekku", ujarnya.
Aku pun tidak menghiraukan perkataannya dan langsung membuka bajunya dan membuka branya yang berwana pink.
WOW!! Buah dadanya sangat menantang didepanku.
"Belum pernah aku melihat buah dada sebesar ini", kataku kepadanya. Dia pun tertawa kecil sambil merintih keasikan.
Ternyata setelah kuselidiki.ukuran BH-nya 36C. itu cukup besar untuk seorang wanita.

Dengan nafsunya aku menjilati putingnya yang berwarna merah muda. Dan ku hisap dengan penuh nafsu.
"Oohh... Terus Say... Enak bangett... Aachh... mmhh", ujarnya.
Aku pun melanjutkan dengan menyusuri perut hingga selangkangannya serta kedua tanganku terus memeras kedua dada nya yang tergantung bebas. Aku pun kemudian menjilati selangkangannya dan tidak sengaja terkena bibir vaginanya.
"Ahh", katanya ketika mengetahui aku menjilati bibir vaginanya.
"Ups. Sory aku ga sengaja", ujarku.dan aku langsung menghentikan jilatanku.
"Bukan itu Say. Rasanya enak sekali. Aku ingin kau melakukan lebih dari ini", katanya.
Tanpa basa basi aku pun langsung membuka CD nya yang berwarna pink itu.
Dan aku pun langsung merasakan dan melihat langsung bentuk memek sebenarnya yang belum pernah kulihat langsung (biasanya aku melihat hanya di BF). Ternyata bentuknya sangat indah dan mungil. Dan bulu kemaluannya pun dirawat setiap hari oleh kekasihku.
"Mantap sekali memekmu say", ujarku.
"Itu kan sudah kurawat hanya untukmu say, jadi jangan di sia-siakan malam ini yah", jawabnya.
Lalu aku pun langsung menjilati vagina nya yang sangat sempit itu.dan aku menjilati bagian klitorisnya sehingga menimbulkan desahan yang nikmat...
ini baru namanya memek perawan, pikirku.
Sekitar 5 menit aku menjilatinya serta memeras buah dadanya, akhirnya dia pun mencapai orgasme dan badannya pun mengejang untuk beberapa saat. Dan pada saat ini lah dia baru pertama kali merasakan orgasme.
"Achh... Ohh... Nikmat sekali Say. Benar juga apa yang kamu bicarakan tentang nikmatnya orgasme", ujarnya sambil menciumi bibirku kecil-keci.
"Ini kan baru permulaan say, nanti kita baru rasakan surga dunia yang sebenarnya", ujarku dengan penuh tahu (padahal aku pun juga belum pernah merasakan bersetubuh dengan wanita).
Setelah 20 menit aku berbaring telanjang bulat dengan dia, napsu birahi aku dan kekasihku pun mulai melonjak. Aku langsung memegang batang kemaluanku dan menyodorkan kepada Leni.
"Len, isep dong say, ga tahan nich", kataku.
Tanpa basa basi pun dia langsung menelan batang kemaluanku yang lumayan panjang semuanya sampai ke buah pler ku. Dan di kocokinya dengan irama yang cepat.
"achh... Ayo say... terus... enakk... ahh...", ujarku menahan nikmat.
Sambil mengulum penisku, aku meminta agar kita bermain dengan gaya 69 (gaya yang sering aku liat di film BF). Dia pun langsung menindih aku dengan arah terbalik. Aku pun dengan leluasa menjelajahi seluruh kewanitaannya.
Ketika aku memainkan klitorisnya dia pun menambah terangsang.
"Achh... Nikmat say... Ayo cepat ahh... Aku ga sabar pingin di masukin kontol kamu", ujarnya.
Tanpa bicara dia pun langsung melentangkan badannya dan aku pun perlahan-lahan memasukkan penisku yang lumayan besar kedalam vaginanya yang sangat sempit.
"Dah siap keperawananmu aku ambil say?", godaku sambil memegang pantatnya yang begitu montok.
"SudaH Siap Koq!! Cepet masukin ah", ujarnya agak sedikit sebal karena sudah ingin dimasuki kontolku kedalam lubangnya.
Aku pun perlahan memasukan kepala penisku.dia pun merintih kenikmatan... sedikit demi sedikit aku memasukinya dengan menggerakkannya maju mundur. Dan lama kelamaan aku pun merasakan sudah agak mudah memasukinya karena dia vaginanya pun mulai lembap dan basah. Setelah hampir 10 menit akhirnya aku dapet memasukan semua penisku kedalam liang vaginanya...
Selang beberapa menit aku menyodokkan kemaluan aku keliang surganya. Dengan posisi kedua kakinya diletakkan dipundak aku sehingga bibir kemaluannya nongol dan menyempit sedikit-demi sedikit aku gerakkan batang kemaluan aku maju mundur sambil tangan aku meremas kedua belah buah dadanya yang semakin kencang.
"Achh... achh... Nikmat ochh... sshh...", desahnya seiring naik turunnya tubuhnya dan menahan rasa sakit di masukkan oleh kontolku yang besar. Dan ketika aku menyodok naik turun, aku merasakan aku menembus suatu dinding halus, dan psstt... aku pun langsung memberhentikan sodokanku ketika kekasihku pun menjerit kesakitan. Ternyata aku telah mengambil keperawanannya. Kulihat darah keperawanannya mengalir dan berceceran ke sprei tempat tidur kami.
"Say, kamu uda ga perawan lagi", kataku sambil menyodok penisku ke liang vaginanya.
"Gak apa apa say, enak banget rasanya, kalau tau rasanya kaya gini, dari dulu pasti aku uda ga bakal jadi perawan lagi', ujarnya.
"Dasar kamu!! Hoki aku yang ngambil keperawanan kamu", balasku sambil penuh canda dan akupun melanjutkan permainan kami dengan penuh sensasi.
Sekali-sekali aku menciumi pundaknya dan meremas payudaranya yang bergelantungan dengan bebas. Ini emang pengalaman yang menyenangkan batinku.
Setelah itu kami pun mencoba doggy style walaupun tidak mahir aku pun mengikuti birahiku. Semakin lama aku menggoyangkan tubuhku serta meremas puting yang indah itu. Aku pun semakin menggeliat-geliat tak tertahankan.
Aku terdiam sejenak merasakan hangat dan denyut memek kekasihku. Kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut dan ngilu-ngilu enakk... dan akupun makin mempercepat gerakan-gerakan maju mundur.. sampai akhirnya kurasakan ngilu... geli... yang amat sangat... aku tak tahan lagi, kutekan kontolku sedalam-dalamnya.

"Achh... aku mau keluar say... mhh...", ujarku.
"Ohch... oachh... achh... aku juga mau keluar say. Barengan aja", katanya.
"Aku keluar didalam aja yah?", tanyaku.
"Yah. Didalam aja. Ochh... 2 hari lagi uda mau dapet... Ahh...", balasnya sambil menjerit kenikmatan.
Aku pun langsung mempercepat irama dan Leni pun menggoyangkan pantatnya semakin kencang dan berputar-putar seperti orang kesurupan dan sesekali dia merintih kenikmatan.
"Crot... Crot... Crot...", kurasakan tubuhku bergetar keras seperti menggigil kedinginan. kekasihku dengan erat mencekengkram pundakku dan tubuhnya ikut menggelinjang seperti ngilu. Air maniku yang hangat seluruhnya tumpah kedalam liang vaginanya. Sungguh ini baru namanya surga dunia. Dan keperjakaan aku pun sudah diambil oleh kekasihku sendiri. Ternyata lebih nikmat di bandingkan onani yang kulakukan setiap hari. Dan aku pun mencabut penisku dari vaginanya dan terbaring lemas.
"Gimana? Surga dunia?", tanyaku sambil mengatur napas karena kelelahan.
"Enak banget say. Bukannya surga dunia, tapi surganya surga", jawabnya sambil tertawa kecil dan berbaring di pangkuanku.
Kemudian kami pun ketiduran telanjan bulat Cuma di tutupi selimut. Sampai kira-kira jam 9 malam (tidak terlalu jelas waktunya karena waktu itu aku masih tertidur pulas). Aku merasakan ada yang menjilati penisku. Ketika kulihat, ternyata kekasihku sedang menghisap penisku karena ketagihan dan napsu birahinya mulai melonjak.
Dan pada malam itu pun kami bersetubuh lagi hingga 6 kali. Tentu dengan orgasme yang lebih nikmat dan permainan yang baru. Karena sudah tidak ragu-ragu dalam melakukan persetubuhan ini.
Dan setelah aku balik ke Jakarta dia pun kadang-kadang datang ke Jakarta hanya untuk bersetubuh denganku, sebab dia tidak mau bersetubuh dengan orang lain selain aku. dia setiap hari melakukan masturbasi untuk menuntaskan kenafsuannya ketika dia berada di Surabaya. Dia biasanya 2 atau 3 bulan sekali datang ke Jakarta untuk menuntaskan napsu birahinya kepadaku. Aku pun sangat senang untuk melayaninya.
Begitulah pengalaman pribadi aku. Mohon maaf apabila terjadi kesalahpahaman tulisan karena aku bukanlah orang yang pandai bercerita. Aku akan berusaha membagikan pengalaman aku yang lebih seru lagi.
Tamat

Cerita Ngentot Bergambar - Nikmatnya Memerawani Kekasihku
Cerita ini merupakan pengalaman pribadi aku sendiri. Sebelum itu aku perkenalkan diri aku dulu, nama aku Beny, umur 17 tahun, tinggi 180 dengan berat 60kg aku sekolah di sebuah sekolah swasta yang terkenal di jakarta.
Aku mempunyai seorang pacar namanya Leni, tingginya 170 dengan berat 61kg berumur 24 tahun. Yaitu 7 tahun lebi tua dari pada aku. Seringkali teman aku menyebut aku sebagai simpanan tante-tante. Tapi aku senang-senang saja dengan perkataan teman-teman ku. Memang dari dulu aku lebih suka wanita yang lebih tua dari aku. Dan lebih dewasa tentang pelajaran sex tentunya.
Selama aku pacaran, aku belum pernah bertemu dengan Leni karena dia tinggal dikota Surabaya. Awalnya kami berkenalan dari sebuah game online yang mungkin sampai saat ini para wanita menyukainya gamenya. Kami berkenalan dari situ dan hingga menjadi pacaran.
Setiap hari kami pun selalu berkomunikasi melalu telepon. Pada suatu waktu dia menelepon aku pada pukul 22.00 aku pun asik bercerita apa adanya dengan dia. Dan boleh anda ketahui bahwa Leni memliki sifat hypersexsual tetapi dia masi perawan dan tidak pernah bermasturbasi. Dia tidak mau menghilangkan keperawanannya dengan bermasturbasi. Dan dy juga memiliki prinsip Virgin buat suami.sama dengan aku, aku juga masih perjaka tetapi aku selalu melakukan onani setiap hari.
Aku sering bercerita tentang pengalaman seks aku dengan melakukan onani. Dan ketika kami berbicara tentang seks, dengan tanpa malu aku bertanya:
"Yank, kamu sebenarnya mau gak sich kalo keperawanan kamu itu buat aku??"
"Ya, aku sih mau, tapi aku juga harus jaga prinsip aku. Aku maunya service kamu aja sampe kamu puas", ujarnya.
"kamu emang ga mau aku puasin juga yach??", tanyaku
"Mau lah yank. Mau banget malah. Tapi jangan di masukin ke memekku yah", ujarnya dengan bicara tanpa malu.
Setelah beberapa lama memendam rasa ingin berhubungan dengan pacarku, akhirnya ketika libur sekolah 2007 kemarin aku meminta ijin kepada orang tuaku untuk berjalan-jalan ke Surabaya bersama teman-temanku. Dan kedua orang tuaku mengijinkan aku untuk pergi ke Surabaya untuk beberapa hari.

Singkat cerita, sebenarnya aku pergi ke Surabaya sendiri. Tidak di temani satu orangpun. Dari membeli tiket pesawat, transportasi dll. Ketika aku sampai di sana. Pacarku langsung menjemputku. Baru pertama kali ini aku melihat dia. Dia begitu cantik, sexy, dan kulitnya cokelat matang dan mulus sekali. Aku melihat bagian tubuhnya dari atas sampai bawah tidak ada satu bagian tubuhnya yang terlewatkan untukku perhatikan. Buah dada nya yang ukurannya cukup besar.
Dia memakai rok mini sebatas paha dan kaos T-shirt yang ketat dan tidak berlengan. Batang kemaluan aku pun di buat tegang ketika melihat keindahan tubuhnya. kapan lagi gue bisa ngerasain cewe kaya gini batinku
Kemudian aku pun di antar dia ke sebuah hotel dekat tempat kostnya di Surabaya.
Ketika sampai di hotel. Dia pun memesankan satu kamar buat aku dan dia untuk melakukan hubungan sexsual. Dan kami pun masuk ke kamar hotel.
"Len, cantik banget kamu Say", godaku.
"ach masa? Kamu juga gagah dan ganteng yank", ujarnya dengan suara genit
"Serius len, aku biasa Cuma liat kamu di foto tapi sekarang bisa langsung liat kamu secara langsung. Aku kagum sekali punya pacar kaya kamu", ujarku
"Huw, dasar kamu!!", sambil tertawa canda
Setelah duduk-duduk aku pun sudah tidak sabar ingin merasakan ciuman hangatnya. Ketika duduk di sofa aku pun langsung menciumnya dengan penuh nafsu. Dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut. Dan lidah aku menjilat-jilat bibir dia. Ini baru pertama kalinya aku merasakan ciuman yang sangat menebarkan hatiku. Sehingga puncak nafsuku naik.dan aku pun memeluknya dengan erat sambil menciumi lehernya.
"Say, kapan nich di servicenya?", tanyaku.
"Sante aja atuh, lagian kan kita belum makanujarnya."
Kemudian kami pun memesan makanan terlebih dahulu dan setelah makan kami pun masuk ke kamar untuk menuntaskan nafsu aku.
Setelah masuk kamar dan kunci kamar aku kunci. Aku pun langsung merebahkan dia ketempat tidur dan tanpa malu-malu aku lumat bibir manisnya itu dengan bibirku. Dan dia juga menghambar lumatanku. Sehingga kami pun bercinta dengan romantis.
"say, hebat banget kamu cium akunya", Goda Leni dengan tertawa centil.
"yah,iyah lah say. Kapan nich aku di service??", ujarku
"Tanpa menjawab dia pun menciumi bibirku dan perlahan-lahan membuka celanaku dan bajuku, dan dalam sekejap aku pun telanjang bulat di depannya dengan batang kemaluan 17cm yang sudah menegang.
"kamu udah ahli ya say",Kataku.
"Hihihih. Abisnya kontol kamu besar dan bikin aku gemes say", ujarnya.
Kemudian di kocoklah batang kemaluanku yang menegang dengan perlahan dan ragu.
Maklum dia dan aku sama-sama belum pernah bersetubuh sebelumnnya. Sehingga kami pun melakukan apa adanya dengan naluri kenafsuan.
Nikmat sekali kocokannya, tidak pernah terbayang seumur hidupku bila dikocok batang kemaluanku oleh wanita yang cantik dan sexy tersebut. Setelah itu dia pun menciumi kepala penisku yang berbentuk seperti helm dan mulai mengulumnya.
"Mmhh...", ujarku.Merasa kenikmatan.
Sambil mengulum batang kemaluanku, dia pun memegang selangkanganku dan menjilatin buah pler ku yang membuat aku merasa terangsang.
"Aahh.. enak banget Say... terus... mmpphhh", ujarku.ketika merasakan kenikmatan.
Selama 10 menit dia mengulum dan mengocoki batangku dengan berbagai cara. Aku pun mencapai orgasme dan mengeluarkan spermaku kemulutnnya
"Crot... crot... crot...", keluarlah air maniku di mulut pacarku. Leni pun pertama-tama enggan untuk menelan spermaku. Tetapi ku paksa untuk menelannya. Karena aku yakin sperma dapat membuat seseorang wanita awet muda.
Setelah aku mencapai orgasme. Aku pun menciumi dia sambil berbaring di tempat tidur
Say, sini sekarang gantian kamu aku puasin ujarku.sambil meremas-remas buah dada yang sudah mengencang tetapi masih ditutupi kaos.
"Ahh... sini puasin aku, tapi janji yah jangan di masukin atau mencolok memekku", ujarnya.
Aku pun tidak menghiraukan perkataannya dan langsung membuka bajunya dan membuka branya yang berwana pink.
WOW!! Buah dadanya sangat menantang didepanku.
"Belum pernah aku melihat buah dada sebesar ini", kataku kepadanya. Dia pun tertawa kecil sambil merintih keasikan.
Ternyata setelah kuselidiki.ukuran BH-nya 36C. itu cukup besar untuk seorang wanita.

Dengan nafsunya aku menjilati putingnya yang berwarna merah muda. Dan ku hisap dengan penuh nafsu.
"Oohh... Terus Say... Enak bangett... Aachh... mmhh", ujarnya.
Aku pun melanjutkan dengan menyusuri perut hingga selangkangannya serta kedua tanganku terus memeras kedua dada nya yang tergantung bebas. Aku pun kemudian menjilati selangkangannya dan tidak sengaja terkena bibir vaginanya.
"Ahh", katanya ketika mengetahui aku menjilati bibir vaginanya.
"Ups. Sory aku ga sengaja", ujarku.dan aku langsung menghentikan jilatanku.
"Bukan itu Say. Rasanya enak sekali. Aku ingin kau melakukan lebih dari ini", katanya.
