Tuesday, 10 July 2012

Galliani: Pemain Top Tak Mau Main di Italia


FOTO:Getty ImagesMedia seru Milan - Kondisi sepakbola Italia sudah mengalami banyak perubahan dibanding 10 tahun lalu. Krisis ekonomi yang banyak berimbas ke keuangan klub papan atas membuat pemain top dunia tak bersedia merumput di Seri A.

Demikian diungkapkan Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani dalam sebuah wawancara dengan ESPNStar. Klub-klub raksasa Italia -- seperti Milan, Inter dan Juventus -- sudah kehilangan kekuatannya di pentas sepakbola dunia.

Rossoneri sendiri tak pernah lagi menembus babak semifinal Liga Champions setelah jadi juara di tahun 2007. Sementara Inter, justru terjun bebas setelah bersama Jose Mourinho sukses memenangi treble di 2010.

Disebutkan Galliani, masalah keuangan yang menerpa Italia memberi pengaruh besar buat tim-tim di Italia untuk berani aktif di bursa transfer. Kondisi itu membuat mereka kalah dengan Barcelona atau Real Madrid serta tim-tim Premier League dalam memperebutkan pemain top.

"Pada suatu ketika, pemain-pemain hebat datang ke Italia, tapi itu tak mungkin lagi (terjadi). Beberapa pemain dengan biaya transfer besar dan gaji tinggi tak lagi tersedia untuk Milan, Inter atau Juventus," papar Galliani.

"Dua puluh tahun lalu kami menghasilkan uang lebih banyak dibanding Real Madrid dan Barcelona, sekarang kami hanya menghasilkan setengah yang mereka dapatkan dari pendapatan mereka. Italia sudah berubah sebagai sebuah negara dan ekonomi sudah berubah. Masalahnya bukan Milan, tapi pada semua sepakbola Italia," tuntas dia.

Dari daftar pemain termahal dunia, kali terakhir klub-klub Italia memecahkan rekor tersebut adalah saat Lazio mendatangkan Hernan Crespo dari Parma dengan harga 38 juta poundsterling di tahun 2000. Pemain-pemain top yang sebelumnya merumput di Italia malah diboyong ke Spanyol dengan harga-harga selangit, mulai dari Zinedine Zidane, Kaka dan Zlatan Ibrahimovic.

No comments:

Post a Comment