Showing posts with label kontrasepsi. Show all posts
Showing posts with label kontrasepsi. Show all posts

Saturday, 17 December 2011

Tips Memilih Kondom Yang Tepat Untuk Mr. P


Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang praktis dan sekaligus mampu mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. Salah satu cara untuk mendapatkan proteksi maksimal tanpa kehilangan kenikmatan seks dari kondom adalah dengan memilih ukuran yang sesuai dengan ukuran Mr P.

Perlu diketahui bahwa rata-rata kondom memiliki ukuran panjang 15 sentimeter dan diameter sekitar 5 cm.

Pada umumnya, kondom dijual dengan ukuran regular, large, dan extralarge. Namun, Anda tidak perlu pusing dengan ukuran panjang karena kondom bisa direntangkan cukup panjang tanpa robek.

Berikut ini adalah cara memilih kondom yang tepat untuk Mr. P:

Yang paling penting diperhatikan dalam pemilihan kondom yang tepat adalah diameter Mr.P bukan panjangnya.

Jika Anda merasa ukuran Mr. P ekstralebar, maka Anda bisa memakai kondom berukuran ekstralebar.

Bagaimana jika ukuran Mr P termasuk imut? Ini juga tak layak dikhawatirkan karena penelitian menunjukkan ukuran rata-rata penis pria dalam keadaan ereksi adalah 12,7-15,24 cm diukur dari pangkal bawah sampai atas, jadi masih bisa memakai kondom berukuran regular.

Bagaimana jika Mr. P terlalu pendek ? Atau dengan kata lain banyak kondom yang tersisa ? Nah bila hal itu terjadi, sebaiknya sisa kondom jangan digulung. Anda tidak perlu khawatir kondom yang "kedodoran" tidak akan terlepas. Justru yang perlu diperhatikan adalah lebar kondom karena ukuran yang terlalu lebar justru berpotensi terlepas.

Oleh karena itulah, penting untuk memilih kondom dengan ukuran yang fit dengan diameter penis.

Berikut ini adalah data statistik rata-rata diameter penis saat ereksi dari berbagai belahan dunia. Orang Asia rata-rata memiliki diameter 52 milimeter (orang Indonesia kira-kira memiliki diameter penis 52 cm), sementara orang Eropa dan Amerika memiliki ukuran 53 mm. Orang Afrika dan Timur Tengah juga memiliki ukuran hampir sama, 53-54 mm dan pria Rusia pada umumnya memakai ukuran 56 mm.

Saturday, 10 April 2010

Mitos Seputar Kondom


Ada banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahuilah fakta dan manfaatnya.

Mitos: Tetap bisa hamil meski pakai kondom
Fakta: Kondom dibuat dengan tujuan mencegah kehamilan. Memang tetap ada risiko bocor atau kondom sobek, tapi persentasenya sangat kecil.
Mitos: Kondom mengurangi kenikmatan seksual
Fakta: Saat ini proses pembuatan kondom sudah mengalami banyak perbaikan. Kondom dibuat dari material yang tipis, elastis, dan awet sehingga tidak mengurangi sensitivitas kulit. Kondom juga tersedia dalam aneka pilihan warna dan rasa yang dapat membuat permainan cinta Anda dan pasangan semakin membara.

Mitos: Kondom menimbulkan alergi
Fakta: Kebanyakan kondom terbuat dari lateks. Hanya 1-3 persen orang yang alergi terhadap bahan ini. Ada pula kondom nonlateks. Jika Anda alergi lateks, pilih kondom berbahan baku poliuretan. Kedua jenis kondom ini terbukti sama efektifnya.

Mitos: Kondom lebih baik dipakai bersama krim, pelumas, dan gel
Fakta: Gel, krim tertentu, baby oil atau hand body, justru dapat memicu rasa gatal, terbakar, dan reaksi alergi lain. Zat-zat di dalam gel dan krim juga dapat merusak kondom. Krim dan pelumas mengandung minyak yang dapat cepat menciptakan lubang pada lateks. Jika ingin menggunakan pelumas, pilih kondom dari bahan poliuretan karena aman digunakan bersama minyak dan pelumas berbahan dasar air.

Mitos: Memasang kondom meredupkan ereksi
Fakta: Hal ini memang dialami sejumlah orang. Namun, data yang ada, kebanyakan lelaki bisa mempertahankan ereksi selama 15 detik selama memasang kondom

www.kompas.com

Tips Seksi Memasang Kondom


Banyak orang sudah menyadari pentingnya pemakaian kondom sebagai usaha untuk mencegah kehamilan, atau melindungi Anda dan si dia dari penyakit menular seksual. Namun, Anda mungkin juga tahu, rata-rata pria tidak menyukai keberadaan kondom saat berhubungan intim, entah kondom yang digunakan itu supertipis, ultratipis, sensitif, atau kondom biasa yang Anda temukan di apotek atau minimarket.