Tanpa basa basi aku pun langsung membuka CD nya yang berwarna pink itu.
Dan aku pun langsung merasakan dan melihat langsung bentuk memek sebenarnya yang belum pernah kulihat langsung (biasanya aku melihat hanya di BF). Ternyata bentuknya sangat indah dan mungil. Dan bulu kemaluannya pun dirawat setiap hari oleh kekasihku.
"Mantap sekali memekmu say", ujarku.
"Itu kan sudah kurawat hanya untukmu say, jadi jangan di sia-siakan malam ini yah", jawabnya.
Lalu aku pun langsung menjilati vagina nya yang sangat sempit itu.dan aku menjilati bagian klitorisnya sehingga menimbulkan desahan yang nikmat...
ini baru namanya memek perawan, pikirku.
Sekitar 5 menit aku menjilatinya serta memeras buah dadanya, akhirnya dia pun mencapai orgasme dan badannya pun mengejang untuk beberapa saat. Dan pada saat ini lah dia baru pertama kali merasakan orgasme.
"Achh... Ohh... Nikmat sekali Say. Benar juga apa yang kamu bicarakan tentang nikmatnya orgasme", ujarnya sambil menciumi bibirku kecil-keci.
"Ini kan baru permulaan say, nanti kita baru rasakan surga dunia yang sebenarnya", ujarku dengan penuh tahu (padahal aku pun juga belum pernah merasakan bersetubuh dengan wanita).
Setelah 20 menit aku berbaring telanjang bulat dengan dia, napsu birahi aku dan kekasihku pun mulai melonjak. Aku langsung memegang batang kemaluanku dan menyodorkan kepada Leni.
"Len, isep dong say, ga tahan nich", kataku.
Tanpa basa basi pun dia langsung menelan batang kemaluanku yang lumayan panjang semuanya sampai ke buah pler ku. Dan di kocokinya dengan irama yang cepat.
"achh... Ayo say... terus... enakk... ahh...", ujarku menahan nikmat.
Sambil mengulum penisku, aku meminta agar kita bermain dengan gaya 69 (gaya yang sering aku liat di film BF). Dia pun langsung menindih aku dengan arah terbalik. Aku pun dengan leluasa menjelajahi seluruh kewanitaannya.
Ketika aku memainkan klitorisnya dia pun menambah terangsang.
"Achh... Nikmat say... Ayo cepat ahh... Aku ga sabar pingin di masukin kontol kamu", ujarnya.
Tanpa bicara dia pun langsung melentangkan badannya dan aku pun perlahan-lahan memasukkan penisku yang lumayan besar kedalam vaginanya yang sangat sempit.
"Dah siap keperawananmu aku ambil say?", godaku sambil memegang pantatnya yang begitu montok.
"SudaH Siap Koq!! Cepet masukin ah", ujarnya agak sedikit sebal karena sudah ingin dimasuki kontolku kedalam lubangnya.
Aku pun perlahan memasukan kepala penisku.dia pun merintih kenikmatan... sedikit demi sedikit aku memasukinya dengan menggerakkannya maju mundur. Dan lama kelamaan aku pun merasakan sudah agak mudah memasukinya karena dia vaginanya pun mulai lembap dan basah. Setelah hampir 10 menit akhirnya aku dapet memasukan semua penisku kedalam liang vaginanya...
Selang beberapa menit aku menyodokkan kemaluan aku keliang surganya. Dengan posisi kedua kakinya diletakkan dipundak aku sehingga bibir kemaluannya nongol dan menyempit sedikit-demi sedikit aku gerakkan batang kemaluan aku maju mundur sambil tangan aku meremas kedua belah buah dadanya yang semakin kencang.
"Achh... achh... Nikmat ochh... sshh...", desahnya seiring naik turunnya tubuhnya dan menahan rasa sakit di masukkan oleh kontolku yang besar. Dan ketika aku menyodok naik turun, aku merasakan aku menembus suatu dinding halus, dan psstt... aku pun langsung memberhentikan sodokanku ketika kekasihku pun menjerit kesakitan. Ternyata aku telah mengambil keperawanannya. Kulihat darah keperawanannya mengalir dan berceceran ke sprei tempat tidur kami.
"Say, kamu uda ga perawan lagi", kataku sambil menyodok penisku ke liang vaginanya.
"Gak apa apa say, enak banget rasanya, kalau tau rasanya kaya gini, dari dulu pasti aku uda ga bakal jadi perawan lagi', ujarnya.
"Dasar kamu!! Hoki aku yang ngambil keperawanan kamu", balasku sambil penuh canda dan akupun melanjutkan permainan kami dengan penuh sensasi.
Sekali-sekali aku menciumi pundaknya dan meremas payudaranya yang bergelantungan dengan bebas. Ini emang pengalaman yang menyenangkan batinku.
Setelah itu kami pun mencoba doggy style walaupun tidak mahir aku pun mengikuti birahiku. Semakin lama aku menggoyangkan tubuhku serta meremas puting yang indah itu. Aku pun semakin menggeliat-geliat tak tertahankan.
Aku terdiam sejenak merasakan hangat dan denyut memek kekasihku. Kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut dan ngilu-ngilu enakk... dan akupun makin mempercepat gerakan-gerakan maju mundur.. sampai akhirnya kurasakan ngilu... geli... yang amat sangat... aku tak tahan lagi, kutekan kontolku sedalam-dalamnya.

"Achh... aku mau keluar say... mhh...", ujarku.
"Ohch... oachh... achh... aku juga mau keluar say. Barengan aja", katanya.
"Aku keluar didalam aja yah?", tanyaku.
"Yah. Didalam aja. Ochh... 2 hari lagi uda mau dapet... Ahh...", balasnya sambil menjerit kenikmatan.
Aku pun langsung mempercepat irama dan Leni pun menggoyangkan pantatnya semakin kencang dan berputar-putar seperti orang kesurupan dan sesekali dia merintih kenikmatan.
"Crot... Crot... Crot...", kurasakan tubuhku bergetar keras seperti menggigil kedinginan. kekasihku dengan erat mencekengkram pundakku dan tubuhnya ikut menggelinjang seperti ngilu. Air maniku yang hangat seluruhnya tumpah kedalam liang vaginanya. Sungguh ini baru namanya surga dunia. Dan keperjakaan aku pun sudah diambil oleh kekasihku sendiri. Ternyata lebih nikmat di bandingkan onani yang kulakukan setiap hari. Dan aku pun mencabut penisku dari vaginanya dan terbaring lemas.
"Gimana? Surga dunia?", tanyaku sambil mengatur napas karena kelelahan.
"Enak banget say. Bukannya surga dunia, tapi surganya surga", jawabnya sambil tertawa kecil dan berbaring di pangkuanku.
Kemudian kami pun ketiduran telanjan bulat Cuma di tutupi selimut. Sampai kira-kira jam 9 malam (tidak terlalu jelas waktunya karena waktu itu aku masih tertidur pulas). Aku merasakan ada yang menjilati penisku. Ketika kulihat, ternyata kekasihku sedang menghisap penisku karena ketagihan dan napsu birahinya mulai melonjak.
Dan pada malam itu pun kami bersetubuh lagi hingga 6 kali. Tentu dengan orgasme yang lebih nikmat dan permainan yang baru. Karena sudah tidak ragu-ragu dalam melakukan persetubuhan ini.
Dan setelah aku balik ke Jakarta dia pun kadang-kadang datang ke Jakarta hanya untuk bersetubuh denganku, sebab dia tidak mau bersetubuh dengan orang lain selain aku. dia setiap hari melakukan masturbasi untuk menuntaskan kenafsuannya ketika dia berada di Surabaya. Dia biasanya 2 atau 3 bulan sekali datang ke Jakarta untuk menuntaskan napsu birahinya kepadaku. Aku pun sangat senang untuk melayaninya.
Begitulah pengalaman pribadi aku. Mohon maaf apabila terjadi kesalahpahaman tulisan karena aku bukanlah orang yang pandai bercerita. Aku akan berusaha membagikan pengalaman aku yang lebih seru lagi.
Tamat
Cerita dewasa ngentot Main Tenis Jangan Pake Birahi
cerita 18+ Main Tenis Jangan Pake Birahi
Kisah ini berawal di sebuah kawasan elite di Jakarta dimana saya bernama Basra
berkenalan dengan Shinta di lapangan tenis tersebut karena jadwal yang
bersamaan. Kami berdua sudah menginjak usia diatas empat puluhan, namun karena
olah raga yang sangat teratur dan disiplin, bentuk tubuh dan penampilan kami
masih sangat baik dan terjaga, terlebih Shinta yang masih bak gadis belasan
tahun, lincah sexy, langsing dan mulus apalagi selalu mengenakan kaus yang ketat
dan rok tenis mini, sehingga menampilkan pahanya yang putih mulus dan langsing
terutama bentuk betisnya yang mengecil dan pipih bagian bawah diatas tumitnya….
Kaki gelatik…. Kata para orang tua dahulu… yang … konon katanya….. enaaaak
sekali di ent*t alias di setubuhi … katanya sih.. seret.. or tidak becek.. !!!
Aaah… apa iya… yaaa ??.
Sebenarnya kami berdua sudah berkeluarga dan suami Shinta ,Peter, juga ikut
bermain tenis namun tidak rutin. Setiap kali main tennis, mata saya tak luput
selalu berusaha melirik kepada Shinta yang sedang meliuk , melompat , berteriak
manja sambil memukul bola. Sering kali pada saat melompat entah tanpa sadar atau
di sengaja , rok mini nya berkibar keatas sehingga terlihat CD mini putih
berenda …..aaaachh indah nya….
Suatu saat kami main berpasangan… dan memang Shinta senang berpasangan dengan
saya karena dapat mengcover kelemahan nya bila menerima bola lop kebelakang,
tinggi badan ku memang lebih dari 180 cm dan berkulit hitam legam, sangat
kontras dengan Shinta yang mungil dan berkulit putih bersih. Saat-saat yang
selalu menggoda bila Shinta mengambil posisi didepan ku sambil sedikit
menungging dan meggoyang –goyang pantat nya. … aaiicchhh… gimanya yaaa rasanyaa
.. bila ..bukit mungil diantara paha nan ramping putih mulus itu di… terobosss…
oleh ..rudal ku yang.. panjaaanngg… nan.. hitam legam ini…?.. Suuuurrrr..!!!!.
Apalagi bila berdekatan bau parfumnya begitu merangsang. Dan sewaktu kami
menerima bola lop, tanpa sadar Shinta mudur dengan gesit sementara aku berlari
maju mengejar bola… daaannn… bhhuuukkk…!! kami bertumbukan.. pantat Shinta
menghantam tepat di depan selangkangan ku , aauuuu ooohhh .. adhuuhh.. ! aku
terjongkok menahan sakit . Oohh.. sorry.. pak Bas..!! apanya tadi yang kena ??.
aauuhhh iki.. lho.. bu Shinta… jimat ku !!.. Jimat ? apa.. itu pak ?. Lhahh
iku.. barang “ siji sing tak rumat !”. aacchh .. pak Basra.. bercanda.. tapi..
gak apa apa khan ?.. Ya tapi.. kalo nanti malam tidak bisa sama isteri.. ibu
Shinta harus tanggung jawab menyembuhkan lhoo !!.. “aacchhh…” katanya sambil
pipinya merona merah tersipu !!.
Suatu saat…… pucuk di cinta ulam tiba..!., pada saat aku lagi pusing dikantor
mendadak HP berbunyi .. dan.. “Hallow , siang Pak Bas.., Shinta ini !”. Eee…
ooooh.. halo ibu Shinta , rasanya saya semalam tidak mimpi di gigit ular.. kok
hari ini dapat rejeki.. di telpon wanita.. cantik yaa !” kata ku sambil tergagap
saking kagetnya. “ Aaach .. suka bercanda.. !”. Iyaa kok bu, serius nih.. dari
semua teman wanita saya yang sebaya, ibu lah yang nomor satu cantiknya.. kok !,
“Ghombal ach !” katanya,…… “Iyaa kok … sumpah .. disambar… Janda dech ?”. Haaa…
haaa… haaaa, dari ketawanya saya yakin dia sangat senang dengan canda yang aku
lontarkan. Serangan tahap satu , telah aku jalankan .. kelihatannya cukup
berhasil !. Kemudian bagai petir menyambar di siang bolong , Shinta berkata “
Pak Bas.. kalau tak keberatan.. nich.. sore nanti aku mau numpang ke lapangan
tennis.. karena Peter tidak bisa main.., boleh gak ?” Ee..chhh.. boleh aja..,
tapi ..pulang kerja nanti aku jemput ibu Shinta kemudian ke rumah saya dulu,
saya ganti pakaian tennis.. baru kelapangan tennis.. karena rumah saya kan lebih
dekat ke lapangan, jadi tidak berputar-putar.” Iiiyaaa… dechhh !. “Tapi kenapa
kok gak ganti di rumah saya saja? “ katanya. Enggak.. ach.. lha wong suaminya
gak di rumah, nanti kalau aku ganti pakaian, terus ibu terangsang .. dan aku
diperkosa.. gimana.. ?” godaku. “ Bukannya Pak Bas senang!” jawabnya .. yang
membuat jantungku berdegup lebih keras.’ Kalau yang itu namanya bukan
diperkosa.. tapi… selingkuh.!” Suka sama suka !... Udah.. ahh .. makin.
Ngelantur.. aja.., nanti ya Pak Baas saya tunggu.. jam enam lho.. ! katanya
dengan nada mulai agak manja . Wach…. Serangan tahap dua sudah berhasil !
Jam enam sore aku sudah berada didepan rumah Shinta, ternyata Shinta sudah siap
, dengan kaos dan rok mini serba biru dia masuk ke mobilku .. daaan .. aaacchhh…
harumnya meck !.. Syuurr… berdebar ..lah jantung ini.. dan.. terlebih.. lagi..
berontak..dan menggeliat… si.. buyung.. yang tak tahu aturan ini !... Selamat
soree Pak Baas.. !’… Sore.. Buu.. !. Pak Bas.. ibu gak marah nih.. saya ikut ke
rumah ?.. Ooo gak, saya lagi sendiri.. isteri dan anak2 lagi pulang kampung.!..
Wacch.. saya dong.. yg bahaya .. bisa2..diperkosa nich..!.. Bukannya gak apa2
kalau .. sama2.. senang !..gurauku. hii… hhiiiikkk ! “ jawabnya tersipu..
kulihat pipinya me – merah tanda senang !!! …Horrrayyy !!! bakalan
kesampaian..nih.. ngebukti-in ..seerrrettt..nya si kaki gelatik.. pikiran..ku
mulai ngeresss !. Sampai dirumah.. aku buka pintu sambil ku coba pegang
pundaknya ku bimbing Shinta masuk ke ruang tamu… eecchhh…surprise ! Shinta tidak
protes ! Boleh nich..coba pegang bagian yg lain ! pikirku ngelantur… tapi aku
coba untuk sabar .
