Showing posts with label Dunia Unik. Show all posts
Showing posts with label Dunia Unik. Show all posts

Sunday, 14 October 2012

5 Topeng Kematian dari Tokoh-Tokoh Terkenal

Kematian menjadi benda memorabilia yang paling mudah dikenangmengenai seseorang. Mereka telah ada sejak zaman Tutankhamun, yang topeng pemakamannya dibuat dari emas padat yang bisa menjadi obyek keindahan ekstrim dan takhayul. Di sini, kami menyajikan beberapa topeng gips yang telah diawetkan dari beberapa wajah tokoh terkenal telah memwarnai planet ini.

1. Napoleon Bonaparte
Napoleon Bonaparte merupakan Kaisar Perancis paling gemilang yang pernah ada. Topeng kematiannya dibuat pada tanggal 7 Mei 1821 satu setengah hari setelah kematiannya di Pulau St Helena. Hanya ada empat topeng di seluruh dunia, yang dibuat berdasarkan cetakan asli wajah sang kaisar. Cetakan perunggu wajahnya saat ini dipamerkan di Louisiana State Museum di New Orleans.


2. Vladimir Ilyich Lenin
Vladimir Ilyich Lenin merupakan nama samaran dari Vladimir Ilyich Ulyanov. Ia dikenal sebagai revolusioner komunis Rusia, Pemimpin Partai Bolshevik, pendiri Uni Soviet, Perdana Menteri Uni Soviet pertama, Kepala Negara Uni Soviet pertama secara de facto, dan penggagas Leninisme. Ia wafat di Gorki, pada 21 Januari 1924. Setelah kematiannya dibuatkan patung gips kematiannya dari wajah dan tangan oleh pematung terkenal Sergey Merkurov.


3. Ludwig Van Beethoven
Konon diambil beberapa saat setelah post mortem kematiannya oleh Josef Dannhauser. Beethoven menderita sakit di seluruh tahap kehidupan. Dan jika kita perbandingan dengan topeng hidupnya, yang diambil pada tahun 1812, sungguh sangat mengejutkan mengejutkan.

Ludwig van Beethoven adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.


4. Abraham Lincoln
Diambil pada saat otopsi dan saat ini dipajang di Museum Nasional Kesehatan dan Kedokteran, Washington DC. Pada tahun 2007, Dr John Sotos mengamati wajah dan catatan medis dan menyimpulkan bahwa ia menderita penyakit yang disebut Syndrome Neuroma Walaupun Lincoln mati terbunuh, menurut Dr. Jhon Sotos, Presiden ke-16 itu, diyakini tetap akan mati tak lama lagi.


5. Voltaire
François-Marie Arouet lebih dikenal dengan nama penanya Voltaire, adalah penulis dan filsuf Perancis pada Era Pencerahan. Voltaire dikenal karena tulisan filsafatnya yang tajam, dukungan terhadap hak-hak manusia, dan kebebasan sipil, termasuk kebebasan beragama dan hak mendapatkan pengadilan yang patut. Voltaire dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh pada zamannya.

Topeng kematiannya saat ini dipajang di museum Hunterian dari Universitas Glasgow. Berlawanan dengan kepercayaan populer, jenazahnya tidak dibuang di tumpukan sampah oleh fanatik sayap kanan namun masih terbaring di makamnya.


Wednesday, 10 October 2012

Uniknya Buah Apel Memiliki Dua Warna Berbeda

Anda pernah melihat buah hasil mutasi? Jangan dulu berkata belum, karena Anda pasti pernah melihat atau bahkan merasakan semangka tanpa biji, jeruk tanpa biji, atau stroberi berukuran besar.

Itu merupakan beberapa contoh buah hasil mutasi tumbuhan poliploid, atau tumbuhan yang sifatnya memiliki keunggulan.Terbentuknya tumbuhan poliploid, akan menguntungkan manusia, contohnya itu tadi, buah unggulan hasil mutasi tersebut.

Namun demikian, bagi buah itu sendiri, sebenarnya relatif merugikan karena tumbuhan tidak bisa berkembang biak secara generatif.

Nah, baru-baru ini, di lahan pertanian Colaton Relaigh, Devon, Inggris, ditemukan buah apel yang diduga hasil mutasi. Ken Morrish , seorang petani yang menanam apel tersebut, mengaku tidak menyangka apel yang diambilnya berwarna separuh hijau dan separuh merah, dengan garis pemisah tepat di tengahnya.

Morris awalnya menyangka, warna tersebut ulah orang iseng dengan mewarnainya . Namun setelah diteliti , apel tersebut dinyatakan telah bermutasi, dan diyakini hanya ada satu buah dari jutaan apel.

Para ahli tanaman menegaskan kalau apel berwarna merah biasanya lebih manis dibandingkan sisi yang berwarna hijau, karena sisi merah mendapat penyinaran alami matahari lebih banyak saat tumbuh.

Hasil observasi yang dilakukan seorang pakar buah dan tanaman dari taman Wisley di Surry, Inggris, yaitu Jim Arbury mengatakan, apel tersebut, merupakan hasil mutasi genetika secara acak.Hasil mutasi ini dikenal dengan nama Chimera, dimana satu dari dua sel pertama tumbuh secara berbeda.

Menurut Jim, mutasi seperti itu bisa jadi dipengaruhi perubahan cuaca pada suhu yang lebih dingin, atau akibat fluktuasi suhu, namun bisa juga akibat kerusakan imbas serangan serangga.

Namun jika mutasi benar terjadi di dalam apel, kemungkinan buah tersebut menjadi satu-satunya di dunia. Dan jika mutasi terjadi dalam pohon, kemungkinan ada apel yang berwarna mirip dalam beberapa panen berikutnya.

Jim sebelumnya pernah melakukan penelitian serupa terhadap buah dan bunga. Untuk kasus buah. Pernah terjadi pada buah pisang, dimana ketika kulit pisang dibuka, ternyata di dalamnya berwarna merah.

Selain pisang, mutasi pernah terjadi pada buah pir. Setelah mutasi, pir tersebut memiliki garis-garis stabil di sekelilingnya. Karena itu, dia akan menunggu panen tahun berikutnya dari apel dua warna tersebut. Seandainya bisa berulang, Jim meyakinkan apel tersebut bisa dibudidayakan.

Setelah para ahli meneliti , sang petani, ken Morrish, menyadari hal itu sebagai fenomena alam luar biasa. Karena kejadiannya sangat langka, Morrish tidak memakan apel dua warna tersebut. Bahkan ia menyimpannya dalam kulkas agar lebih awet.

Kini, warga sekitar desa berdatangan ke kediaman Morrish hanya untuk melihat keajaiban buah apel itu. Beberapa diantara mereka mencoba mengabadikannya dalam bentuk foto atau video. Morrish menilai apel dua warna miliknya akan dianggap tanda kekuatan supranatural bagi sebagian masyarakat, sehingga akan banyak diinginkan orang lain.

Namun sekalipun apel tersebut akan dihargai mahal, Morrish tetap akan menyimpannya, sehingga dipastikan tidak akan jauh dari pandangannya. Apel mutasi milik Morrish yang ditemukan di Inggris tersebut merupakan kejadian langka. Dan inilah salah satu dari banyak fenomena alam menakjubkan di dunia ini.

Kota devon:

Ken Morrish & apel:


Jim arburry:

Video mendekati:



Sumber www.majalahmaya.com