Pemakaian kondom selama hubungan seks pada banyak pria dan bahkan wanita menyebabkan gangguan yang bisa berupa penurunan sensasi atau kenikmatan seks. Beberapa pria mungkin mengatakan : "Rasanya seperti menggaruk sesuatu yang gatal dengan telapak tangan," atau, menonton film horor dengan suara di-mute jika harus memakai kondom saat bercinta Dengan kata lain, sensasi rasanya akan berkurang, meskipun ada pula yang mengatakan bahwa sesi bercinta akan berlangsung lebih lama.

Tentu saja, hanya karena mengurangi kenikmatan, tidak berarti Anda dan pasangan melupakan pentingnya penggunaan kondom tersebut. Jalan keluarnya, untuk memaksimalkan sensasinya, pria biasanya akan meminta kondom yang supertipis dengan kualitas terbaik, seperti polyurethane condom. Kemudian yang lebih penting, bagaimana cara memasang kondom agar hubungan yang sedang berlangsung tidak terhenti karena si dia mengalihkan perhatiannya?

"Cara termudah untuk meminimalkan gangguan adalah dengan meletakkan kondom dalam jangkauan tangan, dan biarkan suami memakainya sendiri,"

"Remas penis suami dari poros ke ujungnya untuk memastikan dia benar-benar ereksi, lalu berikan sedikit belaian," ........

Kemudian, sambil membuka bungkus kondom, lakukan seks oral untuknya. Air liur Anda akan menjadi cairan lubrikasi yang akan membantu pemasangan kondom yang lebih mulus. ..........
.......Setelah itu, tangkupkan kondom di atas kepala penisnya. Bentuk cincin dari ibu jari dan jari telunjuk Anda dengan kedua tangan, lalu lingkarkan cincin tersebut di dasar penis. Kembali remas penis dengan lembut dari pangkal ke ujungnya. .................

...............Setelah beberapa kali gerakan, bawa kembali jari-jari Anda ke bagian tepi kondom, eratkan genggaman Anda, lalu dorong kondom ke bawah ke pangkal penis. Kondom pun terpasang tanpa disadarinya.

.........kemudian nikmatilah sensasi hubungan seks yang luar biasa walaupun harus memakai kondom.....................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Yang Perlu Wanita Ketahui Tentang Kondom


Kondom saat ini mejadi sangat diperlukan baik untuk mencegah kehamilan maupun untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS). Wanitapun sudah sangat sadar akan pentingnya kondom untuk melindungi dirinya. Namun hanya dengan membawa dan menggunakan kondom, bukan berarti permasalahan telah selesai. Sebab cara menyimpan dan memasang kondom yang benar pun, banyak orang yang masih belum tahu.

Nah, apakah Anda merasa telah menguasai seluk-beluk mengenai kondom? Coba uji pengetahuan Anda di sini:

1. Si dia harus memasangnya sebelum sesi bercinta dimulai. Selain untuk mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS). Jadi jika awalnya Anda melakukan hubungan seksual tanpa pelindung, lalu di tengah jalan meminta si dia memasang kondom tepat sebelum ejakulasi, tentu percuma saja. Bila konteksnya sebagai pelindung dari PMS, pastikan ia telah memasangnya begitu ia melepas celananya.

2. Gunakan kondom wanita. Jika Anda bosan harus setiap kali mengingatkan pasangan untuk memakai kondom (atau si dia termasuk antikondom), kenakan saja kondom wanita. Jika kondom pria terbuat dari lateks, kondom perempuan terbuat dari polyurethane. Bahan ini aman untuk pria yang alergi lateks.

3. Jangan menyimpan kondom di dalam dompet. Maksudnya tentu baik, agar Anda siap kapan saja bila mendadak memerlukan kondom. Namun kondom yang sudah terpapar suhu yang ekstrem, atau melesak ke dalam tas, atau tertekan dompet setiap hari, akan lebih mudah robek. Simpan saja kondom ini di rumah, dan ketika Anda merasa akan memerlukannya, ambil dan simpan ke dalam tas. Jika tak jadi dipakai, simpan kembali di lemari obat di rumah.

4. Gunakan kondom yang tidak terlubrikasi jika vagina Anda sensitif. Sebenarnya, bukan hanya pria yang mengeluh tentang pemakaian kondom, tetapi juga wanita. Kondom memang seringkali membuat vagina teriritasi. Jika hal ini terjadi pada Anda, pilih kondom yang tidak memakai pelumas. Tetapi kenakan bahan pelumas tambahan berbahan gel atau air jika Anda ingin penis yang sudah terbungkus kondom itu meluncur masuk ke dalam vagina lebih mudah.

5. Kondom tidak melindungi 100 persen terhadap penularan PMS. Meskipun si dia sudah mengenakan kondom, Anda tetap harus menjalani pemeriksaan. Kondom memang akan mengurangi peluang tertular PMS, namun benda ini tidak 100 persen efektif. Meskipun sudah memasangnya dengan benar, Anda masih bisa terpapar penyakit. Jika Anda merasakan sesuatu yang "aneh" di vagina, segera periksakan kepada dokter. Kalaupun segala sesuatunya terasa normal, Anda tetap harus memeriksakan PMS secara teratur. Apabila Anda melihat sesuatu yang tidak wajar di sekitar penis, jangan sekadar mengandalkan kondom untuk membuat diri Anda terlindungi. Berhentilah berhubungan seksual.