“Silahkan Sin , anggap rumah sendiri !” Aku mandi dulu yaa!”. Pada saat mandi ,
aku sabun bersih semua bagian tubuh ku, terutama si “Jimat” yang sudah ber
denyut-denyut . Selesai mandi, kulihat Shinta duduk di sofa sambil baca Koran,
aku terkesima melihat paha dan betis yang makin membuat si buyung berontak. “Hai
!” sapa ku . “Heeii , segar nih !” kata Shinta. Aku beranikan duduk disamping
nya sambil tangan ku merangkul pudak nya , eehh dia diam!!... Serangan tahap
tiga dimulai. Ku belai dan ku cium rambut nya…heemmh harum ! , dia diam juga ! ,
lalu aku putar dengan halus sehingga muka kami saling berhadapan…. Dia memandang
dengan sayu.. dan terbersit..pasrah!! Sambil tetap memandang matanya ku dekatkan
wajahku perlahan.. dan..Sluurpp! ku kecup bibirnya yg lembut ..halus dan tipis….
daaannn…. Sssssllluuuurrrrrppppp….. ssllluuuurrrppp… Shinta membalas kecupan
ringan ku dengan lumatan..yang membuat aku hampir kehabisan nafas…. Wachh ..
buas juga nih si nyonya ! .Tak mau kalah lidahku dengan lincah menslomoti
lehernya yg putih mulus, maka Shinta tak ayal lagi mengerang dan mengelinjang
bagai krupuk sedang di goreng…..emmmgghhhh….emmmggghhhh..
hhuu..uuuhhhhhh…aaaaccchhhhhhh !... Hoooaaahhhh … haruuuumm betul bau badan dan
parfum ini nyonya..meck !!.Sambil lidah ku bergerak naik turun di leher, tangan
ku mulai beraksi menjamah dan meremas buah dada yang masih terbungkus rapi, aku
buka kaos nya dan tanpa menunggu lama, dengan sekali congkel aku buka kait BH
berwarna biru muda, maka tampaklah sepasang bukit yg agak kecil- putih mulus
dengan puting merah jambu, achh nikmat untuk di …emut...! Segera aku kulum
putingnya dan kuremas buah dadanya, Shinta menggelinjang tak karuan…
achhh…aaaaaaauuuuuuucchhhhhh…….uuuuhhhhhhhhhhh. Gerilya berlanjut ke bagian
bawah, dengan mudah ku buka resleting rok tennis mini warna biru tua tsb dan
melorot kebawah dengan sendiri. Serentak aku usap CD warna krem mini berenda
berbentuk dua segitiga yg dihubungkan tali tipis, Shinta mulai mengeluarkan
suara mendesis seperti ular…..
esssstttttttt,…aaaccchhhh….eeesssssstttttt……uuuhhh hhh. Aku cengkeram CDnya dan
sekali sentak.. putus talinya….. Hhhhaaaaacccchhhhh…..kok..dipu….,
ooouuuccchhhhh….aacccchhhhhh…..esssssstttttt…..ess ssssttttttt, perkataannya
tertahan berganti lenguhan dan desisan pada saat jari-jari tangan ku menusuk dan
berputar didalam lubang kenikmatan . Shinta mendesis dan berkelojotan, badannya
kaku serta kaki dan pahanya mengejang bak ular disiram air panas. Shinta game
-over pertama. Segera diraihnya ritsleting celana ku dan sebentar dia memandang
mataku seakan minta ijin, aku mengangguk, lalu di pelorot nya CD warna hitam ku…
tampak Shinta tertegun… melihat .. rudal ku yg panjang hitam dan keras… dengan
topi baja hitam legam mengkilat…. Saat mengengam barang ku Shinta tanpa sadar
menjerit kecil… Hhhuuaahhhh…. apa…ini…, kenapa Shinta ?... Bueessaaarrr amaaat
pak. Bas ! Emang punya suami.. gimana ?.. kueciill mungil pak! Emang sih
suaminya berbadan kecil, dengan tinggi tidak lebih dari 160 Cm. “ Eecchhh Shinta
, tapi punya ku lebih indah kan ?” Gak.. acchh.., jelek.. sereeem dan gosong
lagi , kayak tongkat hansip!!!”. Lho biar gosong , tapi enaak kok, bisa bawa
kamu terbang sampai langit ke tujuh merem-melek !.. achh pak Basra bohooong ! “
Tanpa di duga Shinta langsung menslomot si “tongkat hansip”… aaccchhh nikmaaat
sekali meck … mulut Shinta lembut … sekali !... gimana..mulut yg di bawah… ya ..
rasanya .. mak…syuuurr… dhek… hati ini ngebayangi ! Setelah capek mengemut..
karena rudal ku tak bergeming… maka Shinta merebahkan diri telentang .. sambil
terengah…tampak tubuh putih mungil tergeletak bugil pasrah tak berdaya .Serangan
terakhir.. dimulai… aku tindih tubuh Shinta yg putih mulus mungil, dengan tubuh
ku yang hitam tinggi besar.. kontras sekali bak kue lapis . Aku lahap habis
seluruh permukaan tubuh Shinta sampai dia kembali berkelojotan kejang.. tanda …
game- over kedua. Kembali serangan aku mulai dengan mendekatkan rudal ku ke
celah berwarna merah carmyn, aku putar-putar kepala bajaku hingga Shinta tanpa
sadar membuka pahanya yg putih lebar-lebar pasrah…setelah melenguh.. mendesis…
mengeliat beberapa menit… akhirnya kembali Shinta kejang.. tanda ….. game over
ketiga. Nah akhirnya … tiba lah saatnya… aku buat manuver coblosan hingga kepala
rudalku amblass….. uaaadhhuuhhhh…. Emmghhhhh… sakiiiiit.. pak !!” pekiknya. Aku
tahan sebentar … tak lama Shinta yg mulai menggoyang piggul.. tanda mulai
nyaman….Emmmgghhhh… Huuuaaaduuuhhhhhh…. Esssttttttt…..arrrrghhhh,
terruuusss…teruusssss pak.!!!, nikmat dan sakit bersatu…..setelah mulai…
menikmati aku buat manuver coblosan kedua … hingga .. tongkatku amblas
separuh….. Uaaahchhhhh…..emmghhhhh…. sakiiiit… pak… teruuss… pak…, daan…
akhirnya…. serangan tanpa basa-basi , aku buat coblosan total sambil berteriak
hhhiiiiahhhhhhhuuuiiiii!!!!, amblas sepenuhnya semua rudal ku… Shinta…
menjerit…. Aaaarrrrggghhhhhh….. emmmmghhhhhh….., aku buat goyangan yang halus
hanya naik- turun maju- mundur tanpa berputar supaya Shinta tidak sakit….. dia….
merem-melek menggeliat ke-kira-kana tak beraturan hingaga….
Haaaachhhhhhhhhh…aaaauuuuuooohhhhhhh…nnoooo…nooo…y essssss!!!!…akhirnya…..kami
berdua kelojotan kayak kambing disembelih !.......... aaccchhhhhh…. Kaki gelatik
memang.. sereeettttt.. dan nikmat untuk di ent*t-in….Shinta mendapatkan tiga
kali lagi game selama serangan akhir.. sehingga skor kami … 6 : 1. Game over
untuk tennis ranjang!. Horrrayyyy… Bravo…..untuk si Basra… !!!.
Lalu… Shinta berseru… CD ku gimana…pak ??. Beres..bu…. pakai punya
isteriku…!..wah Sinta lemas paak ! katanya manja,. Emang kalau sama suami berapa
skor nya ? tanya ku menggoda . “ Aacchhhh … peltu.. pak !” Lho peltu apaan ? itu
lho pak Baru nempel sudah metu “ …. Haaa aaa !’Lalu kami ke lapangan tennis ,
semua teman heran karena Shinta main nya …. Sangat… loyooo !!.
berkenalan dengan Shinta di lapangan tenis tersebut karena jadwal yang
bersamaan. Kami berdua sudah menginjak usia diatas empat puluhan, namun karena
olah raga yang sangat teratur dan disiplin, bentuk tubuh dan penampilan kami
masih sangat baik dan terjaga, terlebih Shinta yang masih bak gadis belasan
tahun, lincah sexy, langsing dan mulus apalagi selalu mengenakan kaus yang ketat
dan rok tenis mini, sehingga menampilkan pahanya yang putih mulus dan langsing
terutama bentuk betisnya yang mengecil dan pipih bagian bawah diatas tumitnya….
Kaki gelatik…. Kata para orang tua dahulu… yang … konon katanya….. enaaaak
sekali di ent*t alias di setubuhi … katanya sih.. seret.. or tidak becek.. !!!
Aaah… apa iya… yaaa ??.
Sebenarnya kami berdua sudah berkeluarga dan suami Shinta ,Peter, juga ikut
bermain tenis namun tidak rutin. Setiap kali main tennis, mata saya tak luput
selalu berusaha melirik kepada Shinta yang sedang meliuk , melompat , berteriak
manja sambil memukul bola. Sering kali pada saat melompat entah tanpa sadar atau
di sengaja , rok mini nya berkibar keatas sehingga terlihat CD mini putih
berenda …..aaaachh indah nya….
Suatu saat kami main berpasangan… dan memang Shinta senang berpasangan dengan
saya karena dapat mengcover kelemahan nya bila menerima bola lop kebelakang,
tinggi badan ku memang lebih dari 180 cm dan berkulit hitam legam, sangat
kontras dengan Shinta yang mungil dan berkulit putih bersih. Saat-saat yang
selalu menggoda bila Shinta mengambil posisi didepan ku sambil sedikit
menungging dan meggoyang –goyang pantat nya. … aaiicchhh… gimanya yaaa rasanyaa
.. bila ..bukit mungil diantara paha nan ramping putih mulus itu di… terobosss…
oleh ..rudal ku yang.. panjaaanngg… nan.. hitam legam ini…?.. Suuuurrrr..!!!!.
Apalagi bila berdekatan bau parfumnya begitu merangsang. Dan sewaktu kami
menerima bola lop, tanpa sadar Shinta mudur dengan gesit sementara aku berlari
maju mengejar bola… daaannn… bhhuuukkk…!! kami bertumbukan.. pantat Shinta
menghantam tepat di depan selangkangan ku , aauuuu ooohhh .. adhuuhh.. ! aku
terjongkok menahan sakit . Oohh.. sorry.. pak Bas..!! apanya tadi yang kena ??.
aauuhhh iki.. lho.. bu Shinta… jimat ku !!.. Jimat ? apa.. itu pak ?. Lhahh
iku.. barang “ siji sing tak rumat !”. aacchh .. pak Basra.. bercanda.. tapi..
gak apa apa khan ?.. Ya tapi.. kalo nanti malam tidak bisa sama isteri.. ibu
Shinta harus tanggung jawab menyembuhkan lhoo !!.. “aacchhh…” katanya sambil
pipinya merona merah tersipu !!.
Suatu saat…… pucuk di cinta ulam tiba..!., pada saat aku lagi pusing dikantor
mendadak HP berbunyi .. dan.. “Hallow , siang Pak Bas.., Shinta ini !”. Eee…
ooooh.. halo ibu Shinta , rasanya saya semalam tidak mimpi di gigit ular.. kok
hari ini dapat rejeki.. di telpon wanita.. cantik yaa !” kata ku sambil tergagap
saking kagetnya. “ Aaach .. suka bercanda.. !”. Iyaa kok bu, serius nih.. dari
semua teman wanita saya yang sebaya, ibu lah yang nomor satu cantiknya.. kok !,
“Ghombal ach !” katanya,…… “Iyaa kok … sumpah .. disambar… Janda dech ?”. Haaa…
haaa… haaaa, dari ketawanya saya yakin dia sangat senang dengan canda yang aku
lontarkan. Serangan tahap satu , telah aku jalankan .. kelihatannya cukup
berhasil !. Kemudian bagai petir menyambar di siang bolong , Shinta berkata “
Pak Bas.. kalau tak keberatan.. nich.. sore nanti aku mau numpang ke lapangan
tennis.. karena Peter tidak bisa main.., boleh gak ?” Ee..chhh.. boleh aja..,
tapi ..pulang kerja nanti aku jemput ibu Shinta kemudian ke rumah saya dulu,
saya ganti pakaian tennis.. baru kelapangan tennis.. karena rumah saya kan lebih
dekat ke lapangan, jadi tidak berputar-putar.” Iiiyaaa… dechhh !. “Tapi kenapa
kok gak ganti di rumah saya saja? “ katanya. Enggak.. ach.. lha wong suaminya
gak di rumah, nanti kalau aku ganti pakaian, terus ibu terangsang .. dan aku
diperkosa.. gimana.. ?” godaku. “ Bukannya Pak Bas senang!” jawabnya .. yang
membuat jantungku berdegup lebih keras.’ Kalau yang itu namanya bukan
diperkosa.. tapi… selingkuh.!” Suka sama suka !... Udah.. ahh .. makin.
Ngelantur.. aja.., nanti ya Pak Baas saya tunggu.. jam enam lho.. ! katanya
dengan nada mulai agak manja . Wach…. Serangan tahap dua sudah berhasil !
Jam enam sore aku sudah berada didepan rumah Shinta, ternyata Shinta sudah siap
, dengan kaos dan rok mini serba biru dia masuk ke mobilku .. daaan .. aaacchhh…
harumnya meck !.. Syuurr… berdebar ..lah jantung ini.. dan.. terlebih.. lagi..
berontak..dan menggeliat… si.. buyung.. yang tak tahu aturan ini !... Selamat
soree Pak Baas.. !’… Sore.. Buu.. !. Pak Bas.. ibu gak marah nih.. saya ikut ke
rumah ?.. Ooo gak, saya lagi sendiri.. isteri dan anak2 lagi pulang kampung.!..
Wacch.. saya dong.. yg bahaya .. bisa2..diperkosa nich..!.. Bukannya gak apa2
kalau .. sama2.. senang !..gurauku. hii… hhiiiikkk ! “ jawabnya tersipu..
kulihat pipinya me – merah tanda senang !!! …Horrrayyy !!! bakalan
kesampaian..nih.. ngebukti-in ..seerrrettt..nya si kaki gelatik.. pikiran..ku
mulai ngeresss !. Sampai dirumah.. aku buka pintu sambil ku coba pegang
pundaknya ku bimbing Shinta masuk ke ruang tamu… eecchhh…surprise ! Shinta tidak
protes ! Boleh nich..coba pegang bagian yg lain ! pikirku ngelantur… tapi aku
coba untuk sabar .
“Silahkan Sin , anggap rumah sendiri !” Aku mandi dulu yaa!”. Pada saat mandi ,
aku sabun bersih semua bagian tubuh ku, terutama si “Jimat” yang sudah ber
denyut-denyut . Selesai mandi, kulihat Shinta duduk di sofa sambil baca Koran,
aku terkesima melihat paha dan betis yang makin membuat si buyung berontak. “Hai
!” sapa ku . “Heeii , segar nih !” kata Shinta. Aku beranikan duduk disamping
nya sambil tangan ku merangkul pudak nya , eehh dia diam!!... Serangan tahap
tiga dimulai. Ku belai dan ku cium rambut nya…heemmh harum ! , dia diam juga ! ,
lalu aku putar dengan halus sehingga muka kami saling berhadapan…. Dia memandang
dengan sayu.. dan terbersit..pasrah!! Sambil tetap memandang matanya ku dekatkan
wajahku perlahan.. dan..Sluurpp! ku kecup bibirnya yg lembut ..halus dan tipis….
daaannn…. Sssssllluuuurrrrrppppp….. ssllluuuurrrppp… Shinta membalas kecupan
ringan ku dengan lumatan..yang membuat aku hampir kehabisan nafas…. Wachh ..
buas juga nih si nyonya ! .Tak mau kalah lidahku dengan lincah menslomoti
lehernya yg putih mulus, maka Shinta tak ayal lagi mengerang dan mengelinjang
bagai krupuk sedang di goreng…..emmmgghhhh….emmmggghhhh..
hhuu..uuuhhhhhh…aaaaccchhhhhhh !... Hoooaaahhhh … haruuuumm betul bau badan dan
parfum ini nyonya..meck !!.Sambil lidah ku bergerak naik turun di leher, tangan
ku mulai beraksi menjamah dan meremas buah dada yang masih terbungkus rapi, aku
buka kaos nya dan tanpa menunggu lama, dengan sekali congkel aku buka kait BH
berwarna biru muda, maka tampaklah sepasang bukit yg agak kecil- putih mulus
dengan puting merah jambu, achh nikmat untuk di …emut...! Segera aku kulum
putingnya dan kuremas buah dadanya, Shinta menggelinjang tak karuan…
achhh…aaaaaaauuuuuuucchhhhhh…….uuuuhhhhhhhhhhh. Gerilya berlanjut ke bagian
bawah, dengan mudah ku buka resleting rok tennis mini warna biru tua tsb dan
melorot kebawah dengan sendiri. Serentak aku usap CD warna krem mini berenda
berbentuk dua segitiga yg dihubungkan tali tipis, Shinta mulai mengeluarkan
suara mendesis seperti ular…..
esssstttttttt,…aaaccchhhh….eeesssssstttttt……uuuhhh hhh. Aku cengkeram CDnya dan
sekali sentak.. putus talinya….. Hhhhaaaaacccchhhhh…..kok..dipu….,
ooouuuccchhhhh….aacccchhhhhh…..esssssstttttt…..ess ssssttttttt, perkataannya
tertahan berganti lenguhan dan desisan pada saat jari-jari tangan ku menusuk dan
berputar didalam lubang kenikmatan . Shinta mendesis dan berkelojotan, badannya
kaku serta kaki dan pahanya mengejang bak ular disiram air panas. Shinta game
-over pertama. Segera diraihnya ritsleting celana ku dan sebentar dia memandang
mataku seakan minta ijin, aku mengangguk, lalu di pelorot nya CD warna hitam ku…
tampak Shinta tertegun… melihat .. rudal ku yg panjang hitam dan keras… dengan
topi baja hitam legam mengkilat…. Saat mengengam barang ku Shinta tanpa sadar
menjerit kecil… Hhhuuaahhhh…. apa…ini…, kenapa Shinta ?... Bueessaaarrr amaaat
pak. Bas ! Emang punya suami.. gimana ?.. kueciill mungil pak! Emang sih
suaminya berbadan kecil, dengan tinggi tidak lebih dari 160 Cm. “ Eecchhh Shinta
, tapi punya ku lebih indah kan ?” Gak.. acchh.., jelek.. sereeem dan gosong
lagi , kayak tongkat hansip!!!”. Lho biar gosong , tapi enaak kok, bisa bawa
kamu terbang sampai langit ke tujuh merem-melek !.. achh pak Basra bohooong ! “
Tanpa di duga Shinta langsung menslomot si “tongkat hansip”… aaccchhh nikmaaat
sekali meck … mulut Shinta lembut … sekali !... gimana..mulut yg di bawah… ya ..
rasanya .. mak…syuuurr… dhek… hati ini ngebayangi ! Setelah capek mengemut..
karena rudal ku tak bergeming… maka Shinta merebahkan diri telentang .. sambil
terengah…tampak tubuh putih mungil tergeletak bugil pasrah tak berdaya .Serangan
terakhir.. dimulai… aku tindih tubuh Shinta yg putih mulus mungil, dengan tubuh
ku yang hitam tinggi besar.. kontras sekali bak kue lapis . Aku lahap habis
seluruh permukaan tubuh Shinta sampai dia kembali berkelojotan kejang.. tanda …
game- over kedua. Kembali serangan aku mulai dengan mendekatkan rudal ku ke
celah berwarna merah carmyn, aku putar-putar kepala bajaku hingga Shinta tanpa
sadar membuka pahanya yg putih lebar-lebar pasrah…setelah melenguh.. mendesis…
mengeliat beberapa menit… akhirnya kembali Shinta kejang.. tanda ….. game over
ketiga. Nah akhirnya … tiba lah saatnya… aku buat manuver coblosan hingga kepala
rudalku amblass….. uaaadhhuuhhhh…. Emmghhhhh… sakiiiiit.. pak !!” pekiknya. Aku
tahan sebentar … tak lama Shinta yg mulai menggoyang piggul.. tanda mulai
nyaman….Emmmgghhhh… Huuuaaaduuuhhhhhh…. Esssttttttt…..arrrrghhhh,
terruuusss…teruusssss pak.!!!, nikmat dan sakit bersatu…..setelah mulai…
menikmati aku buat manuver coblosan kedua … hingga .. tongkatku amblas
separuh….. Uaaahchhhhh…..emmghhhhh…. sakiiiit… pak… teruuss… pak…, daan…
akhirnya…. serangan tanpa basa-basi , aku buat coblosan total sambil berteriak
hhhiiiiahhhhhhhuuuiiiii!!!!, amblas sepenuhnya semua rudal ku… Shinta…
menjerit…. Aaaarrrrggghhhhhh….. emmmmghhhhhh….., aku buat goyangan yang halus
hanya naik- turun maju- mundur tanpa berputar supaya Shinta tidak sakit….. dia….
merem-melek menggeliat ke-kira-kana tak beraturan hingaga….
Haaaachhhhhhhhhh…aaaauuuuuooohhhhhhh…nnoooo…nooo…y essssss!!!!…akhirnya…..kami
berdua kelojotan kayak kambing disembelih !.......... aaccchhhhhh…. Kaki gelatik
memang.. sereeettttt.. dan nikmat untuk di ent*t-in….Shinta mendapatkan tiga
kali lagi game selama serangan akhir.. sehingga skor kami … 6 : 1. Game over
untuk tennis ranjang!. Horrrayyyy… Bravo…..untuk si Basra… !!!.
Lalu… Shinta berseru… CD ku gimana…pak ??. Beres..bu…. pakai punya
isteriku…!..wah Sinta lemas paak ! katanya manja,. Emang kalau sama suami berapa
skor nya ? tanya ku menggoda . “ Aacchhhh … peltu.. pak !” Lho peltu apaan ? itu
lho pak Baru nempel sudah metu “ …. Haaa aaa !’Lalu kami ke lapangan tennis ,
semua teman heran karena Shinta main nya …. Sangat… loyooo !!.
Wednesday, 26 December 2012
Cerita ngentot hot Akibat Hujan Angin Deras
Sebelumnya saya akan memberitahu bahwa cerita ini terjadi sebelum saya mengenal lebih dalam soal internet. Hanya luarnya saja. Ketika itu saya masih kursus di sebuah lembaga sebut saja ITK (bukan universitas). Saat itu saya masih belum begitu kenal dengan internet, dan saya masih dalam taraf pemula dan baru sampai dalam soal hardware. Sejak berkenalan dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa itu internet. Dan saya suka sekali pergi ke warnet dan hampir tiap hari saya berada di sana. Semakin lama saya suka sekali ber-chatting ria sampai suka lupa waktu dan pulang malam hari.
Pada hari sabtu, saya seperti biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya langsung mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin. Pada saat saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yang memasuki warnet. Mereka terlihat basah kuyup karena kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yang satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih basah itu saya bisa melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara montok agak besar. Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin lama saya lihat saya tidak bisa konsentrasi, mungkin karena cara duduk mereka yang hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yang tercetak jelas akibat baju yang basah.
Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta agar netter sabar. Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor. Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan pihak warnet (sofa yang digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yang terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang.
Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubangangin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Tuti (baju putih) dan Erni (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yang masuk ke dalam sambil tergesa-gesa. Dari para penjaga yang saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, cantik dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi.
Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.
"Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya.." kata cewek yang punya nama Riyas ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.
"Saya bantu Mbak," kataku.
"Oh, nggak usah repot-repot.." jawabnya. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat.
"Ditutup saja Dik, dingin di sini.." kata Riyas, dan aku menutup pintu itu. Entah setan mana yang lewat di depanku, otak ini langsung berpikir apa yang akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan yang tertutup tanpa orang lain yang dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yang tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara.
"Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju.." kata Riyas.
Aku bertanya dengan nada menyelidik, "Mbak tinggal di sini ya?"
"Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya.." katanya.
Kami bertiga mengikuti Mbak Riyas ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnet, lantai dua dipakai untuk gudang dan tempat istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Riyas. Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yang akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah mewah yang besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Riyas bilang dia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook agar kami bertiga tidak bosan menunggu dia mandi.
Ternyata notebook itu tidak memiliki game yang bisa membuat kami senang. Tapi aku sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), aku menduga ini adalah permainan, ketika kubuka ternyata isinya adalah cerita yang membuat adikku berdiri. Tuti dan Erni pun agak malu melihat cerita-cerita itu. Tapi yang membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Tuti merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. Erni pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku. Sambil mereka melihat cerita yang lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Tuti membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Erni membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sambil membetulkan posisi adik, aku mengatakan kalau hawanya memang panas dan aku membuka baju juga.
Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, aku semakin panas karena lenganku merasa ada dua benda kenyal yang menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga iman ini, aku menaruh notebook itu di meja di depanku dan aku menciumi Tuti dengan nafsu yang sudah memuncak, Tuti pun tak mau kalah sama seranganku, dia membalas dengan liar. Sedangkan Erni sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Erni dan mulai meremas buah dada yang masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di tubuh Tuti dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Erni mulai membuka celanaku dan menghisap penis yang sudah tegang itu.
"Ouhh.. mmhh.. yahh.." aku mulai menikmati jilatan Erni pada kepala penisku. Tuti pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Riyas keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depanku supaya ada cukup tempat untuk bermain. Riyas berlutut sambil membuka celana Tuti. Setelah celana Tuti lepas, dia mulai menghisap vagina Tuti. "Ooohh.. Ssshh.. ahh.." Tuti mendesah. Tak lama kemudian Tuti membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Riyas dan Tuti menjadi "69". Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Erni dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap vagina yang sedang merah itu. "Auuhh.. Ooohh.. Sayang.." desahan Erni semakin membuatku bernafsu.
Dengan segera aku mengarahkan penisku ke vagina Erni, dan mulai menusukkan secara perlahan. Erni merasa kesakitan dan mendorong dadaku, aku menghentikan penisku yang baru masuk kepalanya itu. Selang agak lama Erni mulai menarik pinggangku agar memasukkan penis ke vaginanya, setelah masuk semua aku menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. "Ahh.. ayo Sayang.. ohh.. cepat.." Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Tuti dan Riyas saling menggesek-gesekkan vagina mereka. "Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh.." desahan Erni berubah menjadi teriakan histeris penuh nafsu.
Tak lama kemudian Erni mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan penis ke arah vagina Erni. "Gantian donk, aku juga pingin nih.." kata Tuti sambil menciumi bibir Erni. Aku pun menarik penisku dan mengarahkan ke vagina Tuti setelah dia telentang. Ketika penisku masuk, vaginanya terasa licin sekali dan mudah sekali untuk masuk, rupanya dia telah mengalami orgasme bersama Riyas. Tampaklah Erni dan Riyas tertidur di lantai sambil berpelukan. Sedangkan aku terus menggenjot tubuh Tuti sampai akhirnya Tuti sudah mencapai puncak dan aku merasakan akan ada sesuatu yang akan keluar. "Aahh.." suara yang keluar dari mulutku dan Tuti. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya. Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Tuti dan Erni. Riyas sekarang sudah menikah dan tetap tinggal di ruko itu. Sedangkan aku masih sibuk dengan urusan kerja dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena sudah ada sambungan internet di rumahku.
Pada hari sabtu, saya seperti biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya langsung mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin. Pada saat saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yang memasuki warnet. Mereka terlihat basah kuyup karena kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yang satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih basah itu saya bisa melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara montok agak besar. Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin lama saya lihat saya tidak bisa konsentrasi, mungkin karena cara duduk mereka yang hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yang tercetak jelas akibat baju yang basah.
Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta agar netter sabar. Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor. Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan pihak warnet (sofa yang digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yang terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang.
Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubangangin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka enak juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Tuti (baju putih) dan Erni (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yang masuk ke dalam sambil tergesa-gesa. Dari para penjaga yang saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, cantik dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi.
Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.
"Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya.." kata cewek yang punya nama Riyas ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.
"Saya bantu Mbak," kataku.
"Oh, nggak usah repot-repot.." jawabnya. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat.
"Ditutup saja Dik, dingin di sini.." kata Riyas, dan aku menutup pintu itu. Entah setan mana yang lewat di depanku, otak ini langsung berpikir apa yang akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan yang tertutup tanpa orang lain yang dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yang tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara.
"Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju.." kata Riyas.
Aku bertanya dengan nada menyelidik, "Mbak tinggal di sini ya?"
"Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya.." katanya.
Kami bertiga mengikuti Mbak Riyas ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnet, lantai dua dipakai untuk gudang dan tempat istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Riyas. Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yang akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah mewah yang besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Riyas bilang dia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook agar kami bertiga tidak bosan menunggu dia mandi.
Ternyata notebook itu tidak memiliki game yang bisa membuat kami senang. Tapi aku sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), aku menduga ini adalah permainan, ketika kubuka ternyata isinya adalah cerita yang membuat adikku berdiri. Tuti dan Erni pun agak malu melihat cerita-cerita itu. Tapi yang membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Tuti merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. Erni pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku. Sambil mereka melihat cerita yang lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Tuti membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Erni membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sambil membetulkan posisi adik, aku mengatakan kalau hawanya memang panas dan aku membuka baju juga.
Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, aku semakin panas karena lenganku merasa ada dua benda kenyal yang menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga iman ini, aku menaruh notebook itu di meja di depanku dan aku menciumi Tuti dengan nafsu yang sudah memuncak, Tuti pun tak mau kalah sama seranganku, dia membalas dengan liar. Sedangkan Erni sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Erni dan mulai meremas buah dada yang masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di tubuh Tuti dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Erni mulai membuka celanaku dan menghisap penis yang sudah tegang itu.
"Ouhh.. mmhh.. yahh.." aku mulai menikmati jilatan Erni pada kepala penisku. Tuti pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Riyas keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depanku supaya ada cukup tempat untuk bermain. Riyas berlutut sambil membuka celana Tuti. Setelah celana Tuti lepas, dia mulai menghisap vagina Tuti. "Ooohh.. Ssshh.. ahh.." Tuti mendesah. Tak lama kemudian Tuti membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Riyas dan Tuti menjadi "69". Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Erni dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap vagina yang sedang merah itu. "Auuhh.. Ooohh.. Sayang.." desahan Erni semakin membuatku bernafsu.
Dengan segera aku mengarahkan penisku ke vagina Erni, dan mulai menusukkan secara perlahan. Erni merasa kesakitan dan mendorong dadaku, aku menghentikan penisku yang baru masuk kepalanya itu. Selang agak lama Erni mulai menarik pinggangku agar memasukkan penis ke vaginanya, setelah masuk semua aku menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. "Ahh.. ayo Sayang.. ohh.. cepat.." Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Tuti dan Riyas saling menggesek-gesekkan vagina mereka. "Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh.." desahan Erni berubah menjadi teriakan histeris penuh nafsu.
Tak lama kemudian Erni mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan penis ke arah vagina Erni. "Gantian donk, aku juga pingin nih.." kata Tuti sambil menciumi bibir Erni. Aku pun menarik penisku dan mengarahkan ke vagina Tuti setelah dia telentang. Ketika penisku masuk, vaginanya terasa licin sekali dan mudah sekali untuk masuk, rupanya dia telah mengalami orgasme bersama Riyas. Tampaklah Erni dan Riyas tertidur di lantai sambil berpelukan. Sedangkan aku terus menggenjot tubuh Tuti sampai akhirnya Tuti sudah mencapai puncak dan aku merasakan akan ada sesuatu yang akan keluar. "Aahh.." suara yang keluar dari mulutku dan Tuti. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya. Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Tuti dan Erni. Riyas sekarang sudah menikah dan tetap tinggal di ruko itu. Sedangkan aku masih sibuk dengan urusan kerja dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena sudah ada sambungan internet di rumahku.
Cerita sex Hot- Nina temenku keturunan tionghoa
Sudah merupakan rutinitas jika dalam liburan panjang Aku menginap dirumah Om Bagas dan Tante Rita di Jakarta. Karena kebetulan juga, tempat kerjaku adalah di sebuah sekolah terkenal di Manado. Jadi, kalau pas liburan panjang, otomatis aku juga libur kerja. Tapi sudah sekitar 6 tahun Aku tak pernah lagi liburan ke Jakarta karena sibuk mengurusi kerjaan yang menumpuk. Baru pada tahun 2002 lalu Aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang.
Rumah Om Bagas bisa digolongkan pada rumah mewah yang besar. Walaupun begitu, rumahnya sangat nyaman. Itulah sebabnya aku senang sekali bisa liburan ke sana. Aku tiba di rumah Om Bagas pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi. Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 4 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan seksi, mengusik mataku yang nakal. "Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat kakak." Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana. "Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?" Kataku sambil ngeledek. "Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?" katanya sambil mencibir. "Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede. Tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?" tanyaku. "Pacar? Masih belum dikasih pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah naik kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?" jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya. MEmang Nina udah siap pacaran?" tanyaku. Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng. "Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan,dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin." Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan,mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yany duduk didepanku ini. "Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?" tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan. Nina langsung menjawab, "Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak. Katanya ada urusan mendadak". Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa Om Bagas dan Tante Rita ada urusan Kantor di Surabaya selama seminggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama seminggu. "Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?" tanyaku setelah membaca surat itu. "Wah, Kak! seminggu itu cepat. Pernah Nina ditinggal sebulan" jawabnya. "Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama seminggu.
Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?" kataku. "Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall. Boleh, Kak?" Nina memohon kepadaku. "Oh, boleh sekali. Sekarang aja
kita berangkat!" setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall.
Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi. Pulang Jalan-jalan pukul 19.00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, Aku teringat akan VCD Porno yang Aku bawa dari Manado. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang. Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku menonton Film itu. Tiba-tiba, "Akh..! Nina memekik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan VCD itu. Nin, kamu udah lama disitu?" tanyaku gugup. "Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari" jawabnya polos. Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq. Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik. Dan ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat" jawab Nina. Aku langsung lega. "Jadi Nina mau nonton juga?" pelan-pelan muncul juga otak terorisku."Wah, mau sekali Kak!" Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal.
Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya. "Iseng-iseng kutanya padanya "Nina pernah melakukan adegan begituan?" Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV. "Pacaran aja belum apalagi adegan begini." "Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan. Aysik, lho! Nina akan rasakan kenikmatan surga. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?" Tanyaku spontan. "Emang kakak pandai dalam hal begituan?" tanya Nina menantang. "Ee..! nantang, nih?" Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja. Terasa sekali nafasnya mulai memburu tanda Dia mulai merangsang dengan Film itu. Aku tak melepaskan dekapanku dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, "Kak, ajari Nina dong!". Aku seperti disambar petir. "Yang benar, nih?" tanyaku memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya. "Nina serius Kak. Nina udah terangsang banget, nih!"Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina. Nina menyambut dengan lumatan yang lembut. Tiga menit kemudian entah siapa yang memulai, kami berdua telah melepaskan pakaian kami satu persatu sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami. Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat.
Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna. Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumuran dia. Susunya yang montok dan padat berisi, belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun."Koq Cuma dilihat?" Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu. Terasa tertantang oleh kata-katanya, Aku langsung membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu.