Friday, 9 April 2010

Tips Memilih dan Menggunakan Kondom


Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi populer untuk mencegah anda mendapat PMS (Penyakit Menular Seksual) dan kehamilan yang tidak diinginkan. Pernyataan di atas benar jika digunakan sesuai petunjuknya.

Berikut ini beberapa tips dalam menggunakan kondom:

1.Beri ruang di bagian ujung kondom saat memasangnya di penis agar ada ruang untuk sperma ketika ejakulasi terjadi. Jika tidak, maka tekanan yang timbul dapat menyebabkan kondom rusak.

2.Gesekan yang terjadi ketika berhubungan seks menyebabkan timbulnya tekanan berlebih pada kondom. Jadi pastikan pasangan anda telah terlumasi dengan sempurna. Beri rangsangan yang cukup kepada pasangan anda sebelum melakukan penetrasi menggunakan kondom. Atau anda bisa juga menggunakan minyak pelumas yang bermutu baik. Ingat jangan menggunakan minyak pelumas seperti minyak bayi (baby oil) atau vaseline sebab dapat merusak kondom. Gunakanlah pelumas berbahan dasar air seperti Astroglide.
3.Pelumas dengan bahan dasar minyak (oil base lube) hanya cocok dengan kondom Plyurithane sementara kondom lateks cocok dengan pelumas berbahan dasar air (water base lube).

4.Sebaiknya jangan menggunakan 2 kondom sekaligus ketika berhubungan sebab tekanan yang timbul akan lebih besar dan bisa menyebabkan kondom menjadi sobek.

5.Jangan gunakan kondom bekas, gunakanlah selalu kondom baru saat berhubungan seks. Bukalah pembungkus kondom dengan hati-hati, dan jangan gunakan gigi untuk membuka pembungkus kondom. Pasang perlahan dari ujung penis sampai di bagian pangkal.

6.Hati-hati melepas kondom dari vagina. Masalah yang paling sering terjadi ketika pria menarik penis dari dalam vagina adalah ada sperma yang kemungkinan tertinggal dan masuk ke dalam vagina. Ketika menarik penis, peganglah ujung penis bagian bawah dan tariklan penis secara perlahan.

7.Kadang terjadi kondom yang tertinggal di dalam vagina. Pastikan ukuran kondom tersebut telah sesuai dengan ukuran penis anda.

Enam Cara Memastikan Keamanan Kondom


KONDOM rusak atau terlepas merupakan salah satu insiden yang mungkin terjadi saat sedang berhubungan intim. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan Kinsey Institute, kondom yang tidak dipasang secara benar berisiko rusak atau lepas sebesar 15 persen.

Cara pemasangan yang kurang tepat, misalnya, tidak menjepit ujung kondom sebelum membuka gulungan atau tidak sengaja menggores lateks dengan kuku atau ujung benda tajam seperti mata cincin.

Nah, berikut ini adalah sejumlah cara untuk memastikan keamanan kondom yang dikenakan saat bercinta.

1. Periksa kondom
Beritahu pasangan untuk menghentikan penetrasi apabila merasa kondom yang ia kenakan semakin ketat. Minta pasangan untuk memerika kondisi kondom. Apabila merengang, ada kemungkinan kondom tersebut akan robek.

2. Gunakan lubrikan
Gunakan gel atau pelumas apabila alat kelamin tidak memproduksi cukup lubrikan alami. Hal ini berguna untuk memastikan kondom meluncur dengan mulus ketika berhubungan intim.

3. Pastikan kering
Pastikan alat kelamin pasangan berada dalam keadaan kering sebelum memakai kondom, agar kondom tidak mudah tergelincir lepas.

4. Satu lapis
Jangan pernah berpikir untuk menggunakan dua lapis kondom demi memastikan keamanannya. Hal itu merupakan ide yang sangat buruk.

5. Produk berkualitas
Pilih kondom yang terkenal memiliki kualitas baik. Berdasarkan laporan Consumer Reports di Amerika Serikat yang menguji 15.000 kondom belum lama ini, ada tujuh jenis produk yang memiliki skor sempurna karena lebih kuat dan dapat diandalkan daripada yang lain, yakni: Durex Perfomax, Lifetstyles Ultra Sensitive Lubricated and Warming Pleasure, Her Pleasure Ecstasy, Magnum Lubricated, Ultra Ribbed, Ecstasy, dan Ultra Thin.

6. Kondom tiruan
Berhati-hatilah membeli kondom untuk memastikan tidak tertipu dengan produk palsu. Saat ini banyak beredar kondom palsu buatan China yang meniru kemasan kondom merek terkenal. Pastikan untuk mengecek kemasan kondom dan membelinya dari pengecer besar agar terjamin keasliannya.

www.mediaindonesia.com