Nina mulai mendesah-desah tak karuan. Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas, Aku menghisap puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan. "Oh.. Kak.. Kak..! Enak se.. ka.. li.. Oh..!" desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yana ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit. "Ah.. Geli sekali, Kak.. Oh.. Nikmat..!" desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari susu Nina yang montok itu. Tiba-tiba, Nina memekik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali. "Akh.. ah.. oh.. e.. nak.. Kak.. oh..!" itulah orgasme pertamanya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat. "Gimana Enak, Nin?" tanyaka sambil mencubit puting susunya. "Wah, Kak! Nikmat sekali. Rasanya Nina terbang ke surga. "jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya. "Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi." Kataku. Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu" sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki. "Gimana, mau?" Tanyaku menantang. "Oke deh!" Nina menjawab dan langsung meraih penisku yang masih tertidur. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku bangun. Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. Karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur. "Nah sekarang pelajaran yang terakhir" Kataku. Nina menurut aja waktu Aku angkat Dia dan membaringkan di atas karpet. nina juga diam waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya pasrah saja ketika Aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya. "Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!" jerit Nina ketika kepala penisku menerobos masuk. Dengan lembut Aku melumat bibirnya supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku menekan pinggulku. "Oh.. Nina.. sempit sekali.. Kamu memang masih perawan, oh..!" Nina hanya memejamkan mata sambil menahan rasa sakit di vaginanya. Setelah berjuang dengan susah payah, Bless..! "Akh.. Kak.. sakit..!" Nina memekik tertahan ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja Aku tekan sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya. Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan seluruh kemampuanku. "Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!" Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan-kekiri menahan nikmat. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi meremas-remas terus. Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina, "Oh.. Nin, enak sekali vaginamu ini, oh..!" Aku mendesah nikmat."Gimana, enak? nikmat?" tanyaku sambil terus menggenjot Nina. "enak.. sekali, Kak.. oh.. nikmat. Te.. rus.. terus, Kak.. oh..!" Desah Nina. Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang. "K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!" Kata Nina sambil tersengal-sengal. "Sabar, Nin! Kita keluarkan bersama-sama, yah! Satu.." Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku. "Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!" Aku menyemburkan Spermaku, croot.. Croot.. croott..! Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme. "Akh.. oh.. yess..!" Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa hangat sekali dan nikmat. Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme. Setelah penisku menciut di dalam vagina Nina, Aku mencabutya. Dan langsung terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal-sengal. Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata "Thank's Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?" Sambil tersenyum Nina menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini. Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank's ya Kak! Yang tadi itu nikmat sekali. Rasanya seperti di surga." Kemudian kami membenahi diri dan membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet. Masih memakai BH dan celana dalam, Nina minta Aku memandikan Dia seperti yang aku lakukan sekitar enam tahun yang lalu. Aku menuruti kemauannya. Dan kamipun mandi bareng malam itu. Sementara mandi, pikiran ngereskupun muncul lagi ketika melihat payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung aja kupeluk Nina dari belakang sambil kuremas payudaranya. "Mau lagi nih..!" Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik digoda begitu. "Tapi di tempat tidur aja, Kak. Nina capek berdiri" kata Nina berbisik. Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan menggenjot Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya surga dunia malam itu. Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas. Pagi harinya, aku bangun dan nina tak ada disampingku. Aku mencari-cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja. Pantatnya yang aduhai, sangat elok dilihat dari belakang. Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup leher putihnya yang indah. Nina kaget dan langsung memutar badannya. Aku langsung mengecup bibir sensualnya. "Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!" kata Nina Menggoda. Langsung saja kucumbu Nina di dapur. Kemudian Dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku. Wah, ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat. Aku pun tak mau kalah. Kuangkat Dia keatas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tanganku menyusup ke dalam kaos oblongnya. Dan ternyata Nina tak memakai BH. Langsung aja kuremas-remas susunya sambil kujilat-jilat kelentitnya. Nina minta-minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya Aku menuntaskan kerjaanku dengan cepat. "Kak.. masukin, Kak.. cepat.. oh.. Nina udah enggak tahan, nih!" mendengar desahan itu, langsung aja kumasukkan penisku kedalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumas. Penisku masuk dengan mulus karena Nina sudah tidak perawan lagi kayak tadi malam. Dengan leluasa Aku menggenjot Nina da atas meja makan. Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina. "Oh.. enak.. Kak.. akh..!" desah Nina. Aku melenguh dengan keras "Ah.. yes..! Nina, kamu memang hebat.." Setelah itu kami sarapan dan mandi sama-sama. Lalu kami pergi ke Mall. Jalan-jalan. Begitulah setiap harinya kami berdua selama seminggu. Setelah itu Om Bagas dan Tante Rita pulang tanpa curiga sedikitpun kamipun merahasiakan semuanya itu. Kalau ada kesempatan, kami sering melakukkannya di dalam kamarku selama sebulan kami membina hubungan terlarang ini. Sampai Aku harus pulang ke Manado. Nina menangis karena kepergianku. Tapi Aku berjanji akan kembali lagi dan memberikan Nina Kenikmatan yang tiada taranya.
Saturday, 22 December 2012
Cerita hot ngentot : Rintihan Seks Model Andila Erotiss
Rintihan Seks Model Andila Erotiss

Cerita Dewasa Hot Mesum terbaru kali ini tentang artis seksi yang menjadi korban pemerkosaan. Cerita bagaimana artis cantik menjadi korban pemuas nafsu birahi produser, sutradara dan fotografer, sebagai syarat untuk menjadi artis cantik terkenal. Seorang cewek yang memiliki tubuh seksi dan wajah cantik selalu berkesempatan untuk menjadi seorang artis. Dimana profesi seorang artis banyak diminati cewek-cewek muda berbakat. Namun apakah menjadi kisah yang membahagiakan atau sebaliknya? Berikut cerita dewasa mesum pemerkosaan artis cantik seksi ini.
Bermula dari ajang kontes pemilihan putri, cewek seksi ini menjadi finalis dalam ajang tersebut. Dari modal itu, ia berfikir bahwa modal yang ia punya dapat menjadikannya pengantar artis terkenal. Namun sesaat melangkah kearah keterkenalan, ia menjadi korban pemerkosaan nafsu birahi para pemuja wanita cantik seksi. Tubuh bugil dan telanjangnya menjadi santapan untuk dinikmati dalam adegan pemerkosaan seks mesum itu. Tak hentinya bagaimana vagina dan payudaranya dinikmati beberapa orang sebagai syarat artis terkenal. Inilah cerita lengkap cerita dewasa mesum Pemerkosaan artis cantik seksi sebagai syarat terkenalnya.
RINTIHAN PUTRI INDONESIA
"Tante…Dila berangkat dulu yah", pamit Dila kepada tantenya. Begitulah Dila, yang memiliki nama lengkap Andila Agustina mengawali aktifitasnya di pagi hari ini. Jam menunjukkan pukul 6 tepat saat Andila meninggalkan rumah tantenya tempat dimana dia menumpang hidup. Andila Agustina, gadis berusia 18 tahun adalah seorang finalis Pemilihan Putri Indonesia 2010. Gadis cantik jelita ini penampilannya tidaklah kalah dengan gadis-gadis lainnya, terbukti dalam kontes itu dia terpilih sebagai juara favorit. Baju-baju yang dikenakan Andila selalu modis, dengan mengambil ukuran baju yang body fit atau ketat sehingga menonjolkan keindahan lekuk-lekuk tubuh Andila, dada yang menonjol pinggulnya yang ramping serta pantatnya yang padat menambah nilai tersendiri bagi keindahan tubuh gadis ini.
Wajahnya yang putih bersih selalu dipoles dengan kosmetik sehingga nampak semakin cantik apalagi ditambah dengan senyuman yang selalu tersungging ramah dari bibirnya yang sensual itu, Andila bukan saja seorang gadis yang cantik tetapi juga ramah. Hari ini Andila memenuhi tawaran Frans, seorang photografer, yang kemarin menghubunginya untuk pemotretan model sebuah baju karya seseorang perancang busana. Sebetulnya Andila agak malas untuk memenuhi panggilan itu karena dia masih memiliki kegiatan lainnya yang setumpuk. Namun kebetulan jadwal pemotretan yang ditawarkan itu adalah pagi hari maka setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk memenuhi panggilan sang photografer itu, thoh juga itung-itung untuk menambah pengalaman dan pergaulan pikirnya.
Singkat cerita, sampailah sang putri ini ditempat pemotretan yaitu sebuah rumah besar yang terletak disebuah kawasan antara Jakarta dan Bogor. Areal disekitar rumah itu agak sepi dan jauh dari keramaian, mungkin sebagai seseorang yang berjiwa seni Frans memerlukan tempat tinggal yang tenang seperti ini pikir Andila. Setelah memarkirkan mobil sedannya Andila memasuki halaman rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah sosok lelaki bertubuh tinggi besar, kepalanya plontos wajahnya dengan wajah khas orang chinesse. "Ah ini dia Putri Indonesia yang pertama kali berjilbab, selamat datang....", sambut lelaki itu. Dengan senyum ramah dia kemudian memperkenalkan dirinya "Perkenalkan saya Frans alias Aliong, kamu boleh panggil saya Frans atau Aliong…", ujar lelaki itu dengan tersenyum.
"Saya Andila….", balas Andila sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman. "Oouuhh…cantik nian kamu Andila…tanganmupun mulus sekali", ujar Frans sambil menyambut uluran tangan Andila. Dan..."CUP…." sebuah kecupan bibir Frans tiba-tiba mendarat dipunggung tangan Andila, membuat Andila agak terkejut karena baru kali ini diperlakukan bak seorang putri dari daratan eropah. "Mari silahkan masuk" Frans mempersilahkan Andila memasuki rumah sang fotographer itu. Sesampainya didalam Andila tertegun melihat suasanya didalam rumah itu, ruangannya besar-besar namun gelap dan sepi, seperti rumah yang tidak berpenghuni. "Pemotretannya dimana mas…", Tanya Andila. "Mari kita kedalam…", ajak Frans mempersilahkan Andila berjalan melalui lorong-lorong gelap didalam rumah tersebut. "Gimana tawaran pembayarannya ?", Tanya Frans sambil berjalan memandu Andila. " Masih 500.0000 rupiah pershot kan ?", balas Andila.
"Iya…iya…kamu akan saya ambil 5 shot aja koq dan masih ada tip-nya, jadi jumlah yang akan kamu terima nanti akan lebih banyak dari jumlah yang kamu perhitungkan", jawab Frans sambil tersenyum melirik Andila. Dan tibalah mereka disebuah ruangan dibagian belakang rumah tersebut, ruangan tersebut nampaknya sudah di set-up untuk pemotretan. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10 meter dan terdapat sebuah sofa besar untuk sarana pemotretan dan sebuah bilik untuk berganti baju. "Ini dia studio pemotretannya, silahkan masuk Andila". "Terimakasih mas... Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina", ujar Andila. "Beres...semua udah diatur", balas Frans. " Nah, Andila ini baju yang musti kamu kenakan untuk pemotretan ini", ujar Frans sambil menyodorkan sebuah gaun panjang.
"Bajunya cuman ini aja mas dan saya ngga perlu di make-up lagi mas ?" Tanya Andila. "Nda perlu…wajah kamu udah cantik koq, nda perlu make-up lagi, baju untuk pemotretan ya cuma itu aja" ujar Frans. "Sekarang kamu silahkan ganti baju diruangan itu" Frans menunjuk satu bilik kecil didalam ruangan itu. Beberapa menit kemudian Andila keluar dengan busana panjang berwarna merah tua dipadukan dengan jilbab merah muda. Bahannya terbuat dari sutera tipis dan ukurannya ketat menjadikan tubuh Andilapun terlihat sexy. "Waw cantik sekali....", Frans terpesona dengan kemolekan tubuh Andila. "Duduk di sofa itu", perintah Frans sambil menutup pintu kamar pemotretan itu. "Koq sendirian aja sih mas ?", Tanya Andila Frans hanya diam saja, dia nampak sibuk menyetel kameranya "Ok mulai berpose….", Dan kilatan-kilatan blits mulai memancar didalam ruang itu mengiringi pemotretan Frans, Andila pun berganti-ganti gaya diatas sofa itu. Tidak ada setengah jam, pemotretanpun usai. "Selasai...!" Frans mengacungkan jempolnya. "Hihihi…engga terasa udah selesai ya mas….", ucap Andila sambil bangkit dari sofa.
"Tunggu dulu, jangan bergerak dari sofa", ujar Frans Wajah Frans tiba-tiba berubah menjadi serius, digantinya kamera yang menggantung di treeport dengan sebuah handycam. Kemudian Frans bersiul beberapa kali seperti memberi tanda sesuatu. "Lho…ada apa lagi mas…? Koq masang handycam segala ?" Tanya Andila yang mulai kebingungan. "Masih ada satu lagi yang ingin gue ambil dari kamu", kata Frans. Andilapun terkejut sambil bertanya "Apa mas…?". "Sebuah adegan….yang bakal membuat kamu lebih terkenal daripada sekedar putri-putri-an", balas Frans sambil memasukkan film didalam hadycamnya. Belum lagi hilang rasa bingung didalam diri Andila tiba-tiba masuklah beberapa orang lelaki kedalam ruangan itu. "Ah ini dia, jagoan-jagoan kita…" ujar Frans sambil tersenyum. "Andila, perkenalkan ini lawan main kamu didalam adegan nanti.
Yang tinggi besar berambut botak ini namanya Ayung, yang kurus dan berambut gondrong ini namanya Paulus dan yang berbadan tegap dan kekar ini namanya Martinus". "Siapa mereka ? mau apa mereka ? mas mau adegan apa lagi ?" Tanya Andila yang mulai gugup melihat suasana yang tidak menguntungkan itu. "Andila, gue sebenarnya mau bikin Blue Film alian BF alias Bokep dan kamu adalah pemeran utamanya !", Frans menjelaskan. Sontak penjelasan Frans ini membuat diri Andila bagai tersambar petir, dia mulai sadar bahwa dirinya telah dijebak oleh Frans. "Tenang...tenang kamu tetap akan kami bayar Andila, tapi setelah film ini laku…" lanjut Frans. "Themanya tergantung dari kamu…kalo kamu rela bersedia disyuting kita bisa pilih tema perselingkuhan saja, sepeti antara bos dan karyawannya.
Tetapi…kalo kamu menolak syuting ini, yaaah…terpaksa mau tidak mau thema yang aku pilih adalah PEMERKOSAAN…hahahaha….". Wajah Andila nampak menjadi pucat pasi, hatinya menjadi ciut, aliran darahnya serasa berhenti mendengar penjelasan Frans tadi. "Tidak…tidak…aku tidak sudi….!!", teriak Andila sambil bangkit dari sofa seraya berlari menuju pintu untuk meninggalkan ruangan itu. Namun belum lagi tangan Andila menyentuh handle pintu tiba-tiba sebuah tangan kekar dan besar milik Martinus dengan cekatan memegang tangan Andila. "Ahh..lepaskan…lepaskan aku…kalian bajingan setan semua !!!", Andila menjerit-jerit sambil berontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Martinus. "AHA…jelaslas sudah berarti thema film kita adalah PEMERKOSAAN !", teriak Frans sambil menghidupkan handycamnya.
"Kita langsung mulai saja pengambilan gambarnya…". "Action….mulai !!!!", perintah Frans sambil menghidupkan kameranya dan mengarahkan ke adegan Martinus yang tengah meringkus Andila. "Hebat sungguh hebat,…kejadiannya sangat alami…benar-benar ini akan menjadi sebuah filem pemerkosaan yang hebat", ujar Frans sambil terus membidikkan kamerannya kearah pergumulan antara Martinus dan Andila. "Lepaskan…lepaskan saya….", teriak Andila sambil meronta-ronta. Tubuh Andila diseret ketengah ruangan oleh Martinus serta Paulus yang kemudian datang membantu. Andila tiada henti meronta-ronta dan berteriak menyumpah-nyumpah serapah namun dua orang lelaki kekar itu dengan mudah mematahkan perlawanan Andila. "Tenang sayangku....kamu akan jadi terkenal", ujar Paulus sambil menyeret Andila.
Kemudian Martinus dan Paulus meletakkan tubuh Andila ke sofa, Paulus yang mengambil posisi dibelakang sofa memegangi kedua tangan Andila dengan kuat. Sementara Martinus memegangi kedua kaki Andila. Ayung, sang lelaki botak yang sedari tadi hanya mengamati kejadian diruangan itu dengan senyum-senyum simpul mulai melepaskan pakaiannya hingga telanjang bulat. Bentuk tubuh lelaki berusia 40-an ini jelek sekali sejelek roman mukanya. Ayung adalah seorang sex maniak sejati. Perutnya buncit badannya penuh dengan tatto, dan yang mengerikan dia memiliki sebuah penis yang berukuran besar yang sepertinya sangat terlatih didalam mengaduk-aduk lubang kemaluan wanita. Perlahan-lahan dihampirinya tubuh Andila yang meronta-ronta ketakutan, Andila sangat menyadari akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya.
"J...ja..ngan paakk...jjangann..perkosaa saya...",pinta Andila dengan suara yang tergetar. Apalah arti dari permintaan itu, dihadapan para lelaki yang telah kerasukan setan itu Andila ibaratnya hanyalah seonggok daging mentah yang siap dimangsa oleh anjing-anjing budukan yang kelaparan. Dengan santai tangan Ayung menjamah tubuh Andila, diremasnya kedua buah payudara Andila. seketika tubuh Andila menggeliat sebagai tanda penolakan atas perlakuan lelaki kurang ajar ini. Tangan-tangan Ayung mulai melucuti pakaian Andila, gaun panjang yang dikenakan Andila sangatlah mudah untuk dilepas bagai menguliti buah pisang saja. Sekali tarik saja gaun yang melilit ditubuh Andila itu terlucuti. "Waaahh...indah sekali tubuhmu sayang...", bisik Ayung sambil menyeringai.
Diberinya kesempatan kepada Frans untuk membidikkan kamera hendycam-nya keseluruh tubuh Andila yang hanya dibalut bh dan celana dalam warna putih serta jilbab yang masih menutupi rambutnya. Airmata mulai meleleh membasahi wajah ayu Andila keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya yang indah itu. Ketegangan dan kengerian luar biasa menyelimuti sang juara favorit Putri Indonesia ini. Matanya terpejam erat tubuhnya bergetar disaat kembali tangan-tangan Ayung menyentuh tubuhnya. Tangan trampil Ayung kemudian beraksi kembali dengan melepaskan bh yang dikenakan Andila. Sesaat kemudian apa yang ada didada Aninda menjadi pusat perhatian dari para lelaki itu, mereka pun berdesah kagum atas keindahan dua gundukan buah dada Aninda itu.
Ukurannya tidak besar tetapi proporsional dengan tubuh Aninda dan kencang. Dengan tangan-tangan kasarnya diraihnya kedua gundukan payudara itu oleh Ayung. Diusap-usap dan diremas-remas....dengan sesekali dipilin-pilinnya kedua puting yang berwarna merah muda itu. Karuan saja ini membuat tubuh Andila menggeliat-geliat, mulutnya sesekali menganga mengeluarkan desahan-desahan. Puas mempermainkan payudara Andila kedua tangan Ayung merayap turun kearah pinggung dan akhirnya dengan sekali tarikan dia melorotkan celana dalam putih Andila. Suasana diruangan itupun semakin erotis, empat pasang mata kembali terbelalak tertuju ke sebuah gundukan indah di selangkangan sang putri. Sebuah kemaluan wanita yang benar-benar terawat, bersih dengan susunan rambut kemaluan yang berjajar rapih mengelilingi liang kemaluannya. Andila terisak-isak menangis tubuhnya seolah pasrah menerima keadaan namun matanya masih terpejam erat. "Oh sang putri cantik....,beberapa hari yang lalu aku lihat engkau berdiri tegar disebuah panggung pemilihan Putri Indonesia.
Aku masih ingat kau mengucapkan bahwa kau adalah satu-satunya Putri Indonesia yang berjilbab. Aku sangat mengagumimu, tak kusangka kini kau berada didepanku....aku siap mewujudkan impianku untuk menikmati tubuhmu", ujar Ayung sambil mengusap-usap kemaluan Andila. "Ja..jangann...pakkk...ammpunnn...jangann...", pinta Andila sambil menagis. Tiba-tiba tubuh Andila mengejang...mulutnya menganga seperti mengucap huruf A, rupanya jari tengah Ayung bagai cacing tanah menyeruak masuk kedalam bibir vagina Andila. "Aaaahhhh.....", Andila menjerit ketika jari tengah Ayung itu mulai menusuk-nusuk kemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat bagai cacing kepanasan sementara keringatnya terus mengucur deras membasahi tubuhnya yang masih memancarkan harum wewangian bunga melati itu. CEP...CEP...CEP...begitulah suara yang keluar dari selangkangan Andila akibat dari cairan kewanitaan Andila yang dengan derasnya mengucur keluar akibat dikobel-kobel oleh jari tengan Ayung.
Mata Andila terpejam begitu pula dengan mulutnya yang tertutup rapat berusaha menahan rintihan-rintihan yang akan keluar dari mulutnya. Berdasarkan pengalaman Ayung, inilah cara yang sering dipakai Ayung untuk menguras tenaga dari sang gadis pada saat memperkosa gadis itu. Dan setelah tenaga gadis tersebut habis terkuras maka dia dapat dengan mudahnya menyetubuhi gadis tersebut tanpa perlawanan yang berarti lagi. Beberapa saat lamanya jari tengah Ayung mengocok-ngocok liang vagina Andila sampai akhirnya badan Andila terlihat melemah, wajahnya memerah menahan rasa ngilu dikemaluannya. Setelah mencabut jari tengah Ayung dari liang vagina Andila, Ayung merapatkan wajahnya ketubuh Andila tepatnya dibagian selangkangan Andila. Kini lidahnya yang mulai bermain, masih dengan obyek sasaran selangkangan Andila. Lidah Ayung mulai menyapu-nyapu gundukan kemaluan Andila, dijilat-jilatinya bagian tubuh yang amat pribadi bagi Andila itu. "Aaakkhhh...." mulut Andila menganga badannya menegang keras ketika lidah Ayung masuk dan menjilati liang vaginanya.
"Ssshhh...eeehhh...aaahhh....hhhmmmhh....", Andila merintih-rintih tubuhnya menggeliat-geliat semakin keras akibat lidah Ayung yang terus menjilat-jilat liang kemaluannya dengan rakus. Puas menikmati kemaluan Andila kini Ayung dengan lidah yang masih terjulur menyapu tubuh Andila hingga sampai dibagian dada. Kembali lidah Ayung bergerilya didua bukit indah Andila itu, kali ini dibantu dengan kedua tangannya yang ikut meremas-remas keduaaa payudara itu. Dijilat-jilat, dihisap-hisap, digigit-gigit kedua payudara indah yang malang itu oleh mulut Ayung yang rakus itu hingga memerah warnanya. Setelah itu serangan berganti sasaran lagi, kini wajah Ayung telah sejajar dengan wajah Andila yang membuang muka dari tatapan wajah Ayung. Diraihnya kepala Andila yang masih mengenakan jilbab itu dan dipalingkannya wajah Andila hingga berhadapan dengan wajahnya. "Hhhhhmmmm...hhmmmppp", Andila gelagapan ketika bibir Ayung mendarat dibibir Andila.
Dengan rakusnya dikulumnya bibir Andila yang merah mereka itu. Lama Ayung menikmati bibir Andila, dikecup-kecup bibir gadis cantik itu, dikulum-kulum dengan sesekali memainkan lidahnya didalam rongga mulut Andila. Andila nampak semakin gelagapan karena kehabisan nafas, betapa tidak ada sekitas 30 menit lamanya Ayung mencumbu bibir Andila. Terkuras sudah tenaga Andila oleh perlakuan yang diterimanya, apalagi Ayung seolah tak mau memberi ruang nafas kepada Andila. Andila menghela nafas panjang ketika Ayung memberi kecupan terakhir dibibirnya, setelah itu Ayung berdiri. Nafas Andila mendesah-desah tak karuan antara nafas kelelahan dan nafas kengerian bercampur baur menjadi satu, keringat ditubuhnya deras mengucur membasahi tubuh indahnya yang masih harum mewangi itu.
Tubuh telanjang Andila itu tergeletak lunglai diatas sofa, dadanya kembang kempis meraup udara mengisi oksigen ditubuhnya yang habis terkuras sementara matanya masih terpejam erat. Ayung kembali menganbil posisi dan merapat ketubuh Andila. Direntangkannya kedua kaki Andila selebar bahu dan setelah itu tiba-tiba....."Aaaaakkkhhhhhhh........", Andila melengking histeris, matanya yang terpejam seketika menjadi terbelalak ketika dirasakan olehnya sebuah benda keras berotot menusuk lobang vaginanya. Ya, batang penis Ayung yang sedari tadi tegak gagah mengacung mulai melakukan penetrasi. Batang penis itu mulai menunjukkan kegarangannya di kemaluan Andila, dengan perlahan-lahan mulai menyusup masuk keliang vagina Andila. "Ooooogghhhh.....sss...ssakkitt.....aaaaakkhhh..." ,Andila menggeliat-geliat menahan rasa sakit diselangkangannya. Sebuah mahkota kehormatan yang selama ini dijaga dan dirawat secara baik dan akan dipersembahkan kepada seseorang pria pilihannya kelak pada malam pertama setelah menikah ternyata pada saat ini tengah dikoyak oleh seseorang yang sama sekali bukan idaman atau tambatan hatinya bahkan tidak dikenalnya.
Mata Andila merem melek mengeiringi geliatan tubuhnya yang semakin keras, tapi Paulus yang sedari tadi memegangi tangan Andila masih cukup kuat untuk mengatasinya. Ayung yang menindih tubuh Andila terus berusaha melesakkan batang kemaluannya didalam liang vagina Andila untuk merobek selaput keperawanannya. Tangan kiri Ayung memegangi batang kemaluannya untuk membantu menekan penisnya kedalam liang itu dan tangan kanannya menekan pinggul Andila agar dibagian itu tidak terlalu banyak bergerak. Dan akhirnya mengucurlah darah segar dari liang kemaluan Andila, pertanda bahwa Ayung berhasil membobol keperawanan Andila. "Aaaaaaahhhh.....", Andila mengerang keras airmatanya kembali mengucur deras dari sudut-sudut matanya, matanya terbelalak menengadah kearah langit-langit kamar yang menjadi saksi akan hilangnya sebuah keperawanan dari sang putri cantik itu.
Sejenak Ayung membiarkan batang kemaluannya terbenam keseluruhannya didalam liang vagina Andila, dinikmatinya kehangatan dinding-dinging liang vagina Andila yang berdenyut-denyut itu. "Ohh..nikmat sekali kau....", desah Ayung sambil mengatur posisinya diatas tubuh Andila kedua tangan Ayung memegangi pinggang Andila yang ramping itu. Mulailah kemudian Ayung menggenjot tubuh Andila, dipompanya batang kemaluannya keluar masuk didalam liang vagina Andila secara perlahan-lahan penuh dengan perasaan. Sambil menyetubuhi Andila dinikmatinya wajah Andila yang meringis-ringin serta tubuhnya yang bergetar, sejenak kemudian gelora nafsu Ayungpun semakin memuncak wajah Andila yang sedemikian rupa memancing birahi Ayung untuk lebih agresif. Ayung mulai mempercepat irama persetubuhannya atas Andila "Aaakkhh....oohhh...ooouuhh...ooohhh...ooouugghhh. .." Andila merintih-rintih seiring dengan gerakan tubuh Ayung yang memompa kemaluannya keluar masuk diliang vaginanya.
Gerakannya semakin lama semakin cepat sampai-sampai tubuh Andila terbanting-banting, Ayung pun mulai merintih-rintih mengiringi rintihan dan desahan yang keluar dari mulut Andila, rintihan mereka berdua bersaut-sautan menggema didalam ruang itu dan tentu saja kamera Frans tidak melewatkan adegan ini. Beberapa menit kemudian Ayung nampaknya akan berejakulasi, tubuhnya menegang keras serta kepalanya menegadah keatas dan "CCRROTT....CCCRRROTT...CCRROOOTT...", cairan putih kental kemudian muntah dari batang penis Ayung mengisi liang vagina Andila hingga meluber keluar. "Aaaahhhhhh....", Ayung melolong , tubuhnya mengejan menikmati puncak kenikmatan yang tiada tara itu. Entah Andila gadis yang keberapa yang telah berhasil dikoyak keperawanannya. Setelah menyemburkan tetes terakhir didalam liang vagina Andila, tubuh Ayung melemas tinggal nafasnya saja yang berderu-deru berpacu dengan nafas Andila yang terdengar bercampur dengan isak tangisnya.
Ayungpun bangkit dari tubuh Andila, dicabutnya batang penis dari lobang vagina Andila. Puas sudah Ayung melampiaskan nafsu syahwatnya di tubuh Andila. Entah apa yang terjadi kemudian, tidak ada dalam hitungan menit Martinus tiba-tiba telah berdiri dihadapan tubuh Andila yang lunglai tergeletak disofa tanpa sehelai pakaianpun yang melekat ditubuhnya kecuai jilbabnya yang masih melilit dikepalanya. Rupanya dia sudah mengantri sedari tadi, tubuhnya hitam legam berotot begitupun dengan batang kemaluannya yang sudah mengacung dengan gagahnya. Tanpa memberi kesempatan buat Andila untuk beristirahat Martinus langsung menindih tubuh Andila. Dikulumnya bibir Andila dengan ganas, sementara itu kedua tangannya mulai sibuk meremas-remas kedua payudara gadis yang malang itu. "Hhhmmm...cup...mmmpphh...mmmmhh...cup..cup..mmmph h..", suara desahan Andila terdengar bercampur dengan bunyi kecupan-kecupan yang berdecak-decak. "Ooookkhhh.....", suara Andila melengking tubuhnya yang kembali tersentak akibat liang kemaluannya mulai dijejali kembali dengan batang kemaluan yang kali ini milik Martinus.
Dalam sekejap tubuh Andila mulai digenjot, hentakan demi hentakan dari gerakan persetubuhan mengiringi desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut Andila "Ooohhh...ooohh...eegghh...hhooohhh...oouuhhh...". Keringat mebanjiri kedua tubuh yang berlainan perasaan itu, dimana yang satu dengan penuh gairah yang membara terus melampiaskan birahinya kepada lawannya sementara yang satu lagi dengan perasaan putus asa dan tubuh lemah, pasrah menerima penetrasi dari sang lawan. Beberapa menit kemudian kembali liang vagina Andila dibanjiri oleh cairan-cairan sperma yang meluap hingga membasahi kedua pahanya. Martinus meregang menggelinjang merasakan butir-butir kenikmatan menjalar disekujur tubuhnya, tubuhnya kemudian melemah lunglai. Tibalah kini giliran si rambut gondrong, Paulus. Lagi-lagi rintihan-rintihan Andila mulai menggema diruangan itu, tubuhnya kembali diperkosa disetubuhi oleh lelaki yang berumur 40-an ini. Setengah jam sudah Paulus menyetubuhi Andila hingga akhirnya kembali cairan-cairan kental itu mengisi rongga kemaluan Andila.
Andila lemas tubuhnya dibasahi oleh keringatnya bercampur dengan keringat-keringat para lelaki yang memperkosanya tadi sementara selangkangannya penuh dengan cairan-cairan kental hingga kepahanya. Frans sang kameramen rupanya tak mau ketinggalan, dia nampak ingin melakukan adegan penutup dari filem ini. Setelah menyerahkan kamerenya kepada Martinus kemudian dia melepaskan baju yang dikenakannya hingga telanjang bulat. Tubuh lelaki yang berkulit kuning langsat itu nampak dipenuhi dengan hiasan tatto, sebuah kalung salib emas terlihat melintang dilehernya. Wajahnya menyeringai melihat tubuh Andila yang tergeletak lemah diatas sofa. "Sekarang giliranku....", ujarnya. Andila hanya bisa menatap Frans dengan tatapan mata yang sendu. Lelaki yang juga aktifis partai politik yang lambang partainya berwarna dasar ungu ini nampak dengan gagahnya berdiri dihadapan tubuh Andila.
Dengan sebuah lap yang telah dibasahi, Paulus membersihkan selangkangan Andila yang tadinya penuh dengan cairan-cairan yang mengental dan kering. "Ok kamera siap bos", ujar Martinus sambil mengambil posisi serta mengaktifkan kameranya. "Silahkan tancap bos....", ujar Paulus setelah membersihkan tubuh Andila. Frans mulai action. Diraihnya tubuh Andila yang lemah tergeletak di sofa. "Ayo sayang kita main lagi.... Ini akan menjadi filem yang hebat", bisik Frans sambil membopong memindahkan tubuh Andila kelantai. Diterlungkupkan tubuh Andila, setelah itu diangkatnya pinggang gadis itu hingga posisinya seperti orang yang sedang bersujud. Frans mengambil posisi dibelakang tubuh Andila. Nafas Andila terdengar tersengal-sengal tubuhnya bergetar disaat tangan Frans mengelus-elus punggung Andila yang halus dan lembut itu. "Kulitmu halus sekali dan putih bersih, kau cantik Andila...., pasti kau tak mau kalau kupersunting menjadi istriku. Makanya kita lakukan saja ini seperti suami istri ya...", rayu Frans.
Kedua tangan Frans kemudian memegang pinggang Andila. "Aaaaaakkkkhhh........ooouuuuuhhhh.....", sekonyong-konyong Andila melolong keras, tubuhnya yang tadi lemas bersujud seketika langsung menegang keras, kepalanya mendongak keatas disertai dengan matanya yang terbelalak. Rupanya Frans mulai melesakkan batang kemaluannya kedalam anus Andila. Frans menyodomi Andila. BLESSSS...dalam waktu yang relatif singkat penis Frans tertanam seluruhnya didalam anus Andila. Setelah itu Frans mulai dengan gerakan menyodok-nyodok kemaluannya didalam anus Andila. "Oogghh....oohh...aagghh....", Andila menjerit-jerit kesakitan dengan tubuh menggelepar-gelepar dan mulut yang menganga sementara Frans dengan sekuat tenaga terus menyodomi Andila. "Wah rapet sekali bo'ol kamu Andila, rasanya enaaakkk...", ujar Frans sambil terus menyodomi Andila.
Tubuh Andila semakin lunglai lemas, keringat dingin mengucur deras kembali membasahi tubuhnya. Setelah puas menyodomi Andila. Frans mencabut penisnya dan setelah itu langsung membalikkan tubuh Andila hingga terlentang. Frans mengarahkan penisnya kewajah Andila dan setelah itu penis Frans yang besar dan perkasa itu disumpalkan didalam mulut Andila. "Hhmmmppp.....", Andila kembali tersentak disaat Frans berusaha melesakkan penisnya didalam rongga mulut Andila. Namun apa dayanya tubuhnya telah lemas setelah sekian kali digenjot rame-rame. Andila hanya pasrah disaat kemaluan Frans masuk kedalam mulutnya. Kedua tangan Frans memegang erat kepala Andila yang masih berjilbab itu, kemudian digerakkannya kepala Andila naik turun untuk mengurut-urut batang penisnya didalam rongga mulut Andila. "Waww..lembut sekali mulutmu, dingin sekali rasanya....aahhh...nikmaattt...", desah Frans yang sangat menikmati perkosaan itu.
Namun tidak demikian dengan Andila, dengan nafasnya yang tersengal-sengal dia terpaksa mengulum batang kemaluan Frans, mulutnya terlihat penuh dijejali kemaluan Frans sampai-sampai kedua pipinya menggelembung akibat batang penis Frans yang besar itu menjejali mulutnya. "Ooookkhh...haaahhhhkkhh...", Frans mengejang keras, wajahnya menyeringai menengadah kelangit-langit ruangan itu, tubuhnya bergetar ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan-cairan sperma didalam rongga mulut Andila. "HHmmmppphh...mmmhhh....", Andila berusaha melepaskan diri namun sia-sia kedua tangan Frans dengan kuatnya memegang kepala Andila. CRRROOTT...CCRROOT...batang penis Frans terus memuntahkan sperma didalam mulut Andila mengalir deras membasahi tenggorokannya hingga meluber keluar disela-sela bibir Andila yang masih disumpal oleh batang kemaluan Frans. "Aaahhh...nikmat sekali", Frans mendesah lega.
Dicabutnya batang penisnya dari mulut Andila, seketika itu Andila terbatuk-batuk dan seperti akan muntah, mulutnya penuh dengan cairan kental sperma bercampur dengan airliurnya sendiri sesekali cairan itu mengalir keluar dari sela-sela bibirnya membasahi pipinya. Belum puas seratus persen, Frans kembali mengambil posisi diatas tubuh Andila dia akan menyetubuhi gadis itu. Ditekuknya kedua kaki Andila hingga bagian paha menyentuh dada. "Uuugghh....", Andila mendesah pelan, mulutnya meringis ketika vaginanya kembali diterobos batang kemaluan lelaki. Frans mulai menyetubuhi Andila. Mulut Andila hanya mengeluarkan desahan-desahan lemah, tubuhnya lungalai dan lemas bak seonggok daging tak bertulang ketika dia harus terbanting-banting dan tersodok-sodok akibat perkosaan yang dilakukan oleh Frans.
Dengan tenaga yang masih perkasa Frans terus menyetubuhi Andila hingga akhirnya berejakulasi untuk yang kedua kalinya. Tubuh Frans menggelinjang nikmat menghantar semburan-semburan sperma yang kembali memenuhi liang vagina Andila. Kemudian kedua tubuh itupun jatuh lemas tak berdaya, deru nafas mereka berpacu membahana mengakhiri adegan pembuatan filem porno itu. Andilapun kemudian tak sadarkan diri. Rasa puas didalam diri Frans tak bisa dilukiskan, filem yang bertemakan pemerkosaan ini pastilah akan laris manis karena bintangnya adalah seorang Juara Harapan Putri Indonesia. Segera kawanan crew pembuatan filem itu membereskan peralatan mereka dan merapikan diri. Waktu menunjukkan pukul 12 siang, merekapun meninggalkan ruangan itu dan pergi meninggalkan tubuh Andila yang masih tergeletak tak beradaya, rumah itupun kembali sunyi sepi.

Cerita Dewasa Hot Mesum terbaru kali ini tentang artis seksi yang menjadi korban pemerkosaan. Cerita bagaimana artis cantik menjadi korban pemuas nafsu birahi produser, sutradara dan fotografer, sebagai syarat untuk menjadi artis cantik terkenal. Seorang cewek yang memiliki tubuh seksi dan wajah cantik selalu berkesempatan untuk menjadi seorang artis. Dimana profesi seorang artis banyak diminati cewek-cewek muda berbakat. Namun apakah menjadi kisah yang membahagiakan atau sebaliknya? Berikut cerita dewasa mesum pemerkosaan artis cantik seksi ini.
Bermula dari ajang kontes pemilihan putri, cewek seksi ini menjadi finalis dalam ajang tersebut. Dari modal itu, ia berfikir bahwa modal yang ia punya dapat menjadikannya pengantar artis terkenal. Namun sesaat melangkah kearah keterkenalan, ia menjadi korban pemerkosaan nafsu birahi para pemuja wanita cantik seksi. Tubuh bugil dan telanjangnya menjadi santapan untuk dinikmati dalam adegan pemerkosaan seks mesum itu. Tak hentinya bagaimana vagina dan payudaranya dinikmati beberapa orang sebagai syarat artis terkenal. Inilah cerita lengkap cerita dewasa mesum Pemerkosaan artis cantik seksi sebagai syarat terkenalnya.
RINTIHAN PUTRI INDONESIA
"Tante…Dila berangkat dulu yah", pamit Dila kepada tantenya. Begitulah Dila, yang memiliki nama lengkap Andila Agustina mengawali aktifitasnya di pagi hari ini. Jam menunjukkan pukul 6 tepat saat Andila meninggalkan rumah tantenya tempat dimana dia menumpang hidup. Andila Agustina, gadis berusia 18 tahun adalah seorang finalis Pemilihan Putri Indonesia 2010. Gadis cantik jelita ini penampilannya tidaklah kalah dengan gadis-gadis lainnya, terbukti dalam kontes itu dia terpilih sebagai juara favorit. Baju-baju yang dikenakan Andila selalu modis, dengan mengambil ukuran baju yang body fit atau ketat sehingga menonjolkan keindahan lekuk-lekuk tubuh Andila, dada yang menonjol pinggulnya yang ramping serta pantatnya yang padat menambah nilai tersendiri bagi keindahan tubuh gadis ini.
Wajahnya yang putih bersih selalu dipoles dengan kosmetik sehingga nampak semakin cantik apalagi ditambah dengan senyuman yang selalu tersungging ramah dari bibirnya yang sensual itu, Andila bukan saja seorang gadis yang cantik tetapi juga ramah. Hari ini Andila memenuhi tawaran Frans, seorang photografer, yang kemarin menghubunginya untuk pemotretan model sebuah baju karya seseorang perancang busana. Sebetulnya Andila agak malas untuk memenuhi panggilan itu karena dia masih memiliki kegiatan lainnya yang setumpuk. Namun kebetulan jadwal pemotretan yang ditawarkan itu adalah pagi hari maka setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk memenuhi panggilan sang photografer itu, thoh juga itung-itung untuk menambah pengalaman dan pergaulan pikirnya.
Singkat cerita, sampailah sang putri ini ditempat pemotretan yaitu sebuah rumah besar yang terletak disebuah kawasan antara Jakarta dan Bogor. Areal disekitar rumah itu agak sepi dan jauh dari keramaian, mungkin sebagai seseorang yang berjiwa seni Frans memerlukan tempat tinggal yang tenang seperti ini pikir Andila. Setelah memarkirkan mobil sedannya Andila memasuki halaman rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah sosok lelaki bertubuh tinggi besar, kepalanya plontos wajahnya dengan wajah khas orang chinesse. "Ah ini dia Putri Indonesia yang pertama kali berjilbab, selamat datang....", sambut lelaki itu. Dengan senyum ramah dia kemudian memperkenalkan dirinya "Perkenalkan saya Frans alias Aliong, kamu boleh panggil saya Frans atau Aliong…", ujar lelaki itu dengan tersenyum.
"Saya Andila….", balas Andila sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman. "Oouuhh…cantik nian kamu Andila…tanganmupun mulus sekali", ujar Frans sambil menyambut uluran tangan Andila. Dan..."CUP…." sebuah kecupan bibir Frans tiba-tiba mendarat dipunggung tangan Andila, membuat Andila agak terkejut karena baru kali ini diperlakukan bak seorang putri dari daratan eropah. "Mari silahkan masuk" Frans mempersilahkan Andila memasuki rumah sang fotographer itu. Sesampainya didalam Andila tertegun melihat suasanya didalam rumah itu, ruangannya besar-besar namun gelap dan sepi, seperti rumah yang tidak berpenghuni. "Pemotretannya dimana mas…", Tanya Andila. "Mari kita kedalam…", ajak Frans mempersilahkan Andila berjalan melalui lorong-lorong gelap didalam rumah tersebut. "Gimana tawaran pembayarannya ?", Tanya Frans sambil berjalan memandu Andila. " Masih 500.0000 rupiah pershot kan ?", balas Andila.
"Iya…iya…kamu akan saya ambil 5 shot aja koq dan masih ada tip-nya, jadi jumlah yang akan kamu terima nanti akan lebih banyak dari jumlah yang kamu perhitungkan", jawab Frans sambil tersenyum melirik Andila. Dan tibalah mereka disebuah ruangan dibagian belakang rumah tersebut, ruangan tersebut nampaknya sudah di set-up untuk pemotretan. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10 meter dan terdapat sebuah sofa besar untuk sarana pemotretan dan sebuah bilik untuk berganti baju. "Ini dia studio pemotretannya, silahkan masuk Andila". "Terimakasih mas... Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina", ujar Andila. "Beres...semua udah diatur", balas Frans. " Nah, Andila ini baju yang musti kamu kenakan untuk pemotretan ini", ujar Frans sambil menyodorkan sebuah gaun panjang.
"Bajunya cuman ini aja mas dan saya ngga perlu di make-up lagi mas ?" Tanya Andila. "Nda perlu…wajah kamu udah cantik koq, nda perlu make-up lagi, baju untuk pemotretan ya cuma itu aja" ujar Frans. "Sekarang kamu silahkan ganti baju diruangan itu" Frans menunjuk satu bilik kecil didalam ruangan itu. Beberapa menit kemudian Andila keluar dengan busana panjang berwarna merah tua dipadukan dengan jilbab merah muda. Bahannya terbuat dari sutera tipis dan ukurannya ketat menjadikan tubuh Andilapun terlihat sexy. "Waw cantik sekali....", Frans terpesona dengan kemolekan tubuh Andila. "Duduk di sofa itu", perintah Frans sambil menutup pintu kamar pemotretan itu. "Koq sendirian aja sih mas ?", Tanya Andila Frans hanya diam saja, dia nampak sibuk menyetel kameranya "Ok mulai berpose….", Dan kilatan-kilatan blits mulai memancar didalam ruang itu mengiringi pemotretan Frans, Andila pun berganti-ganti gaya diatas sofa itu. Tidak ada setengah jam, pemotretanpun usai. "Selasai...!" Frans mengacungkan jempolnya. "Hihihi…engga terasa udah selesai ya mas….", ucap Andila sambil bangkit dari sofa.
"Tunggu dulu, jangan bergerak dari sofa", ujar Frans Wajah Frans tiba-tiba berubah menjadi serius, digantinya kamera yang menggantung di treeport dengan sebuah handycam. Kemudian Frans bersiul beberapa kali seperti memberi tanda sesuatu. "Lho…ada apa lagi mas…? Koq masang handycam segala ?" Tanya Andila yang mulai kebingungan. "Masih ada satu lagi yang ingin gue ambil dari kamu", kata Frans. Andilapun terkejut sambil bertanya "Apa mas…?". "Sebuah adegan….yang bakal membuat kamu lebih terkenal daripada sekedar putri-putri-an", balas Frans sambil memasukkan film didalam hadycamnya. Belum lagi hilang rasa bingung didalam diri Andila tiba-tiba masuklah beberapa orang lelaki kedalam ruangan itu. "Ah ini dia, jagoan-jagoan kita…" ujar Frans sambil tersenyum. "Andila, perkenalkan ini lawan main kamu didalam adegan nanti.
Yang tinggi besar berambut botak ini namanya Ayung, yang kurus dan berambut gondrong ini namanya Paulus dan yang berbadan tegap dan kekar ini namanya Martinus". "Siapa mereka ? mau apa mereka ? mas mau adegan apa lagi ?" Tanya Andila yang mulai gugup melihat suasana yang tidak menguntungkan itu. "Andila, gue sebenarnya mau bikin Blue Film alian BF alias Bokep dan kamu adalah pemeran utamanya !", Frans menjelaskan. Sontak penjelasan Frans ini membuat diri Andila bagai tersambar petir, dia mulai sadar bahwa dirinya telah dijebak oleh Frans. "Tenang...tenang kamu tetap akan kami bayar Andila, tapi setelah film ini laku…" lanjut Frans. "Themanya tergantung dari kamu…kalo kamu rela bersedia disyuting kita bisa pilih tema perselingkuhan saja, sepeti antara bos dan karyawannya.
Tetapi…kalo kamu menolak syuting ini, yaaah…terpaksa mau tidak mau thema yang aku pilih adalah PEMERKOSAAN…hahahaha….". Wajah Andila nampak menjadi pucat pasi, hatinya menjadi ciut, aliran darahnya serasa berhenti mendengar penjelasan Frans tadi. "Tidak…tidak…aku tidak sudi….!!", teriak Andila sambil bangkit dari sofa seraya berlari menuju pintu untuk meninggalkan ruangan itu. Namun belum lagi tangan Andila menyentuh handle pintu tiba-tiba sebuah tangan kekar dan besar milik Martinus dengan cekatan memegang tangan Andila. "Ahh..lepaskan…lepaskan aku…kalian bajingan setan semua !!!", Andila menjerit-jerit sambil berontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Martinus. "AHA…jelaslas sudah berarti thema film kita adalah PEMERKOSAAN !", teriak Frans sambil menghidupkan handycamnya.
"Kita langsung mulai saja pengambilan gambarnya…". "Action….mulai !!!!", perintah Frans sambil menghidupkan kameranya dan mengarahkan ke adegan Martinus yang tengah meringkus Andila. "Hebat sungguh hebat,…kejadiannya sangat alami…benar-benar ini akan menjadi sebuah filem pemerkosaan yang hebat", ujar Frans sambil terus membidikkan kamerannya kearah pergumulan antara Martinus dan Andila. "Lepaskan…lepaskan saya….", teriak Andila sambil meronta-ronta. Tubuh Andila diseret ketengah ruangan oleh Martinus serta Paulus yang kemudian datang membantu. Andila tiada henti meronta-ronta dan berteriak menyumpah-nyumpah serapah namun dua orang lelaki kekar itu dengan mudah mematahkan perlawanan Andila. "Tenang sayangku....kamu akan jadi terkenal", ujar Paulus sambil menyeret Andila.
Kemudian Martinus dan Paulus meletakkan tubuh Andila ke sofa, Paulus yang mengambil posisi dibelakang sofa memegangi kedua tangan Andila dengan kuat. Sementara Martinus memegangi kedua kaki Andila. Ayung, sang lelaki botak yang sedari tadi hanya mengamati kejadian diruangan itu dengan senyum-senyum simpul mulai melepaskan pakaiannya hingga telanjang bulat. Bentuk tubuh lelaki berusia 40-an ini jelek sekali sejelek roman mukanya. Ayung adalah seorang sex maniak sejati. Perutnya buncit badannya penuh dengan tatto, dan yang mengerikan dia memiliki sebuah penis yang berukuran besar yang sepertinya sangat terlatih didalam mengaduk-aduk lubang kemaluan wanita. Perlahan-lahan dihampirinya tubuh Andila yang meronta-ronta ketakutan, Andila sangat menyadari akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya.
"J...ja..ngan paakk...jjangann..perkosaa saya...",pinta Andila dengan suara yang tergetar. Apalah arti dari permintaan itu, dihadapan para lelaki yang telah kerasukan setan itu Andila ibaratnya hanyalah seonggok daging mentah yang siap dimangsa oleh anjing-anjing budukan yang kelaparan. Dengan santai tangan Ayung menjamah tubuh Andila, diremasnya kedua buah payudara Andila. seketika tubuh Andila menggeliat sebagai tanda penolakan atas perlakuan lelaki kurang ajar ini. Tangan-tangan Ayung mulai melucuti pakaian Andila, gaun panjang yang dikenakan Andila sangatlah mudah untuk dilepas bagai menguliti buah pisang saja. Sekali tarik saja gaun yang melilit ditubuh Andila itu terlucuti. "Waaahh...indah sekali tubuhmu sayang...", bisik Ayung sambil menyeringai.
Diberinya kesempatan kepada Frans untuk membidikkan kamera hendycam-nya keseluruh tubuh Andila yang hanya dibalut bh dan celana dalam warna putih serta jilbab yang masih menutupi rambutnya. Airmata mulai meleleh membasahi wajah ayu Andila keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya yang indah itu. Ketegangan dan kengerian luar biasa menyelimuti sang juara favorit Putri Indonesia ini. Matanya terpejam erat tubuhnya bergetar disaat kembali tangan-tangan Ayung menyentuh tubuhnya. Tangan trampil Ayung kemudian beraksi kembali dengan melepaskan bh yang dikenakan Andila. Sesaat kemudian apa yang ada didada Aninda menjadi pusat perhatian dari para lelaki itu, mereka pun berdesah kagum atas keindahan dua gundukan buah dada Aninda itu.
Ukurannya tidak besar tetapi proporsional dengan tubuh Aninda dan kencang. Dengan tangan-tangan kasarnya diraihnya kedua gundukan payudara itu oleh Ayung. Diusap-usap dan diremas-remas....dengan sesekali dipilin-pilinnya kedua puting yang berwarna merah muda itu. Karuan saja ini membuat tubuh Andila menggeliat-geliat, mulutnya sesekali menganga mengeluarkan desahan-desahan. Puas mempermainkan payudara Andila kedua tangan Ayung merayap turun kearah pinggung dan akhirnya dengan sekali tarikan dia melorotkan celana dalam putih Andila. Suasana diruangan itupun semakin erotis, empat pasang mata kembali terbelalak tertuju ke sebuah gundukan indah di selangkangan sang putri. Sebuah kemaluan wanita yang benar-benar terawat, bersih dengan susunan rambut kemaluan yang berjajar rapih mengelilingi liang kemaluannya. Andila terisak-isak menangis tubuhnya seolah pasrah menerima keadaan namun matanya masih terpejam erat. "Oh sang putri cantik....,beberapa hari yang lalu aku lihat engkau berdiri tegar disebuah panggung pemilihan Putri Indonesia.
Aku masih ingat kau mengucapkan bahwa kau adalah satu-satunya Putri Indonesia yang berjilbab. Aku sangat mengagumimu, tak kusangka kini kau berada didepanku....aku siap mewujudkan impianku untuk menikmati tubuhmu", ujar Ayung sambil mengusap-usap kemaluan Andila. "Ja..jangann...pakkk...ammpunnn...jangann...", pinta Andila sambil menagis. Tiba-tiba tubuh Andila mengejang...mulutnya menganga seperti mengucap huruf A, rupanya jari tengah Ayung bagai cacing tanah menyeruak masuk kedalam bibir vagina Andila. "Aaaahhhh.....", Andila menjerit ketika jari tengah Ayung itu mulai menusuk-nusuk kemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat bagai cacing kepanasan sementara keringatnya terus mengucur deras membasahi tubuhnya yang masih memancarkan harum wewangian bunga melati itu. CEP...CEP...CEP...begitulah suara yang keluar dari selangkangan Andila akibat dari cairan kewanitaan Andila yang dengan derasnya mengucur keluar akibat dikobel-kobel oleh jari tengan Ayung.
Mata Andila terpejam begitu pula dengan mulutnya yang tertutup rapat berusaha menahan rintihan-rintihan yang akan keluar dari mulutnya. Berdasarkan pengalaman Ayung, inilah cara yang sering dipakai Ayung untuk menguras tenaga dari sang gadis pada saat memperkosa gadis itu. Dan setelah tenaga gadis tersebut habis terkuras maka dia dapat dengan mudahnya menyetubuhi gadis tersebut tanpa perlawanan yang berarti lagi. Beberapa saat lamanya jari tengah Ayung mengocok-ngocok liang vagina Andila sampai akhirnya badan Andila terlihat melemah, wajahnya memerah menahan rasa ngilu dikemaluannya. Setelah mencabut jari tengah Ayung dari liang vagina Andila, Ayung merapatkan wajahnya ketubuh Andila tepatnya dibagian selangkangan Andila. Kini lidahnya yang mulai bermain, masih dengan obyek sasaran selangkangan Andila. Lidah Ayung mulai menyapu-nyapu gundukan kemaluan Andila, dijilat-jilatinya bagian tubuh yang amat pribadi bagi Andila itu. "Aaakkhhh...." mulut Andila menganga badannya menegang keras ketika lidah Ayung masuk dan menjilati liang vaginanya.
"Ssshhh...eeehhh...aaahhh....hhhmmmhh....", Andila merintih-rintih tubuhnya menggeliat-geliat semakin keras akibat lidah Ayung yang terus menjilat-jilat liang kemaluannya dengan rakus. Puas menikmati kemaluan Andila kini Ayung dengan lidah yang masih terjulur menyapu tubuh Andila hingga sampai dibagian dada. Kembali lidah Ayung bergerilya didua bukit indah Andila itu, kali ini dibantu dengan kedua tangannya yang ikut meremas-remas keduaaa payudara itu. Dijilat-jilat, dihisap-hisap, digigit-gigit kedua payudara indah yang malang itu oleh mulut Ayung yang rakus itu hingga memerah warnanya. Setelah itu serangan berganti sasaran lagi, kini wajah Ayung telah sejajar dengan wajah Andila yang membuang muka dari tatapan wajah Ayung. Diraihnya kepala Andila yang masih mengenakan jilbab itu dan dipalingkannya wajah Andila hingga berhadapan dengan wajahnya. "Hhhhhmmmm...hhmmmppp", Andila gelagapan ketika bibir Ayung mendarat dibibir Andila.
Dengan rakusnya dikulumnya bibir Andila yang merah mereka itu. Lama Ayung menikmati bibir Andila, dikecup-kecup bibir gadis cantik itu, dikulum-kulum dengan sesekali memainkan lidahnya didalam rongga mulut Andila. Andila nampak semakin gelagapan karena kehabisan nafas, betapa tidak ada sekitas 30 menit lamanya Ayung mencumbu bibir Andila. Terkuras sudah tenaga Andila oleh perlakuan yang diterimanya, apalagi Ayung seolah tak mau memberi ruang nafas kepada Andila. Andila menghela nafas panjang ketika Ayung memberi kecupan terakhir dibibirnya, setelah itu Ayung berdiri. Nafas Andila mendesah-desah tak karuan antara nafas kelelahan dan nafas kengerian bercampur baur menjadi satu, keringat ditubuhnya deras mengucur membasahi tubuh indahnya yang masih harum mewangi itu.
Tubuh telanjang Andila itu tergeletak lunglai diatas sofa, dadanya kembang kempis meraup udara mengisi oksigen ditubuhnya yang habis terkuras sementara matanya masih terpejam erat. Ayung kembali menganbil posisi dan merapat ketubuh Andila. Direntangkannya kedua kaki Andila selebar bahu dan setelah itu tiba-tiba....."Aaaaakkkhhhhhhh........", Andila melengking histeris, matanya yang terpejam seketika menjadi terbelalak ketika dirasakan olehnya sebuah benda keras berotot menusuk lobang vaginanya. Ya, batang penis Ayung yang sedari tadi tegak gagah mengacung mulai melakukan penetrasi. Batang penis itu mulai menunjukkan kegarangannya di kemaluan Andila, dengan perlahan-lahan mulai menyusup masuk keliang vagina Andila. "Ooooogghhhh.....sss...ssakkitt.....aaaaakkhhh..." ,Andila menggeliat-geliat menahan rasa sakit diselangkangannya. Sebuah mahkota kehormatan yang selama ini dijaga dan dirawat secara baik dan akan dipersembahkan kepada seseorang pria pilihannya kelak pada malam pertama setelah menikah ternyata pada saat ini tengah dikoyak oleh seseorang yang sama sekali bukan idaman atau tambatan hatinya bahkan tidak dikenalnya.
Mata Andila merem melek mengeiringi geliatan tubuhnya yang semakin keras, tapi Paulus yang sedari tadi memegangi tangan Andila masih cukup kuat untuk mengatasinya. Ayung yang menindih tubuh Andila terus berusaha melesakkan batang kemaluannya didalam liang vagina Andila untuk merobek selaput keperawanannya. Tangan kiri Ayung memegangi batang kemaluannya untuk membantu menekan penisnya kedalam liang itu dan tangan kanannya menekan pinggul Andila agar dibagian itu tidak terlalu banyak bergerak. Dan akhirnya mengucurlah darah segar dari liang kemaluan Andila, pertanda bahwa Ayung berhasil membobol keperawanan Andila. "Aaaaaaahhhh.....", Andila mengerang keras airmatanya kembali mengucur deras dari sudut-sudut matanya, matanya terbelalak menengadah kearah langit-langit kamar yang menjadi saksi akan hilangnya sebuah keperawanan dari sang putri cantik itu.
Sejenak Ayung membiarkan batang kemaluannya terbenam keseluruhannya didalam liang vagina Andila, dinikmatinya kehangatan dinding-dinging liang vagina Andila yang berdenyut-denyut itu. "Ohh..nikmat sekali kau....", desah Ayung sambil mengatur posisinya diatas tubuh Andila kedua tangan Ayung memegangi pinggang Andila yang ramping itu. Mulailah kemudian Ayung menggenjot tubuh Andila, dipompanya batang kemaluannya keluar masuk didalam liang vagina Andila secara perlahan-lahan penuh dengan perasaan. Sambil menyetubuhi Andila dinikmatinya wajah Andila yang meringis-ringin serta tubuhnya yang bergetar, sejenak kemudian gelora nafsu Ayungpun semakin memuncak wajah Andila yang sedemikian rupa memancing birahi Ayung untuk lebih agresif. Ayung mulai mempercepat irama persetubuhannya atas Andila "Aaakkhh....oohhh...ooouuhh...ooohhh...ooouugghhh. .." Andila merintih-rintih seiring dengan gerakan tubuh Ayung yang memompa kemaluannya keluar masuk diliang vaginanya.
Gerakannya semakin lama semakin cepat sampai-sampai tubuh Andila terbanting-banting, Ayung pun mulai merintih-rintih mengiringi rintihan dan desahan yang keluar dari mulut Andila, rintihan mereka berdua bersaut-sautan menggema didalam ruang itu dan tentu saja kamera Frans tidak melewatkan adegan ini. Beberapa menit kemudian Ayung nampaknya akan berejakulasi, tubuhnya menegang keras serta kepalanya menegadah keatas dan "CCRROTT....CCCRRROTT...CCRROOOTT...", cairan putih kental kemudian muntah dari batang penis Ayung mengisi liang vagina Andila hingga meluber keluar. "Aaaahhhhhh....", Ayung melolong , tubuhnya mengejan menikmati puncak kenikmatan yang tiada tara itu. Entah Andila gadis yang keberapa yang telah berhasil dikoyak keperawanannya. Setelah menyemburkan tetes terakhir didalam liang vagina Andila, tubuh Ayung melemas tinggal nafasnya saja yang berderu-deru berpacu dengan nafas Andila yang terdengar bercampur dengan isak tangisnya.
Ayungpun bangkit dari tubuh Andila, dicabutnya batang penis dari lobang vagina Andila. Puas sudah Ayung melampiaskan nafsu syahwatnya di tubuh Andila. Entah apa yang terjadi kemudian, tidak ada dalam hitungan menit Martinus tiba-tiba telah berdiri dihadapan tubuh Andila yang lunglai tergeletak disofa tanpa sehelai pakaianpun yang melekat ditubuhnya kecuai jilbabnya yang masih melilit dikepalanya. Rupanya dia sudah mengantri sedari tadi, tubuhnya hitam legam berotot begitupun dengan batang kemaluannya yang sudah mengacung dengan gagahnya. Tanpa memberi kesempatan buat Andila untuk beristirahat Martinus langsung menindih tubuh Andila. Dikulumnya bibir Andila dengan ganas, sementara itu kedua tangannya mulai sibuk meremas-remas kedua payudara gadis yang malang itu. "Hhhmmm...cup...mmmpphh...mmmmhh...cup..cup..mmmph h..", suara desahan Andila terdengar bercampur dengan bunyi kecupan-kecupan yang berdecak-decak. "Ooookkhhh.....", suara Andila melengking tubuhnya yang kembali tersentak akibat liang kemaluannya mulai dijejali kembali dengan batang kemaluan yang kali ini milik Martinus.
Dalam sekejap tubuh Andila mulai digenjot, hentakan demi hentakan dari gerakan persetubuhan mengiringi desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut Andila "Ooohhh...ooohh...eegghh...hhooohhh...oouuhhh...". Keringat mebanjiri kedua tubuh yang berlainan perasaan itu, dimana yang satu dengan penuh gairah yang membara terus melampiaskan birahinya kepada lawannya sementara yang satu lagi dengan perasaan putus asa dan tubuh lemah, pasrah menerima penetrasi dari sang lawan. Beberapa menit kemudian kembali liang vagina Andila dibanjiri oleh cairan-cairan sperma yang meluap hingga membasahi kedua pahanya. Martinus meregang menggelinjang merasakan butir-butir kenikmatan menjalar disekujur tubuhnya, tubuhnya kemudian melemah lunglai. Tibalah kini giliran si rambut gondrong, Paulus. Lagi-lagi rintihan-rintihan Andila mulai menggema diruangan itu, tubuhnya kembali diperkosa disetubuhi oleh lelaki yang berumur 40-an ini. Setengah jam sudah Paulus menyetubuhi Andila hingga akhirnya kembali cairan-cairan kental itu mengisi rongga kemaluan Andila.
Andila lemas tubuhnya dibasahi oleh keringatnya bercampur dengan keringat-keringat para lelaki yang memperkosanya tadi sementara selangkangannya penuh dengan cairan-cairan kental hingga kepahanya. Frans sang kameramen rupanya tak mau ketinggalan, dia nampak ingin melakukan adegan penutup dari filem ini. Setelah menyerahkan kamerenya kepada Martinus kemudian dia melepaskan baju yang dikenakannya hingga telanjang bulat. Tubuh lelaki yang berkulit kuning langsat itu nampak dipenuhi dengan hiasan tatto, sebuah kalung salib emas terlihat melintang dilehernya. Wajahnya menyeringai melihat tubuh Andila yang tergeletak lemah diatas sofa. "Sekarang giliranku....", ujarnya. Andila hanya bisa menatap Frans dengan tatapan mata yang sendu. Lelaki yang juga aktifis partai politik yang lambang partainya berwarna dasar ungu ini nampak dengan gagahnya berdiri dihadapan tubuh Andila.
Dengan sebuah lap yang telah dibasahi, Paulus membersihkan selangkangan Andila yang tadinya penuh dengan cairan-cairan yang mengental dan kering. "Ok kamera siap bos", ujar Martinus sambil mengambil posisi serta mengaktifkan kameranya. "Silahkan tancap bos....", ujar Paulus setelah membersihkan tubuh Andila. Frans mulai action. Diraihnya tubuh Andila yang lemah tergeletak di sofa. "Ayo sayang kita main lagi.... Ini akan menjadi filem yang hebat", bisik Frans sambil membopong memindahkan tubuh Andila kelantai. Diterlungkupkan tubuh Andila, setelah itu diangkatnya pinggang gadis itu hingga posisinya seperti orang yang sedang bersujud. Frans mengambil posisi dibelakang tubuh Andila. Nafas Andila terdengar tersengal-sengal tubuhnya bergetar disaat tangan Frans mengelus-elus punggung Andila yang halus dan lembut itu. "Kulitmu halus sekali dan putih bersih, kau cantik Andila...., pasti kau tak mau kalau kupersunting menjadi istriku. Makanya kita lakukan saja ini seperti suami istri ya...", rayu Frans.
Kedua tangan Frans kemudian memegang pinggang Andila. "Aaaaaakkkkhhh........ooouuuuuhhhh.....", sekonyong-konyong Andila melolong keras, tubuhnya yang tadi lemas bersujud seketika langsung menegang keras, kepalanya mendongak keatas disertai dengan matanya yang terbelalak. Rupanya Frans mulai melesakkan batang kemaluannya kedalam anus Andila. Frans menyodomi Andila. BLESSSS...dalam waktu yang relatif singkat penis Frans tertanam seluruhnya didalam anus Andila. Setelah itu Frans mulai dengan gerakan menyodok-nyodok kemaluannya didalam anus Andila. "Oogghh....oohh...aagghh....", Andila menjerit-jerit kesakitan dengan tubuh menggelepar-gelepar dan mulut yang menganga sementara Frans dengan sekuat tenaga terus menyodomi Andila. "Wah rapet sekali bo'ol kamu Andila, rasanya enaaakkk...", ujar Frans sambil terus menyodomi Andila.
Tubuh Andila semakin lunglai lemas, keringat dingin mengucur deras kembali membasahi tubuhnya. Setelah puas menyodomi Andila. Frans mencabut penisnya dan setelah itu langsung membalikkan tubuh Andila hingga terlentang. Frans mengarahkan penisnya kewajah Andila dan setelah itu penis Frans yang besar dan perkasa itu disumpalkan didalam mulut Andila. "Hhmmmppp.....", Andila kembali tersentak disaat Frans berusaha melesakkan penisnya didalam rongga mulut Andila. Namun apa dayanya tubuhnya telah lemas setelah sekian kali digenjot rame-rame. Andila hanya pasrah disaat kemaluan Frans masuk kedalam mulutnya. Kedua tangan Frans memegang erat kepala Andila yang masih berjilbab itu, kemudian digerakkannya kepala Andila naik turun untuk mengurut-urut batang penisnya didalam rongga mulut Andila. "Waww..lembut sekali mulutmu, dingin sekali rasanya....aahhh...nikmaattt...", desah Frans yang sangat menikmati perkosaan itu.
Namun tidak demikian dengan Andila, dengan nafasnya yang tersengal-sengal dia terpaksa mengulum batang kemaluan Frans, mulutnya terlihat penuh dijejali kemaluan Frans sampai-sampai kedua pipinya menggelembung akibat batang penis Frans yang besar itu menjejali mulutnya. "Ooookkhh...haaahhhhkkhh...", Frans mengejang keras, wajahnya menyeringai menengadah kelangit-langit ruangan itu, tubuhnya bergetar ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan-cairan sperma didalam rongga mulut Andila. "HHmmmppphh...mmmhhh....", Andila berusaha melepaskan diri namun sia-sia kedua tangan Frans dengan kuatnya memegang kepala Andila. CRRROOTT...CCRROOT...batang penis Frans terus memuntahkan sperma didalam mulut Andila mengalir deras membasahi tenggorokannya hingga meluber keluar disela-sela bibir Andila yang masih disumpal oleh batang kemaluan Frans. "Aaahhh...nikmat sekali", Frans mendesah lega.
Dicabutnya batang penisnya dari mulut Andila, seketika itu Andila terbatuk-batuk dan seperti akan muntah, mulutnya penuh dengan cairan kental sperma bercampur dengan airliurnya sendiri sesekali cairan itu mengalir keluar dari sela-sela bibirnya membasahi pipinya. Belum puas seratus persen, Frans kembali mengambil posisi diatas tubuh Andila dia akan menyetubuhi gadis itu. Ditekuknya kedua kaki Andila hingga bagian paha menyentuh dada. "Uuugghh....", Andila mendesah pelan, mulutnya meringis ketika vaginanya kembali diterobos batang kemaluan lelaki. Frans mulai menyetubuhi Andila. Mulut Andila hanya mengeluarkan desahan-desahan lemah, tubuhnya lungalai dan lemas bak seonggok daging tak bertulang ketika dia harus terbanting-banting dan tersodok-sodok akibat perkosaan yang dilakukan oleh Frans.
Dengan tenaga yang masih perkasa Frans terus menyetubuhi Andila hingga akhirnya berejakulasi untuk yang kedua kalinya. Tubuh Frans menggelinjang nikmat menghantar semburan-semburan sperma yang kembali memenuhi liang vagina Andila. Kemudian kedua tubuh itupun jatuh lemas tak berdaya, deru nafas mereka berpacu membahana mengakhiri adegan pembuatan filem porno itu. Andilapun kemudian tak sadarkan diri. Rasa puas didalam diri Frans tak bisa dilukiskan, filem yang bertemakan pemerkosaan ini pastilah akan laris manis karena bintangnya adalah seorang Juara Harapan Putri Indonesia. Segera kawanan crew pembuatan filem itu membereskan peralatan mereka dan merapikan diri. Waktu menunjukkan pukul 12 siang, merekapun meninggalkan ruangan itu dan pergi meninggalkan tubuh Andila yang masih tergeletak tak beradaya, rumah itupun kembali sunyi sepi.
Subscribe to:
Comments (Atom)











